Prabowo Resmikan Molinas, Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Sendiri Jika Swasta Mandek
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program Motor Listrik Nasional (Molinas) pada pekan ini, sebuah langkah strategis yang disambut positif oleh pelaku industri otomotif tanah air. Namun di balik euforia itu, pemerintah menegaskan kesiapan untuk membangun pabrik motor listrik secara mandiri apabila swasta tak kunjung merealisasikan investasi, sebuah sinyal keras bahwa transisi energi bukan lagi wacana, melainkan proyek negara yang harus terwujud.
Plt Deputi Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera, mengungkapkan bahwa komitmen pemerintah tidak setengah-setengah. "Kami akan pastikan ekosistem motor listrik berdiri, baik melalui jalur swasta maupun BUMN, dan jika perlu dengan membangun pabrik sendiri," ujarnya dalam konferensi pers di kantor Kemenko, Rabu (8/9). Pernyataan ini sekaligus menjawab keraguan pengusaha yang selama ini mengeluhkan ketiadaan kepastian regulasi dan mekanisme insentif.
Program Molinas diharapkan menjadi industri motor listrik baru yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja sekaligus menekan emisi karbon nasional. Namun, tantangan terbesar justru berada pada detail teknis: bagaimana skema subsidi, standar baterai, hingga jaringan stasiun pengisian daya. Pengusaha menilai tanpa aturan turunan yang jelas, program ini berisiko kehilangan momentum, seperti yang pernah terjadi pada program mobil listrik generasi sebelumnya.
Analisis Siti Amalia: Langkah pemerintah membangun pabrik sendiri adalah benteng sekaligus ancaman. Di satu sisi, ini menunjukkan keseriusan fiscal stimulus dan kemandirian energi. Di sisi lain, sinyal ini bisa membuat investor swasta berpikir ulang — apakah mereka akan menjadi mitra atau justru tersingkir oleh negara. Yang perlu diwaspadai adalah efisiensi anggaran: membangun pabrik dari nol membutuhkan biaya triliunan rupiah, sementara APBN sedang tertekan. Maka, opsi konsorsium BUMN-swasta tampaknya lebih realistis, asalkan skema bagi hasil dan transfer teknologi dirancang transparan.
Para pengamat juga menyoroti pentingnya regulasi motor listrik yang harmonis dengan ekosistem baterai dan daur ulang. Tanpa itu, Molinas hanya akan menjadi proyek seremonial belaka. Pemerintah pun diingatkan untuk tidak mengulangi kesalahan kebijakan hilirisasi nikel yang sempat menimbulkan gejolak di pasar global.
Ke depan, pelaku usaha berharap ada peta jalan yang jelas, termasuk target produksi, standar keamanan, dan insentif fiskal yang kompetitif. Jika semua berjalan sesuai rencana, Indonesia bukan hanya akan menjadi pasar, tetapi juga basis produksi motor listrik untuk kawasan ASEAN.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa itu program Molinas?
Molinas adalah singkatan dari Motor Listrik Nasional, inisiatif Presiden Prabowo untuk membangun industri motor listrik dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menciptakan lapangan kerja.
Apakah pemerintah benar-benar akan membangun pabrik sendiri?
Ya, pemerintah menyatakan kesiapan untuk membangun pabrik motor listrik melalui BUMN atau kerjasama jika investasi swasta tidak terwujud, sebagai bentuk kepastian keberlanjutan program.
Kapan regulasi teknis Molinas diterbitkan?
Hingga saat ini, aturan turunan dan mekanisme insentif masih dalam tahap finalisasi. Pemerintah menargetkan regulasi tersebut rampung sebelum akhir tahun 2026.


