⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gula Aren Kampung Tembus Ekspor! Kisah Susanti yang Viral di TikTok dan Borong Pesanan 30 Ton

SelebritiAyu LestariAyu LestariSumber: KapanLagi
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Gula Aren Kampung Tembus Ekspor! Kisah Susanti yang Viral di TikTok dan Borong Pesanan 30 Ton
BAGIKAN:

Siapa sangka, gula aren buatan tangan Susanti dari Bungbulang, Garut, kini menembus pasar ekspor? Berkat pinjaman modal Rp4 juta dari PNM Mekaar dan pendampingan intensif, produk Gasebu (Gula Semut Bungbulang) berhasil mencuri perhatian eksportir hingga memesan 30 ton. Kisah inspiratif ini bermula dari 2015, ketika Susanti memulai usaha tanpa merek kuat, namun kini viral di TikTok dan menggerakkan ekonomi 130 warga sekitar.

Perjalanan Gasebu dari Nol: Modal Kecil, Mimpi Besar

Susanti, ibu rumah tangga asal kaki perbukitan Bungbulang, memulai usahanya dengan keterbatasan. Gula aren produksinya memang berkualitas, tapi belum punya identitas merek, promosi minim, dan catatan usaha berantakan. Akibatnya, peluang ekspor yang menggiurkan harus tertunda. Namun, semuanya berubah saat ia bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar. Selain akses modal, ia mendapat pendampingan menyeluruh—dari kemasan, strategi digital, hingga live shopping.

Viral di TikTok dan Dilirik Eksportir

Produk gula aren Bungbulang tiba-tiba meledak di media sosial. Video-video pembuatan gula semut yang autentik membuat Gasebu dikenal luas. Tak lama, eksportir asal Cianjur, Mahkota Bumi, datang langsung ke rumah produksi dan meminta sampel untuk penjajakan ekspor sebanyak 30 ton. "Ini benar-benar wadah luar biasa. Saya merasa diapresiasi banget," ujar Susanti dengan mata berbinar.

Bagi Nadia Putri, fenomena ini menunjukkan bahwa usaha mikro bisa naik kelas jika didukung ekosistem yang tepat. "Kombinasi modal, pendampingan, dan pemanfaatan digital adalah kunci. Gasebu bukan sekadar produk, tapi gerakan ekonomi kerakyatan yang patut dicontoh," ujar Nadia dalam analisisnya.

Dampak Sosial: 130 Orang Tergantung pada Gasebu

Kesuksesan Gasebu tak hanya dirasakan Susanti. Kini, 113 petani aren dan 17 pekerja di rumah produksi ikut menikmati aliran penghasilan. Bahkan, sebagian keuntungan disisihkan untuk kegiatan sosial di lingkungan. Susanti berharap pendampingan berlanjut: "Mudah-mudahan ada program lain yang lebih mengembangkan usaha dan berdampak lebih luas."

Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa ekonomi kerakyatan butuh lebih dari sekadar uang. "Usaha ultra mikro harus dibukakan jalan agar naik kelas. Literasi dan kualitas usaha harus ditingkatkan," jelasnya. Dan Gasebu adalah bukti nyata—dari Bungbulang, gula aren kini melangkah ke pasar global, membawa harapan bagi desa.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa itu Gasebu?
Gasebu adalah singkatan dari Gula Semut Bungbulang, produk gula aren asal Garut yang diproduksi oleh Susanti dan kelompok petani setempat.

Bagaimana Susanti bisa tembus ekspor?
Setelah mendapatkan pendampingan dari PNM Mekaar—termasuk kemasan dan pemasaran digital—produknya viral di TikTok, yang menarik perhatian eksportir hingga memesan 30 ton untuk penjajakan.

Apa peran PNM Mekaar dalam kesuksesan ini?
PNM Mekaar memberikan akses modal awal Rp4 juta, pelatihan, dan pendampingan usaha, serta membuka jaringan pemasaran yang lebih luas, termasuk kesempatan ekspor.

Meow! Tanya Nesi!
😸