Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BNPB Kejar Target Pemulihan Empat Bencana: dari Erupsi Anak Krakatau hingga Karhutla yang Membandel

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

BNPB Kejar Target Pemulihan Empat Bencana: dari Erupsi Anak Krakatau hingga Karhutla yang Membandel
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Dalam keterangan persnya, Selasa (8/9), Suharyanto menegaskan bahwa meskipun belum ada status kedaruratan di tingkat daerah, bantuan tetap mengalir dan koordinasi dengan BMKG serta Presiden berjalan intensif.
  • Keempat bencana ini menghadirkan tantangan berbeda, mulai dari ancaman tsunami akibat runtuhnya tubuh Anak Krakatau, hingga api di lahan gambut yang sulit dipadamkan.
  • BNPB mengaku telah mengirimkan Tim Pendahulu ke kawasan Selat Sunda untuk memantau erupsi, dan sejauh ini tidak ada korban jiwa.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan percepatan pemulihan pascabencana di empat wilayah terdampak menjadi prioritas utama, mencakup gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi Gunung Anak Krakatau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi, serta banjir bandang yang melanda Aceh dan Sumatra pada tahun lalu. Dalam keterangan persnya, Selasa (8/9), Suharyanto menegaskan bahwa meskipun belum ada status kedaruratan di tingkat daerah, bantuan tetap mengalir dan koordinasi dengan BMKG serta Presiden berjalan intensif.

Keempat bencana ini menghadirkan tantangan berbeda, mulai dari ancaman tsunami akibat runtuhnya tubuh Anak Krakatau, hingga api di lahan gambut yang sulit dipadamkan. BNPB mengaku telah mengirimkan Tim Pendahulu ke kawasan Selat Sunda untuk memantau erupsi, dan sejauh ini tidak ada korban jiwa. Namun, ketiadaan status darurat di kabupaten atau provinsi—yang biasanya menjadi pintu masuk bantuan darurat—tidak menghambat penyaluran logistik. "Kami terus berkomunikasi menit demi menit dengan Kepala BMKG, serta mendapat arahan langsung dari Bapak Presiden," ujar Suharyanto.

Operasi Modifikasi Cuaca Hibrida untuk Abu Vulkanik

Salah satu langkah inovatif yang diambil adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Hybrid, yang menggabungkan stimulasi hujan jika awan tersedia dan penyebaran water mist untuk mengikat partikel abu saat langit cerah. Teknik ini diharapkan mempercepat peluruhan abu vulkanik yang dapat mengganggu penerbangan dan kesehatan masyarakat. Suharyanto menyebut OMC akan berlangsung dari hari ini hingga malam nanti, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi atmosfer. Badan Geologi juga memastikan bahwa berdasarkan evaluasi morfologi terbaru, tubuh Anak Krakatau belum berpotensi runtuh dalam skala besar seperti yang memicu tsunami pada 2018—sebuah kabar lega, meski kewaspadaan tetap harus dijaga.

Gempa NTT: 98.986 Rumah Rusak, Verifikasi Masih Berjalan

Untuk penanganan gempa di NTT, BNPB fokus pada verifikasi data kerusakan rumah. Sementara tercatat 98.986 unit rumah rusak dengan berbagai tingkat kerusakan—ringan, sedang, dan berat. Suharyanto merinci bantuan stimulan: Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan untuk rusak berat akan dibangun hunian sementara atau diberikan dana tunggu hunian sebelum rumah baru tipe 36 dibangun. Yang tak kalah penting, tenda darurat didirikan sebagai sekolah sementara agar anak-anak tidak kehilangan hak pendidikan. Namun, proses verifikasi yang lambat kerap menjadi keluhan di lapangan; BNPB pun mendesak pemerintah daerah untuk mempercepat pencairan agar warga bisa segera memperbaiki tempat tinggal mereka.

Karhutla: Api di Bawah Gambut dan Akses Sulit

Bencana karhutla masih menjadi ujian terbesar. Hingga 6 September, total lahan terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 72.009,10 hektare, dengan 939,45 hektare di antaranya masih menyala. Rincian hotspot terbanyak terdapat di Sumatera Selatan (341,7 ha), Riau (283,35 ha), dan Kalimantan Selatan (116,3 ha). Suharyanto mengakui kendala utama adalah karakter lahan gambut yang membuat api bertahan di bawah permukaan, akses darat yang sulit sehingga membutuhkan water bombing, serta kondisi cuaca panas dan angin yang bisa memunculkan kembali titik api. "Prosesnya memang tidak selalu sekali padam langsung selesai," tegasnya. Ini menunjukkan bahwa pendekatan jangka pendek tidak cukup; diperlukan restorasi gambut dan penguatan sistem peringatan dini yang melibatkan masyarakat setempat.

Banjir Bandang Sumatra: Target Huntap Dikejar

Untuk pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada tahun lalu, progres transfer bantuan stimulan per 6 September mencapai Rp703 miliar lebih. Dari 27.809 unit hunian tetap (huntap) yang diusulkan, 14.897 unit telah direview dan siap dibangun, dengan 841 unit sudah selesai dan 214 unit masih dalam pengerjaan. Suharyanto menargetkan seluruh huntap yang sudah direview segera dibangun, dengan memperkuat koordinasi bersama Kementerian PUPR dan pemda. Namun, angka ini masih jauh dari total kebutuhan, dan percepatan verifikasi menjadi kunci agar masyarakat tidak terus tinggal di pengungsian.

Dalam catatan kritis, meskipun BNPB menunjukkan respons cepat, ketiadaan status darurat di beberapa daerah justru bisa menjadi celah administratif yang memperlambat alokasi anggaran. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca yang mengandalkan teknologi hibrida membutuhkan evaluasi berkala agar tidak hanya menjadi solusi instan. Ancaman karhutla yang berulang setiap tahun juga menyiratkan kegagalan tata kelola lahan yang lebih sistemik. Peran serta masyarakat, penguatan satgas, dan penegakan hukum terhadap pembakaran lahan harus menjadi prioritas bersama, bukan sekadar tugas BNPB semata.

FAQ Terkait Berita Ini

Apakah erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi memicu tsunami?
Badan Geologi memastikan bahwa berdasarkan evaluasi morfologi saat ini, tubuh gunung belum berpotensi runtuh dalam skala besar seperti tahun 2018, namun masyarakat tetap diimbau waspada dan mengikuti arahan BPBD setempat.

Mengapa status kedaruratan belum ditetapkan di daerah terdampak?
Menurut BNPB, penetapan status kedaruratan merupakan kewenangan pemerintah daerah. Namun, ketiadaan status tersebut tidak menghalangi penyaluran bantuan karena koordinasi pusat-daerah tetap berjalan dan bantuan stimulan sudah dapat dicairkan berdasarkan verifikasi kerusakan.

Bagaimana mekanisme bantuan untuk rumah rusak akibat gempa NTT?
Warga dengan rumah rusak ringan mendapat Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat akan diberikan hunian sementara atau dana tunggu hunian sebelum dibangunkan rumah baru tipe 36. Proses verifikasi dan pencairan dilakukan melalui pemerintah daerah setelah data kerusakan divalidasi.

Meow! Tanya Nesi!
😸