⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Krisis Kepercayaan di Timur Tengah: Netanyahu Dianggap Abaikan Peringatan MBZ Soal Serangan Hamas yang Memicu Perang Gaza

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Krisis Kepercayaan di Timur Tengah: Netanyahu Dianggap Abaikan Peringatan MBZ Soal Serangan Hamas yang Memicu Perang Gaza
BAGIKAN:

Sebuah buku baru mengungkap fakta mengejutkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan mengabaikan peringatan serius dari Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), sekitar 10 hari sebelum serangan dahsyat Hamas pada 7 Oktober 2023. Informasi intelijen yang disampaikan langsung oleh MBZ merinci rencana serangan besar-besaran dari pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, yang berpotensi mengguncang stabilitas kawasan dan mengancam kesepakatan Abraham Accords. Namun, Netanyahu tidak meneruskan peringatan ini kepada para petinggi keamanan Israel dan tidak mengambil tindakan preventif, sebuah kelalaian yang kini menjadi sorotan tajam dalam dinamika politik dan keamanan Timur Tengah.

Laporan yang pertama kali dimuat oleh media Israel Haaretz ini bersumber dari buku berjudul Kidnapped: 843 Days of Abandonment karya jurnalis Shlomi Eldar dan Ruth Yuval. Buku tersebut disusun berdasarkan wawancara mendalam dengan puluhan pejabat senior di Israel dan sejumlah negara, termasuk penasihat keamanan MBZ yang mengetahui langsung isi percakapan telepon selama 45 menit antara kedua pemimpin pada akhir September 2023. Dalam percakapan itu, MBZ dengan tegas menyampaikan bahwa Sinwar sedang mempersiapkan tindakan yang akan memicu pertumpahan darah dan merusak stabilitas Timur Tengah.

Peringatan dari Sinwar yang Diabaikan

Menurut buku tersebut, MBZ memperoleh informasi dari Sinwar sendiri melalui rantai komunikasi yang melibatkan seorang pejabat senior Fatah. Sinwar, yang frustrasi karena negosiasi pertukaran tahanan dengan Israel tidak kunjung maju, telah mengirimkan ancaman terselubung: "Katakan kepada pihak Israel, jika mereka tidak bergerak maju, saya sedang menyiapkan kejutan besar bagi mereka. Katakan kepada mereka untuk bersiap menghadapi gempa bumi." Pejabat Fatah yang memiliki hubungan erat dengan penasihat MBZ merasa cemas dan menyampaikan informasi tersebut ke penasihat tersebut, yang kemudian diteruskan ke MBZ.

Penasihat MBZ mengungkapkan kekhawatirannya: "Baginya jelas bahwa operasi yang dibicarakan Sinwar dapat berdampak pada seluruh Timur Tengah, namun ia takut melaporkan informasi tersebut secara langsung kepada Shin Bet. Di sisi lain, ia jauh lebih takut jika tidak memberi kabar kepada Shin Bet, pihak Israel mungkin akan menuduhnya berkolaborasi dengan Sinwar. Ia benar-benar mengkhawatirkan keselamatan nyawanya. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menyampaikan pesan tersebut kepada Bin Zayed." Baik penasihat maupun MBZ sendiri menafsirkan peringatan itu sebagai indikasi bahwa Hamas sedang mempertimbangkan perang terbuka.

Respons Netanyahu yang Meremehkan

Ketika MBZ akhirnya berbicara langsung dengan Netanyahu, ia terkejut dengan tanggapan sang perdana menteri yang tampak tenang dan tidak khawatir. Netanyahu menyatakan bahwa Israel memegang kendali penuh atas situasi di Gaza, bahwa tindakan Hamas kemungkinan besar akan terjadi di Tepi Barat, dan bahwa Israel siap menghadapi skenario apa pun. Sikap meremehkan ini kontras dengan kekhawatiran MBZ yang melihat ancaman tersebut sebagai sesuatu yang nyata dan mengancam kesepakatan Abraham Accords, yang merupakan landasan hubungan diplomatik antara UEA dan Israel.

Menariknya, meski peringatan tersebut telah disampaikan langsung oleh MBZ, Netanyahu tidak pernah menyinggungnya dalam rapat kabinet atau diskusi dengan badan keamanan. Padahal, pada 1 Oktober 2023, kepala Shin Bet, Ronen Bar, justru mengusulkan tindakan proaktif terhadap Hamas, termasuk pembunuhan para pejabat tingginya. Namun, Netanyahu hanya meminta agar usulan tersebut diajukan dan ia akan mempertimbangkannya—tanpa menyebut adanya peringatan dari MBZ yang seharusnya menjadi pertimbangan krusial.

Analisis: Implikasi terhadap Keamanan dan Diplomasi

Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius tentang proses pengambilan keputusan di puncak pemerintahan Israel. Seorang pejabat senior Shin Bet menyatakan, "Jika kami mengetahui peringatan-peringatan tersebut, ada kemungkinan hal itu akan memberikan bobot yang jauh lebih besar pada pesan awal yang kami terima dari Sinwar." Ungkapan ini menyiratkan adanya kegagalan koordinasi dan komunikasi yang berpotensi merugikan. Dalam analisis geopolitik, tindakan Netanyahu yang mengabaikan informasi intelijen dari sekutu strategis seperti UEA tidak hanya berdampak pada keamanan domestik Israel tetapi juga mengikis kepercayaan di antara negara-negara mitra di kawasan.

Pengamat hubungan internasional menilai bahwa insiden ini memperlihatkan sisi rentan dari diplomasi rahasia di Timur Tengah, di mana komunikasi antar pemimpin sering kali menentukan langkah preventif. Ketika seorang pemimpin seperti MBZ, yang memiliki hubungan dekat dengan Israel, memberikan peringatan eksplisit, maka mengabaikannya sama saja dengan membuka peluang bagi eskalasi yang tidak terkendali. Peristiwa ini juga menjadi pelajaran berharga bagi Hamas dan aktor non-negara lainnya bahwa celah komunikasi dapat dimanfaatkan untuk melancarkan serangan kejutan.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Apa isi peringatan yang diberikan MBZ kepada Netanyahu?
MBZ memperingatkan Netanyahu bahwa Yahya Sinwar, pemimpin Hamas, merencanakan aksi besar yang dapat memicu pertumpahan darah, mengguncang stabilitas kawasan, dan mengancam Abraham Accords.

2. Mengapa Netanyahu mengabaikan peringatan tersebut?
Menurut laporan, Netanyahu meremehkan ancaman dengan meyakini bahwa Israel mengendalikan situasi di Gaza dan siap menghadapi skenario apa pun, serta tidak menyampaikan informasi itu kepada petinggi keamanan.

3. Apa dampak dari pengabaian ini terhadap hubungan Israel-UEA?
Insiden ini berpotensi merusak kepercayaan antara kedua negara, terutama karena UEA telah berupaya membantu mencegah eskalasi, namun peringatan mereka tidak diindahkan, yang dapat mempengaruhi kerja sama intelijen di masa depan.

Meow! Tanya Nesi!
😸