Ketegangan Diplomatik Memanas: Israel Siapkan Balasan Jika Inggris Terapkan Sanksi Ekonomi

Hubungan bilateral Israel-Inggris memasuki fase kritis setelah Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, secara terbuka mengancam akan melakukan tindakan balasan jika pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap negaranya. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi ketegangan yang dipicu oleh rencana Israel memperluas permukiman di Tepi Barat, serta sanksi individu yang telah dijatuhkan London terhadap dua menteri sayap kanan Israel pada Juni 2025.
Dalam wawancara dengan media Israel Ynet, Selasa (7/9), Sa'ar menuding pemerintahan Partai Buruh pimpinan Keir Starmer kebijakan luar negeri Inggris dianggap sistematis merugikan Israel, mulai dari pembatasan ekspor pertahanan hingga sanksi personal terhadap Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich. Kedua tokoh tersebut dikenai sanksi karena dinilai menghasut kekerasan pemukim terhadap warga Palestina selama operasi militer Israel di Gaza.
Sa'ar menegaskan, “Jika Inggris bertindak melawan Israel, Israel akan bertindak melawan Inggris,” seraya menambahkan bahwa langkah London akan menjadi “kesalahan besar.” Ia mengonfirmasi bahwa tim diplomatik dan ekonomi Israel tengah menyusun daftar langkah balasan yang siap diaktifkan sewaktu-waktu, meski ia tidak merinci bentuk sanksi apa yang akan dijatuhkan.
Kronologi Ketegangan: dari Sanksi Individu hingga Rencana Permukiman E1
Perselisihan ini berakar pada penolakan keras Inggris terhadap rencana Israel memperluas permukiman di kawasan E1, Tepi Barat – wilayah yang menghubungkan Yerusalem dengan pemukiman Ma'ale Adumim dan dinilai strategis bagi kelangsungan solusi dua negara. Pada akhir Agustus lalu, Sa'ar dan Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband terlibat perdebatan sengit di forum diplomatik, dengan Miliband menyebut ekspansi itu sebagai “ancaman serius terhadap perdamaian” dan melanggar hukum internasional.
Langkah Inggris menjatuhkan sanksi terhadap Ben Gvir dan Smotrich pada Juni 2025 menjadi puncak dari sikap kritis London. Pemerintah Inggris menyatakan bahwa kedua menteri terlibat dalam kampanye yang memperkeruh situasi di Tepi Barat, termasuk mendorong pemukim ekstremis. Israel membalas dengan tuduhan bahwa Inggris ikut campur dalam urusan dalam negeri dan memihak narasi Palestina secara tidak proporsional.
Analisis: Dampak Diplomatik dan Ekonomi di Tengah Dinamika Global
Ancaman balasan Israel bukan sekadar retorika. Inggris merupakan mitra dagang utama Israel, dengan volume perdagangan mencapai sekitar 5 miliar dolar AS per tahun, termasuk sektor teknologi, farmasi, dan peralatan pertahanan. Jika sanksi ekonomi dijatuhkan, dampaknya bisa meluas ke investasi teknologi dan rantai pasok pertahanan, sementara Israel bisa membalas dengan hambatan non-tarif atau pembatasan kerja sama intelijen.
Dari sudut pandang geopolitik, konflik ini mencerminkan pergeseran sikap negara-negara Barat terhadap kebijakan permukiman Israel, terutama di bawah tekanan publik dan organisasi hak asasi manusia. Inggris, sebagai bekas penguasa mandat Palestina, memiliki tradisi keterlibatan diplomatik yang kuat, namun pemerintahan Starmer menunjukkan pendekatan yang lebih tegas dibanding pendahulunya. Israel, di sisi lain, berada di bawah koalisi sayap kanan yang menjadikan ekspansi permukiman sebagai prioritas nasional, sehingga ruang kompromi semakin sempit.
Para pengamat menilai bahwa eskalasi ini bisa mengganggu upaya normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab melalui jalur diplomatik, karena Inggris adalah sekutu dekat negara-negara Teluk. Namun, tekanan domestik di kedua negara justru mendorong para pemimpin untuk bersikukuh pada posisi masing-masing. Sa'ar, yang dikenal sebagai politisi garis keras, tampaknya memanfaatkan isu ini untuk memperkuat citranya di tengah publik Israel yang sensitif terhadap campur tangan asing.
Ke depan, yang perlu dicermati adalah apakah sanksi Inggris akan bersifat simbolis atau mencakup pembatasan ekonomi yang signifikan, serta sejauh mana Israel bersedia mengambil risiko dalam membalas salah satu sekutu tradisionalnya. Ketegangan ini juga menjadi uji bagi diplomasi Eropa dan AS, yang selama ini berusaha menjadi penengah namun sering kali kehilangan pengaruh di tengah polarisasi yang tajam.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa yang menjadi pemicu utama ancaman Israel terhadap Inggris?
Pemicu utamanya adalah rencana Israel memperluas permukiman di kawasan E1 Tepi Barat, yang mendapat kecaman keras dari Inggris, ditambah dengan sanksi individu yang dijatuhkan London terhadap dua menteri Israel pada Juni 2025 karena dinilai menghasut kekerasan pemukim.
Bentuk sanksi apa yang mungkin dijatuhkan Israel kepada Inggris?
Meskipun belum dirinci, Israel dapat membalas melalui pembatasan impor, pemblokiran kontrak pertahanan, atau langkah diplomatik seperti penurunan status hubungan. Menteri Sa'ar hanya menyebutkan bahwa tim sedang menyusun opsi balasan.
Bagaimana dampak potensial bagi perdamaian Timur Tengah?
Konflik ini dapat melemahkan upaya mediasi internasional dan mempersulit negosiasi dua negara, karena Inggris adalah aktor kunci di Dewan Keamanan PBB. Selain itu, eskalasi bisa mempengaruhi iklim investasi dan stabilitas regional, terutama jika negara-negara Eropa lain mengikuti jejak Inggris.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Momen Canggung Raja Charles di Antigua: Kehujanan dan Mencari Payung di Parade Kemerdekaan

Senator AS Chris Murphy Kena Stroke di Pertandingan Hoki, Dokter Optimistis

Haley Stevens Dikecualikan Demokrat Michigan Usai Dukung Kandidat Republik
