Robot Humanoid Mornine Resmi Jadi 'Salesman' Canggih di Dealer Chery Indonesia, Kantongi Sertifikat Eropa
Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

Dunia otomotif Tanah Air memasuki babak baru. Chery Indonesia resmi mengoperasikan robot humanoid bernama Mornine di jaringan dealernya. Mulai hari ini, sosok mekanis setinggi manusia itu tak hanya jadi pajangan, melainkan pemandu interaktif yang siap menyambut tamu, mendampingi konsultasi, dan menemani percakapan antara pelanggan dengan staf dealer. Langkah ini menjadikan Chery sebagai pabrikan pertama di Indonesia yang menghadirkan asisten robotik permanen di lantai penjualan, sekaligus uji nyata otomatisasi ritel otomotif di pasar Asia Tenggara.
Mornine bukan sekadar robot prototipe. Ia dikembangkan oleh AiMOGA, mitra strategis Chery yang kini telah menerapkan solusi robotikanya di lebih dari 100 skenario industri dan menjangkau 60 negara. Di dealer, Mornine menjalankan tiga fungsi utama: penerimaan tamu, pemanduan area showroom, dan konsultasi awal spesifikasi kendaraan. Kehadirannya sudah teruji di jaringan dealer Chery di Malaysia dan Afrika Selatan, dan kini giliran Indonesia yang menjadi ajang pembuktian teknologi ritel masa depan.
Bukan Sekadar Sertifikasi: Ini Masalah Keamanan dan Data
President of Chery International sekaligus President of AiMOGA Robotics, Zhang Guibing, menegaskan bahwa pengoperasian Mornine tidak asal jalan. Ia menyebut sertifikasi yang baru diraih bukanlah formalitas administratif, melainkan jaminan keselamatan dan keandalan operasional. "Kami selalu menempatkan keselamatan, keandalan sistem operasional, serta perlindungan data sebagai prioritas utama," ujar Zhang dalam rilis resmi AiMOGA.
Pernyataan itu keluar bersamaan dengan pengumuman tiga sertifikasi Uni Eropa yang disandang Mornine sekaligus. Tiga standar itu mencakup aspek hardware dan software: CE-MD (Machinery Safety Directive) untuk keselamatan mesin, EN 18031 untuk keamanan siber dan perlindungan data, serta CE-RED (Radio Equipment Directive) untuk perangkat radio. Penilaian dilakukan oleh TÜV Rheinland, lembaga independen yang tak main-main dalam pengujian.
Yang menarik, AiMOGA mengklaim Mornine sebagai robot humanoid pertama di dunia yang memenuhi ketiga standar UE tersebut secara simultan—baik dari sisi perangkat keras maupun lunak. Sebelumnya, Mornine juga sudah mengantongi Sertifikasi FCC dari Amerika Serikat untuk aspek frekuensi radio dan interferensi elektromagnetik. Artinya, robot ini legal secara teknis di dua pasar raksasa dunia.
Standar EN 18031: Benteng Perlindungan Data di Era Robotik
Bagi pecinta otomotif yang peduli privasi, EN 18031 adalah kata kunci penting. Standar ini merupakan mandat baru berdasarkan Delegated Act Article 3.3 (d) dan (e) Radio Equipment Directive Uni Eropa. Mornine memenuhi dua bagian: EN 18031-1:2024 untuk keamanan siber dan EN 18031-2:2024 untuk perlindungan data. Dalam praktiknya, ini memastikan bahwa data pelanggan yang terekam selama interaksi di dealer—mulai dari preferensi mobil hingga riwayat percakapan—tidak bocor atau disalahgunakan. Ini langkah maju yang patut diapresiasi, mengingat semakin canggihnya sistem otomatisasi dealer dan kecerdasan buatan otomotif.
Dari WRC Beijing ke Dealer Indonesia: Nyata, Bukan Sekadar Pamer
Yang tak kalah penting, Mornine bukan sekadar robot pameran. AiMOGA mencatat robotika mereka telah diimplementasikan di lebih dari 100 skenario riil lintas sektor. Di kawasan ASEAN, AiMOGA juga ikut dalam pameran Automation Thailand dan membuka AI Robot Experience Center di Vietnam. Bahkan, di ajang World Robot Conference (WRC) 2026 Beijing, Mornine didemonstrasikan secara langsung dengan koneksi real-time ke jaringan dealer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Artinya, apa yang kita lihat di dealer Chery adalah hasil dari ekosistem robotik yang sudah matang, bukan sekadar konsep.
Opini: Robot di Dealer, Antara Gimmick dan Masa Depan Layanan
Sebagai pengamat otomotif, saya melihat langkah Chery ini berani dan strategis. Di satu sisi, Mornine bisa menjadi pembeda di tengah persaingan merek China lainnya. Tapi yang lebih penting, ini menunjukkan bahwa transformasi digital dealer bukan lagi sekadar layar sentuh atau aplikasi AR. Robot humanoid membawa interaksi yang lebih personal, dan dengan sertifikasi keamanan yang ketat, Chery dan AiMOGA mencoba menjawab kekhawatiran konsumen akan privasi. Namun, tantangan terbesar adalah adaptasi: apakah staf dealer dan pelanggan siap berinteraksi dengan robot sebagai rekan kerja? Ini akan menjadi uji sosial yang menarik. Saya menduga, dalam dua tahun ke depan, robot asisten akan menjadi standar di dealer premium, dan Chery mengambil posisi first-mover yang cerdas.
FAQ Terkait Berita Ini
Apakah Mornine menggantikan peran sales advisor manusia?
Tidak. Mornine berfungsi sebagai asisten pendamping, bukan pengganti. Ia membantu menyambut, memandu, dan memberikan informasi awal, tetapi keputusan pembelian dan negosiasi tetap dilakukan oleh staf manusia.
Apakah Mornine sudah beroperasi di semua dealer Chery Indonesia?
Saat ini belum disebutkan secara rinci jumlah dealer yang sudah mengoperasikan. Namun, berdasarkan rilis, Mornine telah diterapkan di jaringan dealer di Indonesia, Malaysia, dan Afrika Selatan, dan kemungkinan akan diperluas secara bertahap.
Apa bedanya Mornine dengan robot pelayan di restoran?
Mornine dirancang khusus untuk ritel otomotif dengan kemampuan konsultasi spesifikasi kendaraan, keamanan data pelanggan, dan sertifikasi keselamatan mesin tingkat Eropa. Robot restoran umumnya tidak memiliki sertifikasi seketat itu dan tidak dirancang untuk interaksi konsultatif yang kompleks.
BERITA TERKAIT (Otomotif)

Bantah Keraguan, Yamaha GEAR ULTIMA Tuntaskan 2.740 Km Ekspedisi Lintas Alam Selebes

Kimi Antonelli Ukir Sejarah F1 2026: Gelar Juara Dunia Termuda di Balik Regimen Latihan Otot Leher 40 Kilogram

Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Jakarta Mulai 2 November 2026, Ini Persyaratan dan Cara Mengurusnya
