Garuda Indonesia Alihkan 4 Rute ke Kertajati, Penutupan Soekarno-Hatta Berlanjut

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Garuda Indonesia Alihkan 4 Rute ke Kertajati, Penutupan Soekarno-Hatta Berlanjut
BAGIKAN:

Jakarta, 7 September 2025 – Sebanyak empat penerbangan Garuda Indonesia yang semula mendarat di Bandara Soekarno-Hatta (CGK) terpaksa dialihkan ke Bandara Kertajati (KJT) di Majalengka, Jawa Barat, menyusul penutupan total bandara terbesar di Tanah Air akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan bahwa pengalihan rute sudah berlangsung sejak Sabtu (6/9) dan akan berlanjut dengan kedatangan pesawat dari Jeddah serta Amsterdam pada hari ini.

Keputusan darurat ini diambil setelah uji paper test di sejumlah bandara menunjukkan kandungan abu vulkanik yang membahayakan penerbangan. Bandara Kertajati dipilih sebagai salah satu pelabuhan udara alternatif utama, bersama dengan Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Juanda di Surabaya, serta Bandara Adi Soemarmo dan Jenderal Ahmad Yani di Jawa Tengah. Menhub Dudy juga mengungkapkan bahwa Singapore Airlines akan mengganti armada Boeing 737-800 dengan Airbus A350 untuk menambah kapasitas, serta mengarahkan penumpang ke Surabaya dan Yogyakarta sebagai titik evakuasi.

Dampak Operasional dan Langkah Antisipasi

Hingga Senin ini, total tujuh bandara masih ditutup, meliputi Soekarno-Hatta, Radin Inten II (Lampung), Budiarto, Halim Perdanakusuma, Pondok Cabe, Muhammad Taufiq Kiemas (Lampung), dan Husein Sastranegara (Jawa Barat). Satu-satunya bandara yang dinyatakan aman adalah Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang sudah beroperasi normal.

Dudy mendorong maskapai, khususnya penerbangan asing, untuk menggunakan pesawat berbadan lebar dan memanfaatkan bandara alternatif yang tersedia. “Penumpang yang tertahan di luar negeri bisa segera dipulangkan melalui jalur-jalur ini,” tegasnya. Langkah ini dinilai krusial mengingat abu vulkanik tidak hanya mengganggu visibilitas tetapi juga dapat merusak mesin turbin, sehingga keselamatan menjadi prioritas mutlak.

Analisis Siti Amalia: Kesiapan Infrastruktur dan Dampak Ekonomi

Secara makro, peristiwa ini menjadi uji nyata bagi kesiapan Bandara Kertajati sebagai pusat penerbangan alternatif. Sejak awal dibangun, Kertajati digadang-gadang menjadi pengurai kepadatan Soekarno-Hatta, namun hingga kini tingkat okupansi masih jauh di bawah kapasitas. Penutupan CGK memberi momentum bagi Kertajati untuk membuktikan kemampuannya—dari sisi runway, ground handling, hingga ketersediaan akomodasi bagi penumpang yang dialihkan. Di sisi lain, gangguan ini berpotensi menggerus kepercayaan jadwal penerbangan dan merugikan sektor logistik udara, mengingat Jakarta dan Banten adalah pintu gerbang ekspor-impor terbesar. Investor dan pelaku usaha patut mencermati kecepatan pemulihan operasional, karena setiap hari penutupan bisa menekan aktivitas bisnis, terutama bagi komoditas perishable dan barang bernilai tinggi.

FAQ Terkait Berita Ini

  • Mengapa Bandara Soekarno-Hatta ditutup? Penutupan dilakukan akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi melalui uji paper test, demi keselamatan penerbangan.
  • Rute apa saja yang dialihkan ke Kertajati? Empat penerbangan Garuda Indonesia dan dua rute internasional dari Jeddah serta Amsterdam akan mendarat di Kertajati, dengan tambahan penerbangan Singapore Airlines yang diarahkan ke Surabaya dan Yogyakarta.
  • Berapa lama penutupan berlangsung? Hingga saat ini belum ada batas waktu pasti; pembukaan kembali akan dilakukan secara bertahap setelah uji paper test menunjukkan hasil negatif di masing-masing bandara.
Meow! Tanya Nesi!
😸