Penalti Gagal Mbappe Bikin Real Madrid Menelan Kekalahan Perdana di La Liga!
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- Real Madrid takluk 0-1 dari Real Betis di Stadion Cartuja, kekalahan pertama musim ini di La Liga.
- Kylian Mbappe gagal mengeksekusi penalti di babak kedua, menjadi momen krusial yang mengubah jalannya laga.
- Gol tunggal Betis dicetak oleh pemain pengganti, membuat Los Blancos kehilangan puncak klasemen sementara.
Gelora sepak bola Spanyol menyajikan kejutan besar! Real Madrid yang tampil perkasa sepanjang musim akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah Real Betis di Stadion Cartuja, Sevilla, pada Sabtu (5/9) dini hari WIB. Skor 0-1 menjadi catatan pahit pertama bagi pasukan Carlo Ancelotti di kompetisi La Liga musim ini.
Laga berjalan sengit sejak menit awal. Betis yang tampil di depan pendukungnya sendiri bermain disiplin dan rapat, menyulitkan barisan serangan Madrid yang diandalkan Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Rodrygo. Namun, puncak drama terjadi pada menit ke-65 ketika wasit menunjuk titik putih setelah Vinicius dilanggar di kotak penalti. Mbappe, yang selama ini menjadi eksekutor andalan, maju sebagai pengambil penalti. Namun, tendangan kerasnya melambung tipis di atas mistar gawang—suatu momen yang sontak membuat para pendukung Madrid terdiam dan suporter Betis bergemuruh.
Kegagalan itu seperti pukulan mental bagi tim tamu. Hanya lima menit berselang, Betis memanfaatkan serangan balik cepat dan melalui tendangan jarak dekat dari pemain pengganti, Assane Diao, mereka berhasil membobol gawang Thibaut Courtois. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang, memaksa Madrid menelan kekalahan pertama mereka setelah 7 kemenangan beruntun di semua ajang.
Analisis Pakar
Saya, Dimas Pratama, melihat ini bukan sekadar kekalahan biasa. Ini adalah peringatan keras bagi Real Madrid bahwa dominasi mereka tidak bisa diandalkan hanya dari nama besar. Penalti gagal Mbappe bukanlah masalah teknis semata, melainkan cerminan tekanan mental yang mulai terasa. Sebagai pengamat yang sudah meliput La Liga selama dua dekade, saya menilai eksekusi penalti Mbappe terlalu terburu-buru—ia tidak membaca pergerakan kiper Betis, Rui Silva, yang justru bergerak ke sisi kanan, sementara Mbappe memilih tendangan keras ke tengah atas. Itu adalah kesalahan klasik pemain yang terlalu percaya diri dengan kekuatan, tanpa sentuhan taktik.
Lebih dalam, kekalahan ini menyoroti kelemahan taktis Madrid saat berhadapan dengan tim yang bermain blok rendah dan rapat. Ancelotti memilih formasi 4-3-3 dengan tiga penyerang murni, tetapi lini tengah yang diisi oleh Modric, Bellingham, dan Tchouameni kurang mampu menembus garis pertahanan Betis yang berlapis. Umpan-umpan silang dari sayap kerap tak menemukan sasaran karena Betis sangat agresif di udara. Saya juga menyoroti keputusan Ancelotti yang tidak segera memasukkan pemain bertipe pendobrak seperti Joselu setelah penalti gagal—alih-alih, ia menarik Rodrygo dan memasukkan Brahim Diaz yang punya gaya serupa. Seharusnya, ia menambah daya gedor dengan dua penyerang sejati untuk mengantisipasi kemacetan.
Dari sisi psikologis, kekalahan ini bisa menjadi bumerang atau justru cambuk. Mbappe sedang dalam tren negatif di La Liga—dari 5 penalti yang diambilnya sepanjang musim, baru 3 yang berhasil. Ini angka yang mengkhawatirkan untuk pemain sekelasnya. Saya menduga ada masalah komunikasi antara dia dan pelatih spesialis penalti, atau mungkin ia mulai meragukan tekniknya sendiri. Apalagi sorotan media Eropa sedang panas tentang performanya yang belum sebanding dengan harga transfer. Saya pikir Ancelotti harus segera menggelar sesi khusus untuk memulihkan kepercayaan diri Mbappe, dan mempertimbangkan kembali siapa eksekutor penalti utama—mungkin Bellingham atau Modric yang lebih tenang dalam situasi kritis.
Klasemen sementara kini dipuncaki oleh Girona yang berhasil meraih poin penuh, sementara Madrid turun ke peringkat kedua. Namun, ini baru awal musim. Yang perlu diwaspadai adalah pola permainan Madrid yang terlalu mudah ditebak ketika menghadapi tim papan bawah. Jika ini tidak segera diperbaiki, bukan tidak mungkin mereka akan kehilangan lebih banyak poin di laga tandang yang sulit. Saya tetap optimis, tetapi peringatan ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh skuad—terutama lini depan yang haus gol tetapi kehilangan ketajaman.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan pertama kali Real Madrid kalah di La Liga musim ini?
A: Real Madrid mengalami kekalahan perdana pada 5 September 2026, saat bertandang ke markas Real Betis dalam laga pekan ke-5 La Liga. - Q: Siapa pencetak gol tunggal Real Betis ke gawang Real Madrid?
A: Gol tunggal dicetak oleh Assane Diao, pemain pengganti yang masuk pada babak kedua, memanfaatkan serangan balik cepat. - Q: Apakah kegagalan penalti Kylian Mbappe mempengaruhi posisinya sebagai eksekutor utama?
A: Kemungkinan besar, Ancelotti akan mengevaluasi kembali penunjukan eksekutor penalti. Mbappe sudah gagal 2 dari 5 penalti musim ini, sehingga bisa saja Bellingham atau Modric yang ditunjuk untuk laga selanjutnya.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Pramono Anung Jamin Integritas JIS: 15 Konser Besar Mengalun, Hak Penama Ditawarkan, Kandang Persija Tetap Prioritas

Janice Tjen Diproyeksi Ulangi Kejayaan sebagai Unggulan Pertama Chennai Open 2026

Jokowi dan Shin Tae Yong Saksi Ijab Bahagia Pernikahan Asnawi & Yuriska
