DPLK BRI Raih ESG Award 2026, Portofolio Berkelanjutan Tembus Rp13,3 Triliun
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI resmi meraih penghargaan Kehati ESG Award 2026 untuk kategori Dana Pensiun pada sektor Pasar Modal. Penghargaan tersebut diserahkan pada Kamis (6/8) di Soehanna Hall, SCBD, Jakarta, sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi DPLK BRI dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta memperkuat praktik keuangan berkelanjutan. Hingga April 2026, total dana kelolaan (AUM) DPLK BRI mencapai Rp31,54 triliun, dengan portofolio berbasis ESG sebesar Rp13,30 triliun—atau 42,1% dari total AUM, meningkat dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar Rp12,53 triliun.
Pengakuan atas Integrasi ESG dalam Pengelolaan Dana Pensiun
Kehati ESG Award yang digagas Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) menilai lembaga jasa keuangan berdasarkan pengelolaan aset dan investasi yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Bagi DPLK BRI, penghargaan ini bukan sekadar trofi, melainkan konfirmasi bahwa strategi investasi berkelanjutan telah menjadi DNA pengelolaan dana pensiun. Ketua Pengurus DPLK BRI, Arie Sus Miyanti, hadir langsung menerima apresiasi tersebut, menegaskan keseriusan institusi dalam mengintegrasikan ESG di setiap lini.
Dari sisi lingkungan, DPLK BRI menerapkan sistem pendaftaran digital (digital onboarding) yang mengurangi penggunaan dokumen fisik, sekaligus meningkatkan efisiensi administrasi. Pada aspek sosial, perusahaan memperluas akses kepesertaan bagi pekerja bukan penerima upah dan sektor informal—langkah yang memperluas jaring pengaman pensiun di tengah dinamika pasar kerja. Sementara dari tata kelola, pengelolaan investasi mengedepankan prinsip kehati-hatian, dengan pengembangan integrasi API bagi klien korporat dan perluasan kanal layanan melalui ekosistem e-channel BRI.
Analisis: ESG sebagai Penguat Ketahanan Industri Keuangan
Direktur Treasury and International Banking BRI, Farida Thamrin, menegaskan bahwa integrasi ESG berfungsi memperkuat ketahanan industri keuangan dan mendistribusikan manfaat riil bagi masyarakat dan lingkungan. Sebagai pengelola dana jangka panjang, DPLK BRI memiliki posisi strategis untuk menjembatani kepentingan peserta—yang menginginkan hasil investasi optimal—dengan tuntutan keberlanjutan. Pertumbuhan portofolio ESG dari Rp12,53 triliun menjadi Rp13,30 triliun dalam empat bulan pertama 2026 menunjukkan bahwa ESG bukanlah beban, melainkan peluang nilai tambah. Apalagi dengan proporsi 42,1%, DPLK BRI berada di jalur yang selaras dengan tren global di mana investor institusi semakin mengalokasikan dana pada aset hijau dan bertanggung jawab.
Tak kalah penting, penghargaan yang juga diraih BRI sebagai pendiri pada kategori Debt & Project Financing sebagai Investor/Creditor menegaskan bahwa komitmen ESG bersifat holistik di level grup. Saya menilai, langkah ini menjadi sinyal positif bagi pasar bahwa keuangan berkelanjutan di Indonesia mulai bertransformasi dari sekadar wacana menjadi praktik terukur. Namun, tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi dan transparansi, mengingat pengukuran dampak ESG masih memerlukan standar yang lebih baku. DPLK BRI tampaknya sadar akan hal itu, dengan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.
Strategi Jangka Panjang dan Komitmen Berkelanjutan
Ke depan, BRI dan DPLK BRI berjanji akan terus memperkuat penerapan ESG dalam pengelolaan bisnis dan investasi, dengan target penciptaan nilai jangka panjang bagi nasabah, peserta, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya. Penguatan portofolio berbasis ESG menjadi bagian dari strategi mendukung ekosistem dana pensiun yang inklusif dan berdaya saing. Dengan AUM yang terus tumbuh, DPLK BRI menunjukkan bahwa pengelolaan dana pensiun tidak hanya tentang angka, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan yang nyata.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa itu Kehati ESG Award?
Kehati ESG Award adalah penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) kepada lembaga jasa keuangan yang konsisten menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan aset dan investasi, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Berapa besar portofolio ESG DPLK BRI per April 2026?
Portofolio investasi berbasis ESG DPLK BRI mencapai Rp13,30 triliun, atau 42,1% dari total dana kelolaan (AUM) sebesar Rp31,54 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan Rp12,53 triliun pada akhir 2025.
Bagaimana DPLK BRI menerapkan aspek sosial dalam ESG?
DPLK BRI memperluas akses kepesertaan bagi pekerja bukan penerima upah dan masyarakat sektor informal, sehingga lebih banyak individu dapat mengakses program persiapan dana pensiun. Selain itu, perusahaan juga menerapkan sistem digital onboarding untuk efisiensi dan pengurangan kertas.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

JB Syariah Klarifikasi Dugaan Hilangnya 2,2 Kg Emas Nasabah: Tak Ada Fasilitas Deposito, Sempat Gadai Lunas Sejak 2013

Direktur Utama Blue Bird Borong 675.800 Saham BIRD Senilai Hampir Rp1 Miliar untuk Perkuat Pengendalian

Emtek Resmikan Penjualan Saham Indopay Merchant Services, Fokus Optimalisasi Portofolio Investasi
