Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Bennett Tantang Netanyahu: Bakar Rumah Warga Arab adalah 'Terorisme Yahudi' yang Mengguncang Panggung Politik Israel

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Bennett Tantang Netanyahu: Bakar Rumah Warga Arab adalah 'Terorisme Yahudi' yang Mengguncang Panggung Politik Israel
BAGIKAN:

Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, secara terbuka mengecam aksi pembakaran rumah warga Palestina dan warga Arab Israel sebagai 'terorisme Yahudi'—pernyataan yang dilontarkan di tengah ketegangan politik menjelang pemilu dan eskalasi kekerasan di Tepi Barat. Dalam konferensi Besheva pada Minggu (6/9), Bennett menegaskan bahwa tindakan tersebut, jika dilakukan atas motif nasionalis, tidak dapat dikategorikan selain sebagai terorisme, dan ia mempertanyakan manfaatnya bagi gerakan pemukiman Israel. Pernyataan ini menjadi sorotan tajam terhadap kebijakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang partainya, Likud, tengah bersaing ketat dengan kubu Bennett dan mantan Kepala Staf Angkatan Darat Gadi Eisenkot dalam pemilu yang akan digelar 27 Oktober mendatang.

Bennett, yang pernah menjabat sebagai PM pada 2021-2022 dan kini menjadi salah satu penantang utama Netanyahu, menyampaikan kritiknya di hadapan audiens konferensi. Ia menegaskan, "Jika seseorang datang untuk membakar rumah orang-orang Arab yang tidak bersalah beserta orang-orang di dalamnya, maka tentu saja itu adalah terorisme Yahudi. Jika hal itu dilakukan karena alasan nasionalis, itulah definisinya." Ucapannya, yang dikutip oleh Middle East Monitor, langsung memicu perdebatan di spektrum politik Israel, mengingat selama ini pemerintah jarang menggunakan frasa "terorisme Yahudi" secara eksplisit terhadap aksi-aksi kekerasan pemukim.

Komentar Bennett muncul bersamaan dengan meningkatnya serangan militer dan operasi pasukan pendudukan Tepi Barat dalam beberapa hari terakhir. Menurut data lokal, sedikitnya 12 warga Palestina tewas dalam penggerebekan di kota Jenin dan Nablus, sementara laporan dari lembaga HAM mencatat peningkatan signifikan dalam insiden pembakaran rumah dan penebangan pohon zaitun oleh kelompok pemukim ekstrem. Bennett mempertanyakan logika di balik aksi-aksi tersebut, "Saya tidak mengerti bagaimana ini bermanfaat bagi gerakan pemukiman," ujarnya, seraya menambahkan bahwa kekerasan hanya akan mengisolasi Israel secara internasional dan merusak legitimasi proyek pemukiman yang selama ini menjadi tiang utama politik kanan.

Dampak Politik Menjelang Pemilu: Serangan ke Netanyahu atau Upaya Rebranding?

Pernyataan Bennett tidak hanya soal moralitas, tetapi juga kalkulasi politik. Pemilu 27 Oktober diprediksi menjadi ajang pertarungan sengit antara Netanyahu yang berusaha mempertahankan kursi kekuasaan dan koalisi oposisi yang mengusung agenda pembaruan. Dengan mengangkat isu kekerasan pemukim, Bennett—yang berasal dari partai sayap kanan Yamina—mencoba menarik simpati pemilih moderat dan kelompok keamanan yang khawatir bahwa kebijakan Netanyahu yang toleran terhadap aksi ekstremis justru merusak stabilitas. Analis politik pemilu Israel menilai bahwa langkah ini juga menjadi pembeda Bennett dari Netanyahu, yang selama ini cenderung membela pemukim dan minim mengkritik tindakan kekerasan terhadap warga Arab.

Di sisi lain, pernyataan ini berisiko menggerus basis dukungan Bennett di kalangan pemukim dan nasionalis religius. Namun, beberapa jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Israel prihatin dengan eskalasi kekerasan dan menginginkan pendekatan yang lebih terukur. Seorang pakar hubungan internasional dari Universitas Ibrani, yang tidak mau disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa Bennett mungkin sedang memposisikan diri sebagai pemimpin yang berani melawan arus, sekaligus mempersiapkan citra negarawan pasca-pemilu jika koalisi dengan partai tengah terbentuk.

Eskalasi Kekerasan dan Respons Internasional

Serangan terhadap warga Arab di Israel dan Tepi Barat menarik perhatian dunia internasional. Amerika Serikat melalui juru bicara Departemen Luar Negeri menyatakan keprihatinan atas meningkatnya kekerasan pemukim, sementara Uni Eropa mendesak semua pihak untuk menahan diri. Bennett sendiri dalam kesempatan itu menekankan bahwa tindakan pembakaran rumah bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai dasar Yahudi. "Kita tidak bisa membela negara Yahudi dengan cara yang merusak moralnya," tegasnya.

Kritik Bennett juga mendapat tanggapan dari kalangan aktivis perdamaian. Mereka menilai pernyataan tersebut sebagai angin segar, meskipun masih menunggu tindakan nyata di lapangan. Sebaliknya, partai Likud merespons dengan menyebut pernyataan Bennett sebagai "oportunisme politik" yang mengabaikan ancaman terorisme Palestina. Netanyahu sendiri belum memberikan komentar langsung, tetapi sumber dari kantor PM mengatakan bahwa pemerintah tetap berkomitmen melindungi warga Israel dari segala bentuk serangan teror.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Apa yang dimaksud dengan 'terorisme Yahudi' menurut Naftali Bennett?
Bennett mengartikan 'terorisme Yahudi' sebagai aksi kekerasan oleh warga Israel atau pemukim yang menyerang warga Arab tidak bersalah, termasuk pembakaran rumah, dengan motif nasionalis. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut harus dikutuk setara dengan terorisme dari pihak lain.

2. Bagaimana dampak pernyataan ini terhadap peluang Bennett dalam pemilu?
Pernyataan ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, menarik pemilih moderat dan internasional, tetapi di sisi lain bisa mengancam dukungan dari basis kanan. Namun, Bennett tampaknya memilih jalur ini untuk membedakan dirinya dari Netanyahu yang dinilai terlalu lunak terhadap ekstremis pemukim.

3. Apakah insiden pembakaran rumah di Tepi Barat meningkat akhir-akhir ini?
Ya, laporan dari lembaga pemantau HAM mencatat lonjakan insiden kekerasan pemukim, termasuk pembakaran rumah, penyerangan, dan perusakan kebun, seiring dengan meningkatnya operasi militer Israel di wilayah tersebut. Seruan Bennett datang di tengah eskalasi yang mengkhawatirkan.

Meow! Tanya Nesi!
😸