Erick Thohir Buka-bukaan: Target 4 Emas di Asian Games 2026, Cabor Andalan Siap Digarap Spesial!

Olahraga
Dimas PratamaDimas Pratama
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Erick Thohir Buka-bukaan: Target 4 Emas di Asian Games 2026, Cabor Andalan Siap Digarap Spesial!
BAGIKAN:

Jakarta, Senayan – Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Erick Thohir, resmi membeberkan target realistis kontingen Merah Putih pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dalam pengukuhan Tim Indonesia di Wisma Serbaguna, Rabu (9/9), Erick menegaskan bahwa Indonesia membidik minimal empat medali emas dari cabang-cabang andalan yang sudah terukur.

"Jika melihat situasi saat ini secara realistis, target kita untuk hari ini memang adalah empat medali emas," ujar Erick dengan nada penuh keyakinan. Pernyataan ini tentu menjadi panggung baru bagi para atlet, sekaligus tantangan berat mengingat pada edisi Hangzhou 2022 lalu, Indonesia berhasil mengantongi tujuh emas. Lantas, mengapa target turun? Bukan tanpa alasan—ini adalah strategi pemusatan latihan yang lebih tajam dan fokus, bukan sekadar mengejar kuantitas.

Bulutangkis, Panjat Tebing, dan Angkat Besi Jadi Ujung Tombak

Erick menyebut tiga cabang olahraga yang menjadi tumpuan utama: bulutangkis, panjat tebing, dan angkat besi. Ketiganya dinilai memiliki ekosistem pembinaan yang matang serta potensi atlet yang bersaing di level dunia. "Serupa dengan Olimpiade, fokus kita tetap pada cabang andalan. Formula pelatnas saat ini disesuaikan agar lebih mengerucut pada sasaran yang jelas dan atlet yang terpilih," tegasnya.

Menariknya, pemerintah tak hanya berhenti di tiga cabor itu. Sebanyak 21 cabang unggulan telah dipetakan, dengan 20 di antaranya merupakan cabor Olimpiade. Sisanya adalah pencak silat—olahraga khas Indonesia yang terus didorong sebagai ikon budaya sekaligus prestasi. Erick bahkan membandingkan dengan taekwondo di Korea Selatan, judo di Jepang, atau muay thai di Thailand. "Kenapa Indonesia tidak bisa dengan pencak silatnya?" ujarnya penuh optimisme.

Revolusi Pembinaan: Lebih Spesifik, Lebih Terukur

Sebagai pengamat olahraga, saya melihat ini adalah langkah berani. Selama ini kita sering terjebak pada target tinggi tanpa strategi turunan. Kini, dengan pendekatan berbasis atlet dan cabor, pelatnas tak lagi bersifat umum. Setiap atlet punya porsi latihan, evaluasi, dan pendampingan yang berbeda sesuai kebutuhan. Ini mirip dengan resep sukses yang diterapkan negara-negara adidaya olahraga.

Erick pun menegaskan bahwa perubahan pola ini diharapkan mampu meningkatkan prestasi secara gradual, meski target emas turun dari tujuh menjadi empat. Namun, jangan salah—empat emas yang dimaksud bukanlah angka main-main. Dengan persiapan matang dan fokus pada cabor potensial, Indonesia bisa mengejutkan Jepang di kandang sendiri.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Mengapa target emas Indonesia di Asian Games 2026 hanya 4, padahal sebelumnya dapat 7?
Target ini berdasarkan evaluasi realistis dan perubahan strategi pembinaan yang lebih spesifik. Pemerintah lebih memilih fokus pada cabor andalan daripada menyebar kekuatan, sehingga peluang medai lebih terukur.

2. Cabang olahraga apa saja yang menjadi andalan Indonesia?
Tiga utama adalah bulutangkis, panjat tebing, dan angkat besi. Selain itu, ada 21 cabor unggulan termasuk pencak silat yang didorong sebagai olahraga khas Indonesia.

3. Kapan dan di mana Asian Games 2026 digelar?
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung di Jepang, dengan jadwal resmi yang akan diumumkan lebih lanjut. Persiapan Tim Indonesia sudah dimulai sejak sekarang.

Meow! Tanya Nesi!
😸