Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Satu Kementerian Dua Suara: Sengkarut Kebijakan PJJ Wamendiktisaintek Hadapi Erupsi Anak Krakatau

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Satu Kementerian Dua Suara: Sengkarut Kebijakan PJJ Wamendiktisaintek Hadapi Erupsi Anak Krakatau
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Dualisme sikap di pucuk pimpinan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menuai sorotan tajam publik.
  • Wamendiktisaintek Stella Christie menilai PJJ belum mendesak untuk diterapkan secara menyeluruh.
  • Usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Senayan pada Senin (7/9), Stella meralat anggapan bahwa kampus harus menghentikan aktivitas tatap muka secara total.

Dualisme sikap di pucuk pimpinan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menuai sorotan tajam publik. Di tengah ancaman sebaran abu vulkanik erupsi Anak Krakatau yang membayangi wilayah Banten, Jakarta, hingga Lampung, dua Wakil Menteri Diktisaintek justru mengeluarkan pernyataan yang saling bertolak belakang terkait urgensi penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi perguruan tinggi terdampak.

Wamendiktisaintek Stella Christie menilai PJJ belum mendesak untuk diterapkan secara menyeluruh. Usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Senayan pada Senin (7/9), Stella meralat anggapan bahwa kampus harus menghentikan aktivitas tatap muka secara total. Menurutnya, proses perkuliahan mayoritas berlangsung di dalam ruangan, sehingga risiko paparan abu vulkanik luar ruang bisa diminimalisasi tanpa harus meliburkan kelas fisik.

Satu Atap Dua Kebijakan: Stella vs Fauzan

"Jadi tidak, mungkin saya ralat ya, tidak harus daring sama sekali untuk universitas, karena kalau kita belajarnya di dalam," ujar Stella. Ia hanya mengimbau agar civitas akademika di wilayah terdampak menghindari aktivitas di luar gedung atau area terbuka yang dinilai memiliki kemudaratan lebih besar dibanding manfaatnya saat ini.

Sikap santai Stella ini berbanding terbalik dengan instruksi tegas yang dikeluarkan oleh sejawatnya, Wamendiktisaintek Fauzan, sehari sebelumnya. Pada jumpa pers daring, Minggu (6/9), Fauzan justru mendesak pimpinan perguruan tinggi untuk segera mengalihkan aktivitas akademik dan layanan kantor ke sistem daring atau hybrid guna mengantisipasi penyakit saluran pernapasan akibat debu vulkanik.

Fauzan bahkan meminta kampus-kampus segera mendirikan posko siaga bencana dan aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memobilisasi bantuan bagi masyarakat terdampak.

Catatan Kritis Budi Santoso: Gagap Koordinasi di Tengah Krisis

Sebagai jurnalis senior, saya melihat inkonsistensi ini bukan sekadar perbedaan opini biasa, melainkan cerminan buruknya koordinasi internal di tubuh kementerian yang baru seumur jagung ini. Ketika bencana mengancam kesehatan ribuan mahasiswa, publik dan pengelola kampus membutuhkan kepastian regulasi, bukan kebingungan birokrasi.

Bagaimana mungkin dua pejabat setingkat wakil menteri dalam satu instansi mengeluarkan arahan kebijakan kampus yang saling bertubrukan dalam waktu kurang dari 24 jam? Ego sektoral atau kurangnya komunikasi internal ini berpotensi membingungkan rektorat di daerah terdampak dalam mengambil keputusan taktis di lapangan. Kementerian Diktisaintek harus segera menyatukan komando agar keselamatan akademisi tidak dikorbankan demi perdebatan metodologi belajar.

FAQ Terkait Berita Ini

Q: Mengapa terjadi perbedaan imbauan antara Stella Christie dan Fauzan?
A: Stella Christie menilai kuliah tatap muka tetap aman dilakukan di dalam ruangan, sementara Fauzan mengkhawatirkan risiko kesehatan akibat abu vulkanik sehingga menyarankan transisi cepat ke PJJ atau hybrid.

Q: Wilayah mana saja yang terdampak abu vulkanik Anak Krakatau menurut Kemendiktisaintek?
A: Wilayah yang diidentifikasi terdampak meliputi DKI Jakarta, Banten, dan Lampung.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ