Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

PSG Diinjak-injak Monaco di Kandang! Awal Musim Les Parisiens Makin Mencekam

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

PSG Diinjak-injak Monaco di Kandang! Awal Musim Les Parisiens Makin Mencekam
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • PSG kembali gagal menang di Ligue 1, kini takluk 1-2 dari Monaco di Parc des Princes.
  • Gol Marquinhos sempat membawa PSG unggul, tetapi Nazinho dan Stanis Idumbo membalikkan keadaan untuk Monaco.
  • Hasil ini membuat PSG masih tanpa kemenangan musim ini, dengan tiga hasil imbang dan satu kekalahan di Piala Super.

Paris Saint-Germain kembali menuai frustrasi di hadapan pendukungnya sendiri. Monaco menjadi tim terbaru yang membuat Les Parisiens tertunduk lesu di Stadion Parc des Princes, Sabtu (5/9), dalam lanjutan Ligue 1 yang berjalan sengit sejak menit awal.

Misi Luis Enrique untuk meraih kemenangan perdana musim ini masih tertahan. Sebelumnya, skuad asal ibu kota itu hanya mampu meraih hasil imbang 2-2 melawan Rennes dan Lille, serta menelan kekalahan dari Lens di ajang Piala Super Prancis. Kali ini, datang Monaco yang justru bermain lebih efektif dan membuat mimpi buruk PSG berlanjut.

Laga dimulai dengan tempo tinggi. Khvicha Kvaratskhelia, Desire Doue, dan Maghnes Akliouche bergantian menguji lini belakang Monaco. Namun, peluang-peluang emas itu belum berbuah gol hingga akhirnya Marquinhos muncul sebagai pahlawan sementara. Pada menit ke-31, bek veteran itu menyundul bola dengan sempurna. Sempat ada pengecekan VAR, tapi gol pun disahkan. Parc des Princes bergemuruh, skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, PSG justru kehilangan kendali. Nazinho, yang tak kenal lelah, menyamakan kedudukan pada menit ke-58 memanfaatkan umpan matang Jordan Teze. Skor 1-1, dan gairah Monaco membara. Enrique merespons dengan memasukkan Lucas Hernandez, Ferran Torres, Mika Godts, dan Ousmane Dembele untuk menambah daya gedor.

Namun, perubahan taktik justru berbuah petaka. Pada menit ke-72, Stanis Idumbo menyambut umpan terukur Aleksandr Golovin di kotak penalti dan dengan dingin menaklukkan kiper Safonov. Monaco berbalik unggul 2-1. PSG berusaha bangkit, gol Ferran Torres di menit ke-84 dianulir karena offside, sementara aksi individu Dembele di masa injury time hanya berakhir dengan kegagalan. Monaco bertahan dengan disiplin dan pulang dengan tiga poin penuh.

Susunan Pemain:
PSG: Safonov; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Zaire-Emery; Neves; Vitinha, Ruiz; Akliouche; Doue, Kvaratskhelia.
Monaco: Hradecky; Vanderson, Sane, Dier, Nazinho; Camara, Zakaria; Coulibaly, Golovin, Idumbo; Brunner.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat yang sudah puluhan tahun mengikuti sepak bola Prancis, saya harus mengatakan bahwa ini adalah sinyal bahaya terbesar bagi PSG di era proyek besar mereka. Kegagalan meraih kemenangan dalam empat pertandingan resmi pertama (tiga seri di liga, satu kalah di Piala Super) bukan sekadar kebetulan. Ada masalah struktural yang dalam, terutama di sektor transisi bertahan dan ketergantungan berlebihan pada kreativitas individu.

Luis Enrique memang mencoba membawa filosofi penguasaan bola, tapi tim ini terlihat kehilangan identitas tajam di lini depan. Kepergian Kylian Mbappé memang meninggalkan lubang besar, namun yang lebih memprihatinkan adalah minimnya solusi kolektif. Ketika Kvaratskhelia dan Doue diredam, tidak ada pola serangan alternatif yang terlihat. Saya menangkap ada kebingungan posisi di antara gelandang tengah, Vitinha dan Ruiz, yang sering kehilangan bola di area berbahaya, sehingga membuka peluang serangan balik Monaco yang mematikan.

Yang juga mengkhawatirkan adalah reaksi Enrique terhadap ketertinggalan. Memasukkan empat pemain sekaligus justru membuat koordinasi tim buyar. Gol kedua Monaco tercipta karena lini belakang PSG kehilangan fokus setelah pergantian pemain. Ini adalah kegagalan taktik yang harus dievaluasi. Di sisi lain, Monaco tampil dengan rencana permainan yang matang. Mereka membiarkan PSG menguasai bola tetapi menutup ruang di sepertiga akhir, lalu memanfaatkan setiap momen transisi dengan kecepatan dan ketepatan. Gol Nazinho dan Idumbo adalah contoh klinis efektivitas.

Saya menilai PSG masih punya waktu untuk bangkit, tetapi jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin mereka akan kehilangan gelar Ligue 1 yang sudah menjadi 'milik' mereka. Pertandingan ke depan melawan tim-tim menengah akan menjadi ujian sesungguhnya. Enrique harus segera menemukan formula lini tengah yang lebih stabil dan kembali memberi kepercayaan diri pada barisan depan. Jika tidak, musim ini bisa menjadi salah satu yang paling mengecewakan dalam sejarah modern PSG.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa skor akhir pertandingan PSG vs Monaco?
    A: PSG kalah 1-2 dari Monaco. Gol PSG dicetak oleh Marquinhos, sedangkan gol Monaco oleh Nazinho dan Stanis Idumbo.
  • Q: Apakah PSG sudah pernah menang di Ligue 1 musim ini?
    A: Belum. PSG baru meraih tiga hasil imbang dan satu kekalahan, sehingga masih mencari kemenangan pertama.
  • Q: Siapa pelatih PSG saat ini?
    A: Luis Enrique, yang kini tengah menghadapi tekanan besar setelah serangkaian hasil buruk di awal musim.
Meow! Tanya Nesi!
😸