Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Kebakaran Pasar di Paniai Papua Tengah: 11 Tewas, Puluhan Kios Ludes, Polisi Selidiki Penyebab

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kebakaran Pasar di Paniai Papua Tengah: 11 Tewas, Puluhan Kios Ludes, Polisi Selidiki Penyebab
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Kebakaran hebat melanda pasar di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Papua Tengah, pada Senin dini hari, menewaskan 11 orang.
  • Korban terdiri dari 5 dewasa dan 6 anak-anak, dengan usia termuda 2 tahun; seluruh jenazah dievakuasi ke RSUD Paniai.
  • Api menghanguskan sekitar 40 bangunan dan baru dapat dikendalikan setelah 3 jam; polisi masih menyelidiki penyebab pasti.

Kebakaran besar meluluhlantakkan kawasan pasar di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Provinsi Papua Tengah, pada Senin (7/9) dini hari. Peristiwa tragis ini menewaskan 11 orang, terdiri dari lima orang dewasa dan enam anak-anak, serta menghanguskan puluhan kios dan bangunan.

Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah melalui Kasubbid Penmas Humas, Kompol Henry J. Manurung, membenarkan kejadian tersebut. Api pertama kali terlihat sekitar pukul 00.25 WIT dan dengan cepat membesar karena bangunan pasar yang saling berdempetan. "Kebakaran di kawasan pasar di Kampung Bapouda mengakibatkan puluhan rumah terbakar dan 11 orang meninggal dunia," ujar Manurung, Senin (7/9) pagi.

Proses pemadaman menghadapi kendala berat akibat intensitas api yang tinggi dan tata letak kios yang rapat. Satu kendaraan taktis penyemprot air diterjunkan, namun api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIT. "Besarnya kobaran dan bangunan yang berdempetan membuat pemadaman berlangsung lama," tambahnya.

Setelah api reda, petugas melakukan pemeriksaan di lokasi dan menemukan 11 korban jiwa dalam kondisi terbakar. Mereka yang meninggal adalah Na (70), Wa (36), Ha (30), RF (28), dan He (30) untuk kelompok dewasa, serta anak-anak bernama As (9), Ab (6), Ad (5), Ar (9), Ic (6), dan AY (2). Seluruh jenazah dibawa ke RSUD Paniai untuk penanganan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan polisi. Kompol Manurung menegaskan bahwa tim dari Polda terus mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. "Kami masih menyelidiki penyebab pasti, termasuk kemungkinan korsleting listrik atau kelalaian manusia," ungkapnya.

Analisis Pakar

Peristiwa kebakaran pasar di Paniai ini bukan sekadar musibah, melainkan cerminan nyata dari lemahnya sistem keselamatan kebakaran di wilayah pedalaman Indonesia. Sepanjang karier saya meliput berbagai bencana, pola yang sama selalu terulang: bangunan pasar tradisional dibangun tanpa memperhatikan jarak aman, tidak ada akses jalan yang memadai untuk mobil pemadam, dan minimnya kesadaran masyarakat akan bahaya api. Di Paniai, kondisi ini diperparah dengan keterbatasan sarana air dan alat pemadam ringan, sehingga ketika api muncul, ia menjadi bola api yang tak terkendali.

Korban jiwa yang mencapai 11 orang, terutama enam anak-anak, adalah pukulan telak bagi pemerintah daerah. Pertanyaan besar yang harus dijawab adalah: mengapa pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat tidak dilengkapi dengan protokol darurat kebakaran? Apa peran dinas pemadam kebakaran setempat yang nyaris tak terdengar? Saya mencurigai bahwa anggaran untuk pemeliharaan dan pengawasan di daerah-daerah terpencil sering kali terabaikan, digantikan dengan prioritas politik yang pragmatis. Ini bukan pertama kali kebakaran pasar terjadi di Papua, dan jika tidak ada evaluasi menyeluruh, maka tragedi serupa akan terus berulang.

Lebih jauh, saya menyoroti proses evakuasi yang terlambat dan kurangnya koordinasi antara polisi, pemerintah distrik, dan rumah sakit. RSUD Paniai yang disebut sebagai tempat evakuasi mungkin belum siap menangani korban luka bakar massal. Padahal, luka bakar derajat berat membutuhkan penanganan spesialis yang biasanya hanya ada di kota besar. Pemerintah pusat harus segera turun tangan, tidak hanya untuk menyelidiki penyebab kebakaran, tetapi juga untuk membangun kembali pasar dengan standar yang layak dan memberikan pelatihan tanggap darurat bagi warga. Jika tidak, kita hanya akan menghitung jumlah korban berikutnya.

Sebagai jurnalis investigasi, saya mendesak Komnas HAM dan Komisi Perlindungan Anak untuk mengusut tuntas kelalaian negara dalam melindungi warganya. Kehilangan nyawa anak-anak yang seharusnya dapat dicegah adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Pemerintah Provinsi Papua Tengah harus membuka data anggaran pemadam kebakaran dan menjadwalkan audit keselamatan di semua pasar tradisional. Rakyat berhak tahu apakah pajak mereka digunakan untuk keselamatan atau hanya untuk proyek-proyek seremonial.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa jumlah korban tewas dalam kebakaran pasar Paniai?
    A: Sebanyak 11 orang tewas, terdiri dari 5 dewasa dan 6 anak-anak.
  • Q: Apa penyebab kebakaran pasar di Paniai?
    A: Penyebab pasti masih dalam penyelidikan polisi. Diduga kuat akibat korsleting listrik atau kelalaian, tetapi belum ada kesimpulan resmi.
  • Q: Kapan kebakaran itu terjadi dan di mana lokasi pastinya?
    A: Kebakaran terjadi pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 00.25 WIT, di kawasan pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Provinsi Papua Tengah.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ