Manny Pacquiao Masuk Kabinet Marcos: Dari Ring Tinju ke Perang Melawan Kemiskinan

Ekonomi & Pasar
Dian KusumaDian Kusuma
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Manny Pacquiao Masuk Kabinet Marcos: Dari Ring Tinju ke Perang Melawan Kemiskinan
BAGIKAN:

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. melakukan perombakan kabinet dengan mengangkat petinju legendaris Manny Pacquiao sebagai Kepala Komisi Anti-Kemiskinan Nasional (NAPC) pada Selasa (8/9/2026). Langkah ini mengejutkan banyak pihak, namun sekaligus menjadi simbol harapan bagi jutaan warga miskin di negeri itu, di tengah upaya pemerintah menekan angka kemiskinan menjadi 8-9% pada 2028.

Pacquiao, yang juga mantan senator berusia 47 tahun, menggantikan posisi kosong di badan antikemiskinan setelah pejabat sebelumnya mengundurkan diri. Ia berjanji akan mengabdikan pengalaman pribadinya—pernah tidur di atas karton, hanya minum air, dan mengumpulkan uang receh untuk keluarga—untuk merancang kebijakan yang tepat sasaran. “Saya berasal dari kemiskinan. Saya tahu persis bagaimana rasanya,” ujarnya kepada Reuters.

Kiprah Pacquiao: Dari Petinju Jalanan hingga Senator

Sebelum namanya melambung sebagai satu-satunya petinju dunia dengan delapan gelar di delapan divisi berat, Pacquiao dikenal sebagai anak jalanan yang bekerja sebagai penumpang gelap kapal dan bertarung demi receh. Kisah hidupnya yang dramatis menjadikannya ikon kelas bawah di Filipina. Meskipun gagal dalam pencalonan presiden pada 2022, popularitasnya tetap tinggi, dan kali ini ia mendapat peran strategis di kabinet Marcos.

Pengamat politik menilai penunjukan ini bukan sekadar penghargaan atas karier olahraga, melainkan langkah cerdas Marcos untuk meredam kritik atas kinerja ekonominya. Dengan mengangkat figur populer yang juga mantan lawan politiknya, presiden menunjukkan kemauan politik untuk menangani isu kemiskinan secara lebih manusiawi. Namun, tantangan besar menanti: birokrasi NAPC sering dikritik lamban dan kurang koordinasi dengan pemerintah daerah.

Target Ambisius dan Realitas di Lapangan

Data resmi menunjukkan angka kemiskinan Filipina turun ke 9,7% pada 2025, setara dengan sekitar 11,08 juta jiwa hidup di bawah garis kemiskinan. Target 8-9% pada 2028 terlihat realistis, namun pacuannya bergantung pada efektivitas program bantuan langsung, penciptaan lapangan kerja, dan stabilitas harga pangan. Pacquiao, yang selama ini aktif dalam kegiatan amal, diharapkan bisa membawa energi baru dan mendekatkan birokrasi pada rakyat miskin.

Analisis saya, Siti Amalia: pengangkatan tokoh selebritas sering kali membawa angin segar di awal, tetapi keberhasilan jangka pendek diukur dari gebrakan konkret, bukan sekadar simbol. Pacquiao harus segera menunjukkan peta jalan yang terukur, misalnya dengan mempercepat digitalisasi data penerima bantuan dan menekan kebocoran anggaran. Jika ia hanya menjadi ‘maskot’ tanpa wewenang nyata, maka reshuffle ini hanya akan menjadi lipstik di atas luka kemiskinan struktural.

Pertarungan terbesar Pacquiao kini bukan di atas ring, melainkan di meja rapat dan lapangan. Semua mata, dari presiden hingga rakyat biasa, menantikan apakah mantan petinju ini mampu merobohkan lawan yang lebih kejam: kemiskinan yang mengakar.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa tugas Komisi Anti-Kemiskinan Nasional (NAPC) Filipina?
NAPC adalah badan pemerintah yang bertugas mengoordinasikan program-program pengentasan kemiskinan antar-instansi, memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran, serta menyusun strategi nasional untuk mengurangi angka kemiskinan.

Apakah Manny Pacquiao memiliki pengalaman di bidang sosial?
Meski tidak memiliki latar belakang birokrasi, Pacquiao aktif sebagai dermawan dan pernah menjadi anggota senat, di mana ia kerap mengangkat isu kesejahteraan rakyat kecil. Pengalaman hidupnya yang miskin menjadi modal utama untuk memahami akar masalah.

Bagaimana dampak reshuffle ini terhadap politik Filipina?
Langkah ini dianggap sebagai manuver politik Marcos untuk memperluas basis dukungan sekaligus merangkul oposisi. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada dukungan anggaran dan sinergi dengan pemerintah daerah, yang sering menjadi kendala utama.

Meow! Tanya Nesi!
😸