Peringatan Keras Prabowo: Karhutla Jangan Sampai Melanda Zona Inti IKN, 458 Hektare Terbakar
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan keras agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan tidak merembet hingga ke kawasan inti Ibu Kota Nusantara (IKN). Pernyataan itu disampaikan dalam rapat terbatas secara virtual, Senin (7/9), usai menerima laporan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto yang mengungkapkan bahwa 458 hektare lahan di wilayah IKN telah terbakar dan masih dalam proses pemadaman.
Dalam rapat tersebut, Prabowo menekankan perlunya penguatan upaya pemadaman, termasuk pengerahan aset-aset tambahan. "Hal yang harus diperhatikan juga kebakaran yang dekat IKN itu, harus diperhatikan mungkin kita harus kerahkan aset-aset lebih, untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke zona inti," ujar Presiden.
Peringatan ini bukan sekadar rutinitas. IKN adalah proyek strategis bernilai triliunan rupiah yang menjadi simbol ambisi pemerintahan baru. Jika karhutla sampai meluluhlantakkan zona inti, bukan hanya citra nasional yang tercoreng, tetapi juga kepercayaan investor asing yang selama ini diharapkan mengalir deras. IKN kini berada di ujung tanduk, sementara musim kemarau masih menyisakan ancaman besar.
Suharyanto melaporkan bahwa karhutla masih melanda enam provinsi prioritas, yakni Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi. Dari keenamnya, Kalimantan Barat mencatat luas lahan terbakar terbesar. Namun, yang menarik perhatian adalah munculnya titik api di luar kategori prioritas, tepatnya di wilayah IKN, Kalimantan Timur.
BNPB mengerahkan satuan tugas (satgas) darat dan udara untuk memadamkan api. Namun, Suharyanto mengakui bahwa satgas udara kerap terhambat cuaca ekstrem, sehingga satgas darat menjadi tulang punggung operasi. "Sebenarnya enam provinsi prioritas sudah banyak lahan yang padam, tetapi asap masih keluar dari lahan gambut yang menyebabkan api terus muncul," jelasnya.
Fakta bahwa lahan gambut masih mengeluarkan asap menunjukkan bahwa pemadaman permukaan tidak cukup. Api di bawah tanah bisa terus menyala dan muncul kembali, mengancam kawasan IKN yang hanya berjarak puluhan kilometer dari titik-titik api. Keterbatasan teknologi pemadaman dan cuaca yang tidak bersahabat menjadi PR besar bagi BNPB dan pemerintah daerah.
FAQ Terkait Berita Ini
1. Berapa luas lahan IKN yang terbakar?
Menurut laporan BNPB, 458 hektare lahan di kawasan IKN telah terbakar dan masih dalam proses pemadaman.
2. Mengapa pemadaman udara sering terhambat?
Cuaca buruk, seperti kabut dan hujan, kerap menghalangi operasi helikopter water bombing, sehingga satgas darat menjadi andalan.
3. Apa dampak jika karhutla mencapai zona inti IKN?
Selain merusak infrastruktur dan aset negara, hal itu bisa memicu krisis kepercayaan investor dan menurunkan citra proyek IKN sebagai ibu kota hijau dan berkelanjutan.


