Kembali ke Inggris, Meghan Markle Kesulitan Cari Staf Gegara Reputasi Buruk: 'Pelamar Cuma Disuruh Berdiri Diam!'
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Kembali ke Inggris untuk menetap dalam waktu lama, Meghan Markle dan Pangeran Harry justru dihadang masalah tak terduga: kabar buruk soal perlakuan sang Duchess terhadap staf rumah tangga membuat calon pelayan ogah melamar. Para pelamar disebut hanya disuruh menyerahkan CV dan berdiri diam tanpa boleh bicara atau kontak mata—sebuah pengalaman yang kini menjadi buah bibir di kalangan pekerja kerajaan.
Wawancara Kasar Ala Meghan: 'Dilarang Bicara, Tak Boleh Kontak Mata'
Menurut sumber yang dikutip Page Six, praktik wawancara yang dilakukan Meghan Markle saat tinggal di Inggris sebelumnya dinilai sangat kasar. Pelamar asisten rumah tangga atau pelayan pada dasarnya dilarang berbicara dan hanya diminta menyerahkan resume, lalu berdiri di sudut ruangan dalam keheningan sementara Meghan meninjaunya dari kursi.
"Mereka akan menyerahkan resume, lalu diminta berdiri di sisi ruangan, tidak boleh bicara dan tidak boleh melakukan kontak mata saat Meghan duduk di sana dan meninjaunya," klaim sumber. "Dia tidak akan mengajukan pertanyaan atau melakukan percakapan yang sesungguhnya. Dia akan meluangkan waktu membaca resume itu, memandang orang tersebut dari atas ke bawah, lalu begitu saja menyuruh mereka pergi."
Kejadian ini ternyata tidak hanya sekali atau dua kali. Kabar perlakuan itu cepat menyebar di antara staf rumah tangga, dan reputasi Meghan pun meninggalkan kesan buruk yang sulit dilupakan. Seorang sumber kedua menambahkan bahwa cerita tentang Duchess of Sussex telah beredar selama bertahun-tahun, dan banyak pekerja yang kini tidak berminat menempatkan diri dalam situasi seperti itu.
Reputasi yang Menghantui: 'Tak Akan Ada yang Mengantre'
Bagi para pekerja rumah tangga pribadi, nama Meghan Markle sudah menjadi 'red flag'. Seorang sumber menduga, setelah pasangan Sussex kembali ke Inggris, Meghan mungkin akan mencari staf lagi, tetapi "menurut saya tidak akan ada orang yang mengantre untuk pekerjaan-pekerjaan tersebut," ujarnya. "Ada banyak kekhawatiran mengenai seperti apa sebenarnya rasanya bekerja di rumah tangga tersebut."
Fenomena ini menarik untuk dicermati. Di satu sisi, istana Inggris dikenal dengan protokol ketat, tetapi perlakuan yang digambarkan sumber tersebut terkesan merendahkan. Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat ini bukan sekadar gosip selebriti, melainkan cerminan dinamika kekuasaan dan ekspektasi yang kadang melampaui batas kewajaran—terutama di tengah narasi Meghan yang kerap menyuarakan keadilan dan kesejahteraan mental.
Pulang Kampung dengan Jet Pribadi Rp2 Miliar
Pasangan Meghan Markle dan Pangeran Harry tiba di Bandara Birmingham pada Rabu (26/8) siang waktu setempat, setelah menyewa jet pribadi dari perusahaan Planet 9 dengan biaya sekitar US$12 ribu per jam. Untuk penerbangan 10 jam, totalnya mencapai US$120 ribu atau lebih dari Rp2,1 miliar—sebuah angka yang tentu membuat banyak orang bergidik. Sebuah sumber mengatakan mereka memilih jet pribadi agar bisa membawa kedua anjing keluarga, Pula dan Mia, ke Inggris.
Keputusan ini menimbulkan pertanyaan: di satu sisi mereka kembali ke Inggris dengan kemewahan, tetapi di sisi lain reputasi di kalangan staf justru semakin terpuruk. Ironi yang terasa kental, terutama bagi pasangan yang sering berbicara tentang kesetaraan dan kepedulian.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa yang membuat staf ogah bekerja untuk Meghan Markle?
Staf merasa diperlakukan kasar dalam proses wawancara—pelamar hanya disuruh berdiri diam tanpa diberi kesempatan bicara atau kontak mata, dan itu terjadi berulang kali sehingga kabar buruk menyebar luas.
Berapa biaya sewa jet pribadi yang digunakan Harry dan Meghan?
Mereka menyewa jet dengan biaya US$12 ribu per jam, total sekitar US$120 ribu (lebih dari Rp2,1 miliar) untuk penerbangan 10 jam dari California ke Inggris.
Apakah Meghan Markle memang dikenal sulit dalam urusan staf?
Menurut sumber-sumber yang diwawancarai Page Six, reputasi tersebut sudah beredar bertahun-tahun di kalangan pekerja rumah tangga pribadi, dan banyak yang menghindari tawaran bekerja untuknya karena cerita-cerita yang didengar.


