Drama Olimpico! Roma Bangkit di Menit Akhir, Puncak Klasemen Jadi Milik Serigala Ibu Kota

Olahraga
Eka SaputraEka Saputra
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Drama Olimpico! Roma Bangkit di Menit Akhir, Puncak Klasemen Jadi Milik Serigala Ibu Kota
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • AS Roma menang dramatis 2-1 atas Atalanta di Olimpico, berkat dua gol dalam 5 menit terakhir plus injury time.
  • Mario Hermoso menyamakan kedudukan di menit ke-90, lalu Matias Soule menjadi pahlawan dengan gol penentu di menit ke-93.
  • Roma memuncaki klasemen sementara dengan 9 poin, unggul selisih gol atas Inter Milan, sementara saingan berat seperti Juventus dan AC Milan masih akan bertanding.

AS Roma baru saja menorehkan salah satu kemenangan paling heroik di awal musim ini. Bermain di hadapan publik Olimpico, Minggu (6/9) dini hari WIB, AS Roma membalikkan ketertinggalan 0-1 menjadi kemenangan 2-1 atas Atalanta. Hasil ini langsung melemparkan mereka ke puncak klasemen Liga Italia dengan raihan sempurna 9 poin dari 3 laga.

Laga berjalan sengit sejak awal, tapi Atalanta lebih dulu memecah kebuntuan melalui tembakan Ederson di menit ke-47. Gol itu membuat Roma tertekan, dan hingga memasuki lima menit akhir, skor 1-0 masih bertahan. Namun, jiwa juang Serigala Ibu Kota tak pernah padam. Di menit ke-90, Mario Hermoso menyambut umpan tendangan pojok dari Matias Soule dengan sundulan keras yang tak mampu dihalau kiper Atalanta. Stadion bergemuruh—Roma menyamakan kedudukan!

Belum puas, drama berlanjut di masa injury time. Menit ke-93, Soule menerima umpan terukur dari Paulo Dybala, lalu bergerak menusuk sisi kiri pertahanan Atalanta. Satu gerakan tipu yang apik membuat Davide Zappacosta kehilangan keseimbangan, dan dengan tenang Soule melepaskan tembakan ke tiang dekat yang mengecoh Marco Carnesecchi. Gol! Roma pun berbalik unggul 2-1, dan skor itu bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Kemenangan ini memperpanjang rekor sempurna Roma di awal musim. Dengan 9 poin, mereka sejajar dengan Inter Milan, tetapi unggul selisih gol (+9 vs +5) membuat mereka berhak menduduki puncak klasemen. Tiga tim lainnya—AC Milan, Juventus, dan Lazio—masih memiliki potensi menyamai angka 9, namun baru akan bertanding pada Minggu dan Senin waktu setempat. Laga big match antara Juventus dan Milan serta duel Lazio vs Udinese akan menjadi penentu siapa yang benar-benar memimpin setelah pekan ini.

Analisis Pakar

Inilah yang disebut sebagai mentalitas juara. Saya, Dimas Pratama, melihat pertandingan ini bukan sekadar tentang tiga poin, tetapi tentang bagaimana Roma menunjukkan karakter yang selama ini sering dipertanyakan. Di bawah tekanan, saat semua orang mengira laga akan berakhir dengan kekalahan, mereka justru menemukan energi ekstra. Pergantian strategi dari pelatih—yang memasukkan lebih banyak pemain ofensif di menit-menit akhir—terbukti membuahkan hasil. Soule, yang masuk sebagai pengganti, menjadi pembeda dengan pergerakan tanpa bola yang cerdas dan eksekusi dingin. Ini adalah sinyal bahwa Roma sekarang memiliki 'pembunuh' di kotak penalti, bukan hanya penguasaan bola yang cantik.

Namun, saya juga harus mengkritik lini belakang Roma yang kembali kebobolan lebih dulu. Ini masalah klasik yang harus segera diperbaiki jika mereka ingin konsisten bersaing di papan atas. Atalanta, dengan permainan transisi cepat, berkali-kali membongkar pertahanan Roma melalui sisi sayap. Untungnya, kegemilangan Hermoso dan Dybala—yang menjadi otak serangan—menutupi kelemahan itu. Dybala, meskipun tidak mencetak gol, perannya sebagai playmaker sangat vital; umpan-umpannya selalu membuka ruang, dan assist untuk Soule adalah bukti kualitas kelas dunia.

Ke depan, Roma harus menjaga fokus. Puncak klasemen di awal musim memang manis, tapi persaingan masih panjang. Juventus dan Milan belum menunjukkan performa terbaik, namun mereka adalah tim yang sangat berbahaya jika sudah menemukan ritme. Saya menilai kunci Roma musim ini adalah kedalaman skuad. Dengan adanya pemain seperti Soule, Hermoso, dan pemain pengganti yang berkualitas, mereka bisa mengatasi cedera dan kelelahan. Tapi, yang tak kalah penting adalah konsistensi mental—jangan sampai euforia kemenangan dramatis ini membuat mereka lengah di laga-laga berat berikutnya, terutama saat bertandang ke kandang tim-tim besar.

Satu catatan taktis: permainan bola mati Roma kembali menjadi senjata ampuh. Gol penyama dari tendangan pojok menunjukkan bahwa mereka serius melatih skenario set-piece. Ini adalah aspek yang sering diabaikan, tapi di liga ketat seperti Serie A, momen-momen seperti itulah yang menentukan gelar. Jika Roma mampu memadukan serangan terbuka yang indah dengan efektivitas bola mati, mereka bukan hanya kandidat juara, tapi juga ancaman serius bagi siapa pun. Saya tunggu bagaimana reaksi Atalanta, yang pasti kecewa berat, dan apakah Roma bisa mempertahankan puncak klasemen setelah pekan ini. Yang jelas, Olimpico kembali bersorak—dan itu adalah pertanda baik bagi sepak bola Italia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Siapa pencetak gol kemenangan Roma atas Atalanta?
    A: Gol kemenangan Roma dicetak oleh Matias Soule di menit ke-93 injury time, setelah sebelumnya Mario Hermoso menyamakan kedudukan di menit ke-90.
  • Q: Bagaimana posisi Roma di klasemen Liga Italia setelah kemenangan ini?
    A: Roma memuncaki klasemen sementara dengan 9 poin dari 3 pertandingan, unggul selisih gol atas Inter Milan yang juga memiliki 9 poin.
  • Q: Kapan jadwal pertandingan tim pesaing Roma seperti Juventus dan AC Milan?
    A: Juventus akan bertemu AC Milan, sedangkan Lazio menghadapi Udinese—kedua pertandingan dijadwalkan pada Minggu (6/9) dan Senin (7/9) waktu setempat.
Meow! Tanya Nesi!
😸