7 Menit Berdiri Tepuk Tangan! Film Baru Robert Pattinson Bikin Venice Bergemuruh—dan Kontroversi Ikut Menyala
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Venesia, Italia – Bukan cuma penggemar yang histeris, penonton kritis di Venice Film Festival pun ikut berdiri selama tujuh menit penuh. Film terbaru Robert Pattinson, Primetime, sukses mencuri perhatian dalam pemutaran perdana kompetisi resmi Sabtu (5/9) malam waktu setempat—langsung memicu sorak sorai, pelukan mesra dari Suki Waterhouse, dan bahkan protes keras dari sosok nyata yang diangkat dalam cerita.
Variety melaporkan bahwa ketika kredit bergulir, tepuk tangan tak kunjung reda. Di menit keenam, nama sutradara Lance Oppenheim dan bintang pendatang baru Phoebe Bridgers mulai diteriakkan penonton. Pattinson yang ditemani sang pasangan, Suki Waterhouse, tampak terharu—Waterhouse bahkan bersorak paling keras dan langsung mengecupnya di tengah gemuruh. Di luar gedung, ratusan penggemar juga riuh meneriakkan nama bintang Twilight itu, dan para pemain menyempatkan diri menyapa mereka sebelum kembali ke karpet merah.
Thriller Psikologis yang Mengguncang Festival
Primetime bukan sekadar film kriminal biasa. Debut naratif panjang Oppenheim—yang sebelumnya dikenal lewat dokumenter—ini mengadaptasi artikel Tonight on Dateline This Man Will Die karya Luke Dittrich (Esquire, 2007) tentang kasus bunuh diri Bill Conradt. Namun, inti ceritanya secara bebas menafsirkan proses produksi acara realitas kontroversial To Catch a Predator yang dipandu Chris Hansen. Pattinson berperan sebagai versi fiksi Hansen, seorang pemburu predator seksual anak lewat operasi jebakan rumit.
Kritikus langsung memuji penampilan Pattinson yang dinilai intens dan penyutradaraan Oppenheim yang berani. Film ini akan bersaing memperebutkan Golden Lion—hadiah utama Venice—dan dijadwalkan rilis 25 September 2026.
Kontroversi Nyata: Chris Hansen Menyebut 'Terlalu Dramatis'
Di balik gemerlap tepuk tangan, ada kisah panas. Chris Hansen yang asli secara vokal mengkritik Primetime. Ia menegaskan tidak dilibatkan dalam proses kreatif dan belum menonton film tersebut. Dalam pernyataannya, Hansen menyebut penampilan Pattinson terlalu dramatis
dan mempertanyakan motif
studio mendramatisasi acara realitas yang sukses itu. Dia mengucapkan hal-hal yang tidak pernah saya katakan dan melakukan hal-hal yang tidak pernah saya lakukan; itu bukan diri saya yang sebenarnya. Saya orang yang baik, kecuali saat berhadapan dengan penjahat dan predator,
ujarnya. Hansen menambahkan, Menurut saya, orang-orang perlu ingat bahwa ini adalah karya fiksi yang hanya didasarkan pada peristiwa nyata.
Pattinson menanggapi dengan bijak. Ia berharap pandangan Hansen berubah setelah menonton. Ada sesuatu yang memikat dan penuh energi dari sosoknya. Saya berharap besarnya inspirasi yang diberikan karakternya kepada banyak orang selama bertahun-tahun bisa dianggap sebagai bentuk apresiasi,
kata bintang The Batman itu. Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat ini sebagai tarik-ulur klasik antara kebenaran faktual dan kebebasan artistik. Oppenheim jelas bermain dengan batas-batas genre, dan Pattinson berhasil menghidupkan ambiguitas moral yang justru membuat film ini makin menarik. Pertanyaannya, mampukah film ini mengubah kritik Hansen menjadi pujian setelah ia benar-benar menyaksikan?
Dengan ulasan positif yang mengalir dan momentum festival yang kuat, Primetime sudah menjadi salah satu yang paling dinanti akhir tahun ini. Apakah standing ovation tujuh menit itu cukup untuk membawa pulang Singa Emas? Kita tunggu.
FAQ Terkait Berita Ini
Apakah Robert Pattinson benar-benar mendapat standing ovation 7 menit?
Ya, berdasarkan laporan Variety dan saksi mata di Venice Film Festival, penonton memberikan tepuk tangan berdiri selama tujuh menit penuh usai pemutaran perdana Primetime.
Kenapa Chris Hansen protes ke film ini?
Karena film ini secara bebas mengadaptasi acara To Catch a Predator yang ia bawakan. Hansen merasa karakternya dalam film tidak mencerminkan dirinya yang sebenarnya dan menyebut penampilan Pattinson terlalu dramatis.
Kapan Primetime rilis di bioskop?
Film ini dijadwalkan tayang pada 25 September 2026 di Amerika Serikat, dan kemungkinan menyusul ke Indonesia segera setelahnya.


