Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gak Cuma BMKG! Begini Cara Pantau Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Cuma Lewat HP, Ada Situs Buatan Anak Bangsa

TeknologiKelvin WijayaKelvin WijayaSumber: CNN Teknologi
Kelvin Wijaya
Kelvin Wijaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Gak Cuma BMKG! Begini Cara Pantau Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Cuma Lewat HP, Ada Situs Buatan Anak Bangsa
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau yang kembali terjadi sejak Jumat (4/9) lalu menyemburkan abu vulkanik ke atmosfer.
  • Akibatnya, sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra, termasuk Jakarta, Lampung, hingga Jawa Barat, terpapar material vulkanik yang terbawa angin hingga puluhan kilometer.
  • Lantas, bagaimana cara termudah mengecek apakah kota kita terdampak?

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang kembali terjadi sejak Jumat (4/9) lalu menyemburkan abu vulkanik ke atmosfer. Akibatnya, sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra, termasuk Jakarta, Lampung, hingga Jawa Barat, terpapar material vulkanik yang terbawa angin hingga puluhan kilometer. Lantas, bagaimana cara termudah mengecek apakah kota kita terdampak? Ternyata, selalui saluran resmi BMKG, ada situs buatan warganet yang bisa diakses hanya lewat HP.

Badana Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara rutin mengunggah informasi sebaran abu melalui berbagai kanal media sosial seperti Instagram, Twitter, TikTok, dan YouTube. Namun, bagi tech-enthusiast yang menginginkan data lebih visual dan real-time, sebuah situs alternatif bernama abu.cikoytew.my.id hadir sebagai solusi praktis.

Gunung Siaga dan Arah Angin Jadi Patokan

Menurut laporan BMKG per Senin (7/9) pukul 07.00 WIB, abu vulkanik Anak Krakatau terdeteksi dari permukaan hingga ketinggian 15.000 kaki dengan arah tenggara-barat laut, mencakup sebagian Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, dan perairan sekitarnya. Sementara itu, pada ketinggian 50.000 kaki, abu bergerak ke barat daya-barat menjauhi wilayah Indonesia menuju Samudra Hindia. Data ini sangat krusial untuk keselamatan penerbangan, dan menjadi referensi utama bagi maskapai dalam menentukan rute.

Nah, di sinilah peran situs buatan Tri Purnomo Aji, seorang pengembang lokal, menarik perhatian. Lewat akun Threads-nya, Aji menjelaskan bahwa ia membuat web gratis untuk mengecek gunung berstatus Siaga dan arah pergerakan abu vulkanik hingga 18 jam ke depan. β€œTinggal buka, gak perlu install apa-apa. Yang bisa lu cek: gunung mana aja yang statusnya siaga, abunya lagi ke arah mana, dan kota tempat lu tinggal bakal kelewatan abu apa kaga,” tulisnya.

Analisis: Transparansi Data dan Inovasi Lokal

Sebagai tech-reviewer, saya melihat ini sebagai contoh nyata pemanfaatan open data dari lembaga resmi yang diolah menjadi antarmuka ramah pengguna. BMKG memang menyediakan data, namun tidak semua orang paham membaca grafik meteorologi. Situs ini menjembatani kesenjangan tersebut dengan tampilan yang intuitif β€” sangat relevan di tengah kebutuhan informasi cepat saat bencana. Yang menarik, Aji mengklaim sumber datanya berasal dari lembaga resmi pemantau abu vulkanik yang sama dengan yang dipakai maskapai penerbangan, sehingga akurasinya terjamin.

Dari sisi UX, tidak ada proses instalasi; cukup akses via browser di HP. Ini adalah bentuk civic tech yang patut diapresiasi, sekaligus mengingatkan kita bahwa inovasi tidak harus selalu berasal dari korporasi besar. Namun, tetap bijak: jadikan situs ini sebagai pelengkap, bukan pengganti, informasi resmi BMKG yang menjadi rujukan utama.

Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik dari HP

  1. Buka browser di ponsel dan kunjungi abu.cikoytew.my.id.
  2. Halaman utama akan menampilkan peta dan daftar gunung yang sedang siaga.
  3. Geser atau zoom untuk melihat area terdampak.
  4. Untuk melihat prakiraan arah abu hingga 18 jam ke depan, klik ikon menu atau timeline yang tersedia.
  5. Pantau juga akun media sosial BMKG untuk update resmi dan peringatan dini.

FAQ Terkait Berita Ini

Apakah situs abu.cikoytew.my.id resmi dari pemerintah?
Tidak, situs ini dibuat oleh warganet independen, namun datanya merujuk pada sumber resmi yang digunakan untuk keselamatan penerbangan.

Bagaimana cara membedakan informasi hoaks dan resmi?
Selalu cross-check dengan kanal resmi BMKG dan media terpercaya. Situs alternatif bersifat pelengkap, bukan pengganti.

Apakah abu vulkanik berbahaya bagi kesehatan?
Ya, abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pernapasan dan mata. Gunakan masker dan kurangi aktivitas luar ruangan di area terdampak.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸