Ganteng dan Berprestasi! Putra Diah Permatasari Jadi Model Jersey Tim Indonesia Asian Games 2026, Tapi Ada Satu Syarat yang Harus Dipenuhi
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Diah Permatasari baru saja membocorkan kabar mengejutkan seputar putra bungsunya, Marco. Bukan sekadar anak artis biasa, Marco kini resmi menjadi salah satu model untuk jersey resmi Tim Indonesia yang akan dikenakan pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh sang ibu di kawasan SCBD, Senin (7/9/2026), sembari menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama bagi sang putra.
"Yang kecil sekarang udah merambah ke jadi model. Salah satu anak saya tuh kan salah satu modelnya jersey Olimpiade dan kemarin Asian Games juga modelnya dia bersama anaknya Maudy Koesnaedi berdua tuh yang cowok itu, satunya anak saya," ujar Diah dengan bangga. Akun Tim Indonesia Official di Instagram pun turut mengunggah potret Marco yang memukau dalam balutan jersey kebanggaan merah-putih.
Bakat di Dunia Hiburan, Tapi Sekolah Tetap Nomor Satu
Meski Marco menunjukkan ketertarikan besar pada dunia hiburan dan modeling, Diah Permatasari tak serta-merta melepas sang anak terjun bebas. Sebagai ibu dua anak, ia memasang aturan tegas: aktivitas di ranah glitz and glamour tidak boleh mengganggu bangku kuliah. Saat ini, Marco tengah menempuh pendidikan S1 di Amerika Serikat, dan Diah bersikukuh bahwa gelar sarjana harus diraih terlebih dahulu.
"Jadi memang Marco itu memang suka di dunia entertainment, tapi karena dia harus sekolah, dia harus menyelesaikan S1-nya dulu. Nanti setelah S1, terserah, dia mau masih tetap nyelesaiin atau enggak, ya itu terserah dia," tegasnya. Baginya, pendidikan adalah pegangan hidup yang tak bisa ditawar, dan ia berharap Marco memiliki sertifikat bachelor yang mumpuni sebelum memutuskan karier penuh di industri kreatif.
Analisis: Antara Eksposur dan Masa Depan
Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat langkah Diah Permatasari adalah cerminan dari orang tua modern yang sadar akan pentingnya keseimbangan. Di tengah gemerlap dunia selebriti, banyak anak artis yang kehilangan arah akibat terlalu cepat terpapar sorotan. Namun, dengan memberi batasan dan mengutamakan kuliah S1, Diah memberikan fondasi kuat bagi Marco—bukan hanya sebagai model, tapi sebagai pribadi yang berdaya saing global. Ini juga sinyal positif bagi industri hiburan bahwa pendidikan dan prestasi bisa berjalan beriringan.
Keikutsertaan Marco sebagai model jersey Tim Indonesia sendiri terbilang istimewa, apalagi ia berduet dengan anak Maudy Koesnaedi. Kolaborasi ini menambah nilai nostalgia sekaligus menyegarkan wajah perwakilan Indonesia di kancah Asia. Yang menarik, Diah tak memaksakan kehendak—ia memberi ruang bagi Marco untuk menentukan jalannya sendiri setelah lulus nanti. Sikap ini patut diapresiasi, karena tidak semua orang tua di lingkungan artis memiliki kesabaran dan visi jangka panjang seperti itu.
FAQ Terkait Berita Ini
Apakah Marco sudah pernah menjadi model sebelumnya?
Ya, Marco sebelumnya juga terlibat sebagai model untuk jersey Olimpiade dan Asian Games edisi sebelumnya, berpasangan dengan anak dari Maudy Koesnaedi.
Kapan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan digelar?
Asian Games tersebut akan berlangsung di Aichi dan Nagoya, Jepang, pada tahun 2026, dengan jadwal resmi yang akan diumumkan kemudian oleh panitia penyelenggara.
Apakah Marco akan mengejar karier modeling setelah lulus S1?
Diah Permatasari menyatakan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada Marco setelah ia menyelesaikan pendidikan S1-nya, tanpa paksaan dari keluarga.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Bioskop Trans TV Perkenalan Civil War (2024) di Layar Kaca, Hadirkan Rangkaian Film Aksi dan Horor 2-8 November 2026

Angga Dwimas Sasongko Proyeksikan Krisis Industri Film: Produksi Melonjak, Penonton Anjlok

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA
