Trump Kembali 'Mewarnai' Peta AS: New Mexico Jadi New America, Danau Ontario Jadi Lake America
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi dengan unggahan peta yang mengubah nama negara bagian New Mexico menjadi "New America", hanya beberapa hari setelah ia menandatangani perintah eksekutif untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi "Lake America". Langkah simbolis ini, yang dibagikan melalui platform Truth Social dan kemudian diulang oleh akun resmi Gedung Putih di X, menambah daftar panjang upaya Trump untuk menegaskan kekuasaan melalui perubahan nama geografis, meskipun secara hukum ia tidak memiliki kewenangan untuk mengubah nama negara bagian.
Isi Unggahan dan Reaksi Publik
Dalam gambar yang diunggah pada Minggu (6/9), garis luar negara bagian New Mexico ditampilkan dengan tulisan "Mexico" dicoret merah dan diganti dengan kata "America". Tidak ada penjelasan resmi yang menyertai gambar tersebut, dan Gedung Putih belum mengumumkan rencana formal untuk mengganti nama negara bagian. Perubahan nama geografis yang bersifat sepihak ini segera menuai kecaman dari pejabat setempat. Gubernur New Mexico, Michelle Lujan Grisham, melalui akun X-nya, menilai tindakan Trump sebagai upaya pengalihan perhatian dari isu-isu krusial, seperti konflik di Iran dan kenaikan harga bahan bakar. "Sementara Gedung Putih membuang waktu mewarnai peta, Nuevo México sibuk melakukan pekerjaannya," tulisnya, menegaskan bahwa nama New Mexico tidak dapat diperdebatkan.
Senator Demokrat Martin Heinrich juga menyatakan akan tetap menggunakan nama asli, termasuk Teluk Meksiko dan Danau Ontario, sebagai bentuk perlawanan terhadap apa yang ia anggap sebagai tindakan simbolis yang tidak berdasar. Menurut lembaran fakta dari Biro Urusan Indian, nama New Mexico telah digunakan sejak abad ke-16, jauh sebelum Amerika Serikat berdiri, sehingga perubahan nama negara bagian tidak hanya melanggar prosedur konstitusional tetapi juga mengabaikan warisan sejarah yang panjang.
Kewenangan Hukum dan Batasan Konstitusional
Secara hukum, Trump memang memiliki wewenang untuk mengubah nama geografis yang tercatat dalam Sistem Informasi Nama Geografis (GNIS), termasuk perairan seperti teluk dan danau. Namun, kewenangan ini tidak meliputi perubahan nama negara bagian, yang memerlukan persetujuan legislatif di tingkat negara bagian dan tidak dapat dilakukan oleh presiden secara sepihak. Dengan demikian, upaya Trump untuk mengubah New Mexico menjadi "New America" tetap bersifat simbolis dan tidak memiliki kekuatan hukum. Langkah ini mengingatkan pada perintah eksekutif awal tahun 2025 yang mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika, serta perintah terbaru untuk mengganti nama Danau Ontario, yang dilakukan di tengah perang dagang antara AS dan Kanada.
Analisis: Simbolisme dan Strategi Politik
Tindakan Trump ini tidak dapat dilepaskan dari kebiasaannya menggunakan simbol-simbol kebangsaan sebagai alat untuk memperkuat citra kepresidenan dan mengalihkan perhatian publik dari isu-isu domestik dan internasional yang lebih kompleks. Analisis menunjukkan bahwa perubahan nama geografis sering kali menjadi bagian dari narasi nasionalis yang bertujuan membangkitkan sentimen patriotik, sekaligus mengaburkan kegagalan kebijakan atau krisis yang sedang dihadapi. Dalam konteks ini, pengalihan isu ke Iran dan perang dagang menjadi latar belakang yang signifikan. Selain itu, pernyataan Trump yang mengisyaratkan rencana untuk mengubah nama Samudra Atlantik dan Pasifik menunjukkan bahwa ia tidak berhenti pada teluk dan danau, melainkan ingin meninggalkan jejak permanen pada peta global.
Namun, langkah ini juga berisiko memperkeruh hubungan dengan negara tetangga, terutama Kanada dan Meksiko, yang merasa nama-nama geografis mereka menjadi sasaran perubahan sepihak. Meskipun demikian, para pengamat menilai bahwa tindakan ini lebih merupakan taktik komunikasi politik daripada kebijakan substantif, mengingat tidak adanya dampak hukum yang signifikan. Yang jelas, respons keras dari gubernur dan senator New Mexico menunjukkan bahwa perubahan simbolis semacam ini dapat memicu perlawanan politik di tingkat lokal, yang justru memperkuat polarisasi yang sudah ada.
FAQ Terkait Berita Ini
Apakah Presiden Trump bisa mengubah nama New Mexico secara sah?
Tidak. Perubahan nama negara bagian memerlukan persetujuan dari legislatif negara bagian dan tidak termasuk dalam wewenang presiden berdasarkan sistem informasi nama geografis yang hanya mencakup perairan dan fitur geografis lainnya.
Apa motif di balik perubahan nama geografis yang dilakukan Trump?
Motifnya bersifat simbolis dan politis, yaitu memperkuat citra nasionalis, mengalihkan perhatian dari krisis domestik dan internasional, serta meninggalkan jejak kepresidenan melalui simbol-simbol kebangsaan.
Bagaimana reaksi pemerintah Kanada dan Meksiko terhadap perubahan nama ini?
Meskipun belum ada pernyataan resmi dari kedua negara, perubahan nama Danau Ontario yang terletak di perbatasan AS-Kanada dan Teluk Meksiko berpotensi memicu ketegangan diplomatik, terutama di tengah perang dagang yang sedang berlangsung.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Momen Canggung Raja Charles di Antigua: Kehujanan dan Mencari Payung di Parade Kemerdekaan

Senator AS Chris Murphy Kena Stroke di Pertandingan Hoki, Dokter Optimistis

Haley Stevens Dikecualikan Demokrat Michigan Usai Dukung Kandidat Republik
