Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BMKG Prediksi Hujan Guyur Banten-Jakarta 9-12 September, Ini Harapan di Tengah Teror Abu Krakatau

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

BMKG Prediksi Hujan Guyur Banten-Jakarta 9-12 September, Ini Harapan di Tengah Teror Abu Krakatau
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Kepala BMKG, Teuku Faisal, mengungkapkan hal itu dalam Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam secara daring, Senin (7/9).
  • Menurut Faisal, potensi hujan ini diharapkan mampu meredam dampak abu vulkanik yang hingga kini masih menyelimuti kawasan Selat Sunda dan sekitarnya.
  • Namun, di balik optimisme itu, pertanyaan kritis muncul: akankah hujan ringan–sedang cukup efektif membersihkan partikel vulkanik yang telah menyebar hingga ke Jakarta dan Bandung?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan turun di wilayah Banten, Jakarta, dan sebagian Jawa Barat pada 9–12 September 2026, sebuah angin segar di tengah kepungan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah melumpuhkan sejumlah aktivitas penerbangan dan mengancam kesehatan masyarakat. Kepala BMKG, Teuku Faisal, mengungkapkan hal itu dalam Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam secara daring, Senin (7/9).

Menurut Faisal, potensi hujan ini diharapkan mampu meredam dampak abu vulkanik yang hingga kini masih menyelimuti kawasan Selat Sunda dan sekitarnya. Namun, di balik optimisme itu, pertanyaan kritis muncul: akankah hujan ringan–sedang cukup efektif membersihkan partikel vulkanik yang telah menyebar hingga ke Jakarta dan Bandung? Ataukah ini hanya sekadar jeda sementara sebelum ancaman berikutnya?

BMKG mencatat bahwa sebaran abu dari Anak Krakatau telah memaksa penutupan Bandara Husein Sastranegara, Bandung, dan mengganggu operasional di sejumlah bandara lain. Untuk memperbesar peluang hujan di area terdampak, BMKG akan berkoordinasi dengan BNPB melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)—teknik menyemai garam di awan untuk memicu presipitasi. Rencananya, OMC akan dijalankan dari Bandara Kertajati, Majalengka, serta Bandara Ahmad Yani, Semarang, mengingat Bandung sudah tak bisa digunakan.

Efektivitas OMC: Jarak Jadi Musuh Utama

Faisal mengakui bahwa efektivitas OMC sangat bergantung pada jarak lokasi penyemaian dari pusat sebaran abu di Selat Sunda. "Semakin jauh bandara dari Selat Sunda, maka efektivitas OMC akan menurun," tegasnya. Jika OMC dilakukan dari Bandara Ahmad Yani, Semarang, misalnya, maka hujan hanya akan turun di wilayah Jawa Barat bagian timur—jauh dari titik kritis Banten dan Jakarta. Karena itu, BMKG lebih memilih Posko Bandara Pondok Cabe, Halim Perdanakusuma, dan Kertajati sebagai basis operasi, karena dianggap mampu menjangkau wilayah yang paling membutuhkan.

Namun, sebagai jurnalis yang telah meliput berbagai bencana, saya menilai keputusan ini masih menyisakan celah. Mengapa OMC tidak diprioritaskan sejak awal erupsi, mengingat pola angin dan sebaran abu sudah bisa diprediksi? Kesiapan infrastruktur dan koordinasi antarsektor tampaknya kembali menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung usai. Jika hujan yang turun hanya bersifat lokal dan tidak merata, maka masyarakat di pesisir Banten dan Lampung yang paling parah terdampak justru bisa luput dari jangkauan.

Di sisi lain, BMKG juga mengingatkan bahwa hujan dapat membawa risiko lain, seperti lahar dingin atau banjir bandang di lereng gunung. Masyarakat diminta tetap waspada, meskipun hujan diharapkan membawa kelegaan. Koordinasi dengan Operasi Modifikasi Cuaca dan badan penanggulangan bencana harus berjalan sinergis, bukan sekadar seremonial rapat terbatas.

Terlepas dari semua itu, harapan tetap ada. Jika hujan turun sesuai jadwal, setidaknya abu yang mengganggu pernapasan dan mengotori lingkungan bisa berkurang. Namun, ini bukanlah solusi jangka panjang. Erupsi Anak Krakatau masih berpotensi berlanjut, dan pemerintah perlu menyiapkan strategi mitigasi yang lebih tangguh—bukan hanya mengandalkan modifikasi cuaca yang efektivitasnya terbatas.

FAQ Terkait Berita Ini

Apakah hujan 9-12 September akan membersihkan seluruh abu vulkanik?
Tidak. Hujan ringan–sedang hanya mampu meredam sebagian abu di atmosfer dan permukaan. Abu yang lebih tebal atau basah bisa menjadi lumpur dan berpotensi memicu masalah lain seperti lahar.

Mengapa Bandara Husein Sastranegara ditutup dan bagaimana dampaknya pada OMC?
Bandung terkena dampak langsung abu vulkanik sehingga tidak aman untuk penerbangan. Penutupan ini memaksa BMKG mengalihkan OMC ke bandara lain yang lebih jauh, sehingga efektivitas penyemaian awan berkurang karena jarak dari sumber abu.

Apakah Operasi Modifikasi Cuaca berbahaya bagi lingkungan?
OMC menggunakan garam (NaCl) yang umumnya aman dan tidak merusak ekosistem. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi awan dan angin, sehingga tidak selalu berhasil meratakan hujan di semua wilayah.

Meow! Tanya Nesi!
😸