Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Purbaya Geledah Kantor LNSW: Integrasi Data Macet, AI Jadi Andalan Kejar Pajak

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Purbaya Geledah Kantor LNSW: Integrasi Data Macet, AI Jadi Andalan Kejar Pajak
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran pengolahan data pendapatan negara, sekaligus menjadi sinyal tegas bahwa pemerintah akan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menutup celah kebocoran pajak.
  • “Sebelumnya kan kita sudah punya database di sini yang dikumpulkan di LNSW.
  • Kalau banyak data dikerjakan manual susah sekali, dengan program pun agak sulit,” ujarnya dengan nada tegas.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Lembaga National Single Window (LNSW) di Jakarta, Rabu (9/9/2026), menyusul temuan bahwa database di lembaga tersebut belum terintegrasi. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran pengolahan data pendapatan negara, sekaligus menjadi sinyal tegas bahwa pemerintah akan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menutup celah kebocoran pajak.

Dalam jumpa pers dadakan, Purbaya mengungkapkan bahwa selama ini data yang terkumpul di LNSW masih dikelola secara manual dan parsial, sehingga menyulitkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam melakukan analisis menyeluruh. “Sebelumnya kan kita sudah punya database di sini yang dikumpulkan di LNSW. Saya lihat belum ada proses terintegrasi. Kalau banyak data dikerjakan manual susah sekali, dengan program pun agak sulit,” ujarnya dengan nada tegas.

Sidak ini bukan sekadar pemeriksaan rutin, melainkan bagian dari strategi besar reformasi perpajakan yang digagas Kemenkeu. Purbaya menegaskan bahwa LNSW memiliki potensi besar sebagai pusat data kepabeanan, karantina, perizinan, dan logistik ekspor-impor. Namun, tanpa integrasi yang solid, data tersebut hanya menjadi tumpukan informasi yang tidak optimal. “Padahal dengan sistem yang terpadu, kita bisa mendeteksi potensi pendapatan dari pajak dengan akurasi tinggi. Selama ini hasilnya memang akurat, tapi prosesnya masih lambat,” tambahnya.

AI dan Integrasi Data: Senjata Baru Kemenkeu

Menteri yang dikenal dengan pendekatan teknokratis ini mengungkapkan bahwa Kemenkeu sedang mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis potensi pendapatan negara. Aplikasi ini dirancang untuk melacak kewajiban pajak setiap perusahaan hingga beberapa tahun ke belakang, sekaligus memprediksi potensi setoran di masa depan. “Jadi ke depan nggak ada yang bisa main-main lagi. Kita akan monitor itu dengan lebih teliti. Kita pakai semua data yang ada secara integrasi dengan memanfaatkan AI,” tegasnya.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan rasio pajak yang masih tergolong rendah dibandingkan negara tetangga. Dengan AI, Kemenkeu berharap dapat mengidentifikasi anomali data, mendeteksi potensi penghindaran pajak, dan memberikan rekomendasi kebijakan secara real-time. Bagi pelaku usaha, ini adalah peringatan bahwa era pelaporan manual dan celah administrasi akan segera berakhir. Purbaya menyebut, “Segala potensi pajak, potensi juga yang bisa terdeteksi awal di sini. Dan biasanya memang hasilnya seperti itu. Jadi akurasi cukup tinggi.”

LNSW dan Masa Depan Kepabeanan Indonesia

LNSW sendiri adalah unit organisasi di bawah Kemenkeu yang bertanggung jawab mengelola Indonesia National Single Window (INSW) dan sistem elektroniknya (SINSW). Tugasnya mencakup penanganan dokumen kepabeanan, karantina, perizinan, pelabuhan/bandar udara, serta dokumen ekspor-impor dan logistik nasional. Dengan integrasi yang dicanangkan, LNSW tidak hanya menjadi gerbang lalu lintas barang, tetapi juga intelijen pajak yang strategis.

Analis kebijakan fiskal menilai bahwa sidak ini mengindikasikan ketidaksabaran Menkeu terhadap birokrasi yang lamban. “Purbaya memberikan sinyal bahwa dirinya akan mengambil alih kendali data jika institusi di bawahnya tidak bergerak cepat. Ini adalah manajemen krisis sekaligus momentum untuk mendorong transformasi digital,” ujar pengamat ekonomi yang dihubungi terpisah. Namun, tantangan terbesar tetap pada kesiapan infrastruktur TI dan sumber daya manusia, mengingat integrasi data lintas kementerian sering terbentur aturan dan ego sektoral.

Dari sudut pandang bisnis, kepastian sistem yang transparan dan akurat justru akan meningkatkan iklim investasi. Perusahaan yang patuh pajak tidak perlu khawatir, sementara yang selama ini memanfaatkan ketidakjelasan data harus bersiap menghadapi penagihan pajak yang lebih agresif. Purbaya menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk menghukum, melainkan menciptakan keadilan fiskal. “Kita pakai semua data yang ada secara integrasi dengan memanfaatkan AI,” ulangnya.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa itu LNSW dan apa tugasnya?
LNSW (Lembaga National Single Window) adalah unit di Kementerian Keuangan yang mengelola sistem Indonesia National Single Window (INSW) untuk penanganan dokumen kepabeanan, karantina, perizinan, dan logistik ekspor-impor secara elektronik.

Mengapa Menteri Keuangan melakukan sidak ke LNSW?
Karena data di LNSW belum terintegrasi, sehingga menghambat analisis potensi pendapatan pajak. Sidak dilakukan untuk memastikan perbaikan sistem dan mendorong penggunaan AI dalam pelacakan pajak.

Bagaimana AI akan digunakan oleh Kemenkeu?
AI akan digunakan untuk menganalisis data historis dan real-time guna mendeteksi potensi pajak yang kurang bayar, memprediksi penerimaan, serta memonitor kepatuhan perusahaan secara lebih teliti dan akurat.

Meow! Tanya Nesi!
😸