Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BNI Salurkan Rp181 T Kredit Ekspor, Rp36 T untuk UMKM—Peluang Besar di Pasar Global

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

BNI Salurkan Rp181 T Kredit Ekspor, Rp36 T untuk UMKM—Peluang Besar di Pasar Global
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Direktur Commercial Banking BNI, Muhammad Iqbal , mengungkapkan hal itu dalam diskusi Indonesia Economic Forum 2026: The Future of Indonesia's Exports pada Senin (8/9).
  • Menurutnya, meskipun ekspor nasional masih bertumpu pada komoditas, segmen UMKM mulai menunjukkan pergerakan positif, terutama melalui produk-produk tradisional yang kini perlahan merambah pasar global.
  • “Per semester I kemarin, kredit ekspor BNI itu lebih kurang Rp181 triliun.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat total pembiayaan ekspor mencapai Rp181 triliun hingga akhir Juni 2026, dengan sekitar Rp36 triliun di antaranya mengalir ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Angka ini setara 20% dari total kredit perseroan dan menunjukkan komitmen BNI dalam mendorong perdagangan internasional dari akar rumput, di tengah dominasi ekspor komoditas yang masih membayangi struktur ekspor Indonesia.

Direktur Commercial Banking BNI, Muhammad Iqbal, mengungkapkan hal itu dalam diskusi Indonesia Economic Forum 2026: The Future of Indonesia's Exports pada Senin (8/9). Menurutnya, meskipun ekspor nasional masih bertumpu pada komoditas, segmen UMKM mulai menunjukkan pergerakan positif, terutama melalui produk-produk tradisional yang kini perlahan merambah pasar global. “Per semester I kemarin, kredit ekspor BNI itu lebih kurang Rp181 triliun. Rp36 triliun adalah kontribusi dari UMKM,” ujarnya.

Volume Transaksi Melonjak Hampir 50%, Ekosistem Ekspor Jadi Kunci

Iqbal menyoroti lonjakan volume transaksi yang tercatat dalam sistem BNI, yang meningkat hampir 50% dibanding tahun lalu, dengan nilai kini mencapai Rp45 triliun. “Secara volume, ada peningkatan luar biasa. Nilai ekspor kita sesungguhnya bisa kita maksimalkan jika kita melakukan pendekatan secara ekosistem,” tegasnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa potensi ekspor UMKM masih sangat besar, asalkan didukung oleh rantai pasok, logistik, dan akses pembiayaan yang terintegrasi.

Analisis kami: Pertumbuhan ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal bahwa pelaku usaha kecil mulai percaya diri menembus pasar internasional. Namun, tantangan klasik seperti standar kualitas, sertifikasi, dan kemasan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara kolektif oleh perbankan, asosiasi, dan pemerintah. BNI tampaknya mengambil peran strategis dengan menjadi katalis, bukan sekadar penyedia dana.

Business Matching: Jembatan UMKM ke Pasar Global

BNI tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga aktif menjalankan program business matching yang mempertemukan pengusaha lokal dengan pembeli internasional melalui jaringan kantor perwakilan di pusat-pusat bisnis dunia. Program yang dimulai sejak masa pandemi ini, kata Iqbal, telah membuahkan hasil signifikan. “Awalnya pembiayaan di bawah Rp5 triliun, sekarang sudah Rp36 triliun. Kami melihat ada kesempatan untuk menyambungkan pengusaha lokal dengan pasar ekspor di luar,” jelasnya.

Beberapa negara tujuan utama yang tercatat adalah Amerika Serikat dan Hong Kong, diikuti oleh peluang menjanjikan di Belanda, London, dan Sydney. Menurut Iqbal, jika business matching dilakukan secara efektif, efisien, dan rutin, maka pasar UMKM di luar negeri memiliki prospek yang sangat baik. Ini adalah strategi jangka panjang yang tidak hanya meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga memperkuat branding produk Indonesia di mata konsumen global.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Berapa total kredit ekspor BNI per Juni 2026?
Total kredit ekspor BNI mencapai Rp181 triliun, setara 20% dari total kredit perseroan.

2. Seberapa besar porsi UMKM dalam pembiayaan ekspor BNI?
UMKM mendapat porsi Rp36 triliun dari total Rp181 triliun, atau sekitar 20% dari nilai pembiayaan ekspor tersebut.

3. Apa strategi utama BNI untuk mendorong ekspor UMKM?
BNI mengandalkan program business matching yang menghubungkan pengusaha lokal dengan pasar internasional melalui jaringan kantor di luar negeri, serta penguatan ekosistem ekspor secara terintegrasi.

Meow! Tanya Nesi!
😸