Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Konser Kahitna 40 Tahun Malah Jadi Bencana? Promotor Minta Maaf, Tapi Netizen Gak Terima!

SelebritiRio DewantaraRio DewantaraSumber: CNN Selebriti
Rio Dewantara
Rio Dewantara
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Konser Kahitna 40 Tahun Malah Jadi Bencana? Promotor Minta Maaf, Tapi Netizen Gak Terima!
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Promotor konser Kahitna yang digelar di NICE PIK 2 pada 5 September 2026 akhirnya angkat bicara setelah acara perayaan 40 tahun grup legendaris itu banjir kritik pedas dari para Soulmate .
  • Mulai dari antrean berdesakan, tata kursi yang timpang, sound sember, sampai durasi ngobrol yang lebih panjang dari nyanyi—semua jadi bahan sindiran keras di media sosial.
  • Promotor Enjoy Live Experience menyampaikan permintaan maaf dan mengajak penggemar mengisi formulir keluhan, tapi justru memicu gelombang kekecewaan baru karena dianggap tidak serius menangani evaluasi.

Promotor konser Kahitna yang digelar di NICE PIK 2 pada 5 September 2026 akhirnya angkat bicara setelah acara perayaan 40 tahun grup legendaris itu banjir kritik pedas dari para Soulmate. Mulai dari antrean berdesakan, tata kursi yang timpang, sound sember, sampai durasi ngobrol yang lebih panjang dari nyanyi—semua jadi bahan sindiran keras di media sosial. Promotor Enjoy Live Experience menyampaikan permintaan maaf dan mengajak penggemar mengisi formulir keluhan, tapi justru memicu gelombang kekecewaan baru karena dianggap tidak serius menangani evaluasi.

Apa Saja yang Salah di Konser Kahitna 40 Tahun?

Konser yang seharusnya menjadi momen bersejarah bagi Kahitna dan para penggemar justru berubah jadi ajang unjuk rasa virtual. Keluhan terbanyak datang dari pengaturan masuk yang kacau—tanpa barcode di gelang, antrean yang tidak terkoordinasi, dan petugas keamanan tanpa pengeras suara. Belum lagi layout panggung yang dinilai tidak proporsional: area silver dan gold di sisi kanan-kiri nyaris tidak melihat apa-apa karena layar tidak menjangkau ujung panggung.

Penonton juga menyoroti sound system yang tidak jelas di bagian belakang, serta jeda konser yang diisi dengan iklan berulang-ulang, bukan lagu-lagu Kahitna untuk membuat suasana tetap hangat. Bahkan, banyak yang menyebut konser ini separuhnya lebih mirip podcast karena para personel lebih banyak berbincang dan berganti kostum daripada bernyanyi. Durasi konser pun molor, mulai dari jadwal buka panggung yang mundur 30 menit hingga akhir yang terasa anti-klimaks.

Promotor Minta Maaf, Netizen: 'Kami Bukan Peserta Training Gratisan!'

Melalui unggahan di media sosial pada Minggu (6/9), Enjoy Live Experience mengaku akan melakukan evaluasi internal dan meminta penonton mengisi formulir keluhan. Namun pernyataan ini justru memantik amarah. Sebab, tiket konser tidak murah—dari Rp450 ribu hingga Rp3,5 juta—dan penggemar merasa sudah kecewa, malah diminta repot-repot mengisi formulir lagi.

Seorang netizen berkomentar, "Buka Threads aja min, capek-capek tulis di sana, masa masih minta disuapin?". Ada pula yang menyindir, "As a business, kalian ya review mandiri dari semua chanel, baca baik-baik, pakai kepala dingin. Kami bukan peserta training gratisan yang abis training dimintain feedback." Bahkan, tidak sedikit yang menuntut promotor untuk mundur dan tidak lagi bekerja sama dengan Kahitna agar konser mendatang lebih berkualitas.

Keluhan lain datang dari perubahan seat plan yang diumumkan hanya H-14 acara, padahal banyak pembeli tiket memutuskan berdasarkan denah kursi awal. Perubahan sepihak itu dianggap sebagai ingkar janji. Lokasi venue di NICE PIK 2 juga dinilai kurang strategis dibanding ISTORA, JCC, atau ICE yang lebih representatif.

Analisis Nadia: Ini Pelajaran Berharga Bagi Promotor Konser di Indonesia

Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat kasus ini bukan sekadar kegagalan teknis, tapi juga kegagalan empati. Konser perayaan 40 tahun adalah momen sakral bagi fans yang sudah setia mendampingi Kahitna selama empat dekade. Mereka rela merogoh kocek dalam-dalam, bukan untuk mendengar obrolan panjang atau melihat layar kosong, tapi untuk merasakan euforia musik yang membawa nostalgia.

Promotor seharusnya sadar bahwa pengalaman penonton adalah produk utama, bukan sekadar tiket dan panggung. Ketika celah-celah kecil seperti toilet tidak cukup, jajanan tidak menarik, dan antrean berdesakan terjadi, itu menunjukkan kurangnya site survey dan manajemen lapangan yang matang. Dan yang paling fatal adalah ketika promotor meminta feedback dengan cara yang terkesan melempar tanggung jawab—padahal sebagai penyelenggara profesional, mereka wajib melakukan evaluasi mandiri tanpa harus menyuruh pelanggan mengisi formulir lagi.

Kabar baiknya, Kahitna sendiri masih belum memberikan pernyataan resmi. Saya berharap para personel segera angkat bicara dan menjembatani kekecewaan Soulmate, karena nama besar Kahitna juga ikut tercoreng oleh kelalaian promotor. Semoga ini menjadi pelajaran bagi industri konser Tanah Air: kepercayaan penonton adalah aset paling berharga, dan sekali retak, sulit diperbaiki.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Apa penyebab utama kekecewaan penonton konser Kahitna 40 Tahun?
Utamanya karena pengaturan antrean yang kacau, tata kursi yang tidak seimbang dengan panggung, sound system yang buruk, terlalu banyak sesi bicara dan ganti baju, serta perubahan seat plan sepihak yang merugikan pembeli tiket.

2. Bagaimana respons promotor atas keluhan tersebut?
Promotor Enjoy Live Experience meminta maaf secara terbuka dan mengajak penonton mengisi formulir keluhan untuk evaluasi internal. Namun banyak penggemar menilai langkah ini tidak cukup dan terkesan menyulitkan konsumen.

3. Apakah Kahitna sudah memberikan tanggapan terkait masalah ini?
Hingga berita ini diterbitkan, Kahitna belum mengeluarkan pernyataan resmi apa pun mengenai keluhan penggemar terhadap konser perayaan 40 tahun mereka.

Meow! Tanya Nesi!
😸