PICF 2026: 152 Tim Paduan Suara dari 17 Provinsi dan 3 Negara Siap Bertarung di Jakarta, Apakah Ini Cermin Majunya Pendidikan Seni?
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Sebanyak 152 tim paduan suara yang telah lolos seleksi akan berlaga dalam The 7th Penabur International Choir Festival (PICF) 2026 pada 7–12 September mendatang.
- Festival yang mengusung tema "Sing Together, Rise Together" ini akan digelar di Aula Penabur Intercultural Secondary & Junior College, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
- Ketua Pengarah PICF 2026 sekaligus Pengurus BPK Penabur Jakarta, Emma P.
Sebanyak 152 tim paduan suara yang telah lolos seleksi akan berlaga dalam The 7th Penabur International Choir Festival (PICF) 2026 pada 7–12 September mendatang. Ajang dua tahunan yang digagas oleh BPK Penabur Jakarta ini kembali menyedot perhatian, dengan peserta domestik yang tersebar dari 17 provinsi—mulai dari Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu, Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua, hingga Papua Barat Daya—serta tiga negara tetangga: Malaysia, Singapura, dan Filipina. Festival yang mengusung tema "Sing Together, Rise Together" ini akan digelar di Aula Penabur Intercultural Secondary & Junior College, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Ketua Pengarah PICF 2026 sekaligus Pengurus BPK Penabur Jakarta, Emma P. Balubun, mengungkapkan rasa syukur atas lonjakan antusiasme dibanding edisi sebelumnya. "Yang dari Papua pun ikut, bahkan negara tetangga turut berpartisipasi. Ini bentuk kepercayaan tinggi yang kami jaga," ujarnya. Namun, di balik euforia tersebut, perlu ditanyakan: sejauh mana festival ini benar-benar mendorong kualitas pendidikan seni vokal di Tanah Air, atau sekadar ajang seremonial tahunan? Sebagai jurnalis yang telah menyusuri berbagai gelaran seni, saya melihat PICF memiliki potensi besar, tetapi juga tantangan dalam hal pemerataan akses dan pembinaan berkelanjutan bagi para peserta dari daerah terpencil.
Dewan Juri Kelas Dunia dan Fasilitas Pendampingan
PICF 2026 tidak hanya mengandalkan kompetisi, tetapi juga menghadirkan juri profesional dari dalam dan luar negeri. Dari Indonesia, terdapat nama Avip Priatna yang juga menjabat sebagai Art Director, bersama Agastya Rama L, Rainier Revireino, dan Luciana Dharmadi Oendoen. Sementara dari mancanegara, hadir Susanna Saw (Malaysia), Nelson Kwei (Singapura), Mark Anthony (Filipina), Lorenzo Donati (Italia), Ambroz Copi (Slovenia), Josu Elberdin (Spanyol), dan Theodora Pavlovitch (Bulgaria). Kehadiran mereka tidak hanya menilai, tetapi juga memberikan choir clinic, workshop, dan masterclass—sebuah nilai tambah yang jarang ditemui di ajang serupa. Theodora mengingatkan peserta untuk bersiap maksimal, karena proses panjang yang dilalui akan menjadi dorongan semangat tersendiri.
Kategori Kompetisi dan Target Pengembangan Karakter
Kompetisi dibagi menjadi dua kategori besar: School Categories (TK, SD, SMP, SMA) dan General Categories yang mencakup paduan suara anak, remaja, campuran, folklor, musik religi, pop & jazz, gospel, serta ensembel. Yang menarik, Ketua BPK Penabur Jakarta, Kenny Lim, menekankan bahwa PICF dirancang untuk mengasah keterampilan abad 21—6C (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration, Character, Citizenship). "Setiap pelajar berkesempatan mengembangkan kemampuan bersaing secara global sekaligus menjalin persahabatan dan saling menghargai dalam keberagaman budaya," ujarnya. Pernyataan ini patut diapresiasi, karena pendidikan seni seringkali terpinggirkan di tengah gempuran kurikulum akademis. Namun, tantangannya adalah bagaimana dampak festival ini tidak berhenti di panggung, melainkan terintegrasi dalam ekosistem pendidikan di masing-masing daerah.
Dukungan Pemprov DKI: Sinergi atau Pemanis?
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut menggandeng penyelenggaraan festival ini melalui berbagai instansi. Dinas Kebudayaan menyediakan penari dan ondel-ondel untuk pembukaan, Dinas Komunikasi Digital memasang videotron, serta Dinas Kesehatan menerjunkan tim Puskesmas dan ambulans. Emma P. Balubun menyebut dukungan ini luar biasa, baik moril maupun operasional. Sebagai pengamat, saya menilai kolaborasi ini positif, namun perlu dipertanyakan apakah dukungan serupa juga diberikan untuk festival seni lainnya di ibu kota, atau hanya sekadar dukungan pemprov yang bersifat insidental? Kehadiran Duta Besar Filipina dan Spanyol pada acara pembukaan dan penutupan menambah citra internasional, tetapi esensi dari festival ini—yaitu memajukan budaya bernyanyi bersama—harus tetap menjadi sorotan utama.
PICF 2026 terbuka untuk umum dengan tiket yang bisa dibeli di lokasi. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui Instagram resmi atau situs web PICF. Festival ini menjadi panggung bagi ribuan suara dari berbagai latar belakang, dan kita berharap bahwa semangat "bernyanyi bersama, bangkit bersama" tidak hanya menjadi slogan, melainkan cerminan nyata dari kebangkitan seni paduan suara Indonesia di mata dunia.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa itu PICF 2026?
PICF 2026 adalah festival paduan suara internasional ke-7 yang diselenggarakan oleh BPK Penabur Jakarta, diikuti oleh 152 tim dari 17 provinsi di Indonesia dan 3 negara Asia Tenggara.
Siapa saja juri internasional yang terlibat?
Juri internasional terdiri dari Susanna Saw (Malaysia), Nelson Kwei (Singapura), Mark Anthony (Filipina), Lorenzo Donati (Italia), Ambroz Copi (Slovenia), Josu Elberdin (Spanyol), dan Theodora Pavlovitch (Bulgaria).
Bagaimana cara menonton atau mengikuti PICF 2026?
Masyarakat dapat membeli tiket di lokasi acara (Aula Penabur Intercultural, Kelapa Gading) atau mengikuti informasi terbaru melalui Instagram @picf.official dan situs picf.or.id.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Pembebasan Sanksi Pajak Kendaraan di DKI Jakarta Resmi Berlaku 2 November 2026, Tanpa Perlu Ajukan Permohonan

Rano Karno Soroti Peran Gotong Royong dalam Solusi Ketahanan Kota di Depan Delegasi CityNet

Angelalign Luncurkan Bahan Aligner SuperElastic, Dorong Terobosan Ortodonti Global
