Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Pasca Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Soetta Kembali Berdesakan: Apakah Manajemen Darurat Bandara Cukup?

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pasca Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Soetta Kembali Berdesakan: Apakah Manajemen Darurat Bandara Cukup?
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Suasana padat kembali menyelimuti Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) setelah dua hari penutupan total imbas erupsi Gunung Anak Krakatau .
  • Ribuan penumpang yang tertahan sejak akhir pekan lalu kini berbondong-bondong memanfaatkan pembukaan operasional, memicu antrean panjang di konter check-in dan ruang tunggu.
  • Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak Sabtu malam, volume penumpang melonjak drastis.

Suasana padat kembali menyelimuti Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) setelah dua hari penutupan total imbas erupsi Gunung Anak Krakatau. Ribuan penumpang yang tertahan sejak akhir pekan lalu kini berbondong-bondong memanfaatkan pembukaan operasional, memicu antrean panjang di konter check-in dan ruang tunggu. Meski langkah pembukaan kembali patut diapresiasi, kondisi ini menyisakan pertanyaan mendasar tentang kesiapan manajemen darurat bandara terbesar di Indonesia dalam menghadapi bencana vulkanik yang kerap berulang.

Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak Sabtu malam, volume penumpang melonjak drastis. Salah satu calon penumpang, Yuga Nugraha (18), mengaku bersyukur akhirnya bisa terbang ke Padang untuk melanjutkan pendidikan, setelah jadwalnya yang semula Minggu (20/9) diundur dua hari. "Saya mau penerbangan ke Padang pukul 09.00 WIB, Alhamdulillah sekarang sudah bisa," ujarnya di sela-sela antrean. Namun, di balik rasa lega, tampak keresahan warga yang tak kunjung mendapat kepastian informasi selama masa penutupan.

Lebih dari 6 Jam Menunggu, Tiada Kompensasi Jelas

Elfira, seorang ibu rumah tangga yang turut mengalami penundaan penerbangan ke Padang bersama suaminya, menceritakan pengalaman pahitnya pada Minggu lalu. "Suasana saat penutupan sangat sesak, saya sempat mumet menunggu lebih dari 6 jam, akhirnya memutuskan pulang saja," keluhnya. Kisah Elfira bukanlah kasus tunggal. Banyak penumpang mengeluhkan minimnya akses informasi real-time dan kurangnya fasilitas penunjang seperti ruang istirahat serta makanan bagi mereka yang tertahan. Kejadian ini mengulangi pola serupa saat erupsi Gunung Merapi dan Kelud tahun-tahun sebelumnya, di mana koordinasi antara pengelola bandara, maskapai, dan BMKG kerap terkesan reaktif ketimbang proaktif.

Sebagai jurnalis investigasi yang telah meliput puluhan bencana, saya menilai bahwa operasional bandara masih menggantungkan diri pada kebijakan darurat yang bersifat insidental. Padahal, Gunung Anak Krakatau telah menunjukkan aktivitas meningkat dalam sepekan terakhir, dan seharusnya skenario kontingensi seperti pengalihan penerbangan ke bandara alternatif (misalnya Halim Perdanakusuma atau Kertajati) sudah disiapkan lebih dini, bukan menunggu penutupan total yang memicu kepanikan.

Harapan Normalisasi dan Evaluasi Tata Kelola

Pengelola Bandara Soetta melalui kanal resmi mengumumkan pembukaan kembali pada pukul 01.30 dini hari, setelah kadar abu vulkanik dinyatakan aman. Para penumpang berharap operasional berjalan normal dan tanpa gangguan lanjutan. Namun, harapan itu harus diimbangi dengan evaluasi serius: bagaimana prosedur evakuasi penumpang, mekanisme refund, serta jaminan keselamatan saat situasi darurat. Jika tidak, bukan tidak mungkin insiden serupa akan kembali merugikan masyarakat dan citra penerbangan nasional.

Kepada otoritas bandara dan Kementerian Perhubungan, saya mengingatkan bahwa penanganan darurat bukan sekadar membuka-tutup landasan. Dibutuhkan pusat krisis yang terintegrasi, papan informasi digital yang mutakhir, dan pelatihan rutin bagi petugas lapangan. Warga seperti Yuga dan Elfira layak mendapat kepastian, bukan sekadar reschedule tanpa pendampingan.

FAQ Terkait Berita Ini

Apakah operasional Bandara Soetta sudah sepenuhnya normal?
Ya, sejak Senin dini hari operasional penerbangan sudah dibuka kembali, namun jadwal masih dalam proses penormalan dan ada beberapa penerbangan yang masih mengalami penundaan.

Bagaimana dampak erupsi Anak Krakatau terhadap lalu lintas udara?
Abu vulkanik dapat merusak mesin pesawat dan mengurangi jarak pandang, sehingga bandara ditutup sementara demi keselamatan. Setelah uji kelayakan, operasional boleh dilanjutkan.

Apakah penumpang yang terdampak mendapat ganti rugi?
Regulasi mengharuskan maskapai memberikan kompensasi berupa pengalihan jadwal atau pengembalian biaya, namun banyak penumpang mengeluhkan proses yang berbelit dan kurang transparan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ