MARBLES Siap Bikin Heboh! Lagu Baru Bernuansa Tradisional, Siap-siap Lebih Indonesia!
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Ringkasan Singkat
- MARBLES bocorkan rencana lagu baru dengan sentuhan instrumen tradisional Indonesia di IdeaFest 2026.
- Para member terlibat aktif dalam proses kreatif, mulai dari menulis hingga koreografi, dan sedang menulis lagu sendiri atas arahan bos.
- Mereka juga bagikan tips menjaga stamina dan suara: olahraga sambil nyanyi, plus jaga asupan makanan sebelum rekaman atau manggung.
Jakarta, IdeaFest 2026 – MARBLES bikin penggemar penasaran setelah tampil di panggung diskusi IdeaFest yang digelar di JCC, Jumat (4/9). Mereka bukan cuma curhat soal persiapan lagu baru, tapi juga kasih bocoran kalau arah musik mereka bakal makin dekat dengan akar budaya Indonesia.
"Lagu-lagu kita ke depannya, jujur kita udah siapin. Jadi, udah banyak yang siap. Jadi, udah enggak bisa diganti lagi. Tapi, yang kami maksud saat itu pas nulis dan ikut proses bikin lagu itu, kita semua sudah berkontribusi bagian kita masing-masing, terutama dalam menari dan sebagainya," ujar Daniella dengan semangat. Ia menambahkan, "Tapi kita coba setiap lagu buat ada instrumen tradisionalnya. Kita juga lagi nyiapin lagu-lagu lainnya dan kita baru aja disuruh sama bos kita untuk 'Tolong dong tulis apa gitu'. Jadi kita sebenernya lagi nulis lagu."
Tak mau kalah, Kyka ikut memberi kode soal warna musik ke depan. "Lebih Indonesia lagi. Jadi sekarang kan lebih bisa diterima secara global karena aku pikir lagunya kayak lagu internasional. Tapi sekarang kita mau menggabungkan lebih banyak elemen Indonesia di lagu-lagu berikutnya," ungkapnya. Ngeri nggak sih, bayangin MARBLES berpadu dengan gamelan atau angklung? Dijamin makin catchy!
Di sesi yang sama, Tiffany juga bagi-bagi tips menjaga performa panggung. "Kalau dari MARBLES, kita juga latihan stamina buat stabilin waktu manggung. Sama sih caranya dengan menyanyi sambil plank atau high knees, jumping jacks, lari. Dan kita sendiri-sendiri juga punya olahraga hobi masing-masing," jelasnya. Belum cukup, soal asupan makanan juga jadi perhatian. "Kita juga cara maintain-nya. Masing-masing kita jaga makan juga. Kita harus sadar diri, misalnya mau ada recording atau ada perform, ya hati-hati jangan sampai serak-serak dulu," tambah Tiffany.
Sebagai informasi, MARBLES resmi debut lewat single "Hompimpa" pada 12 Juni 2026, lalu menyusul "Catch Me" yang rilis 12 Agustus lalu. Single kedua terinspirasi dari permainan petak umpet, bawa nuansa nostalgia masa kecil yang penuh suka dan ragu. Kini, dengan arah baru yang lebih tradisional, makin penasaran kan apa yang akan mereka hadirkan selanjutnya?
Analisis Pakar
Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat langkah MARBLES ini bukan sekadar gimmick, melainkan strategi cerdas di tengah persaingan industri musik yang kian global. Menggabungkan elemen tradisional dengan pop modern bukan hal baru—banyak musisi Tanah Air sudah melakukannya—tapi untuk girl group sebesar MARBLES, ini bisa menjadi terobosan yang mendefinisikan ulang identitas mereka. Selama ini, grup K-pop mendominasi dengan produksi internasional, sementara MARBLES justru ingin membalikkan narasi: menjadi lokal yang mendunia, bukan sekadar meniru gaya luar.
Yang menarik, keterlibatan member dalam proses kreatif—termasuk menulis lagu—menunjukkan bahwa mereka tidak hanya jadi penyanyi pasif. Di era di mana autentisitas sangat dijunjung tinggi penggemar, langkah ini bisa membangun kedekatan emosional. Apalagi, bos mereka sampai meminta mereka menulis sendiri—itu sinyal kuat bahwa agensi mulai memberi ruang berekspresi. Tapi, apakah mereka punya kapasitas untuk menghasilkan karya yang tetap berkualitas secara musikal? Ini tantangan besar, karena menambahkan instrumen tradisional tidak boleh terkesan tempelan, melainkan harus menyatu dengan aransemen.
Dari sisi performa, latihan fisik yang mereka jalani—seperti menyanyi sambil plank dan high knees—menunjukkan keseriusan menjaga konsistensi vokal di atas panggung. Ini penting, karena dance-heavy choreography bisa mengganggu pernapasan. Namun, saya ingin melihat apakah mereka juga memerhatikan aspek vokal teknis, karena kadang koreografi ekstrem mengorbankan kualitas live. Semoga mereka terus mengasah kemampuan vokal tanpa mengabaikan penampilan visual.
Terakhir, keputusan merilis dua single dalam waktu dekat—dengan jeda hanya dua bulan—menunjukkan agresi pemasaran yang tinggi. Tapi, hati-hati dengan kualitas; jangan sampai terburu-buru. Saya optimis jika MARBLES bisa memadukan tradisi dengan sentuhan modern secara apik, mereka bukan hanya akan dicintai di dalam negeri, tapi juga mencuri perhatian pasar internasional yang haus akan warna baru. Kita tunggu saja kejutan mereka berikutnya!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan MARBLES akan merilis lagu baru dengan nuansa tradisional?
A: Belum ada tanggal pasti, namun mereka mengaku sudah menyiapkan banyak lagu dan sedang dalam proses penulisan. Diharapkan rilis dalam waktu dekat, kemungkinan akhir 2026 atau awal 2027. - Q: Apa saja instrumen tradisional yang mungkin digunakan MARBLES?
A: Mereka belum menyebutkan secara spesifik, tetapi dari pernyataan Daniella dan Kyka, kemungkinan besar akan memasukkan elemen seperti gamelan, angklung, atau suling Sunda, sesuai dengan misi "lebih Indonesia". - Q: Apakah MARBLES tetap akan menampilkan koreografi berat dengan lagu bernuansa tradisional?
A: Ya, mereka tetap fokus pada performa dance. Mereka bahkan berlatih stamina dengan menyanyi sambil berolahraga agar tetap stabil saat manggung, jadi koreografi tetap menjadi andalan mereka.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Bioskop Trans TV Perkenalan Civil War (2024) di Layar Kaca, Hadirkan Rangkaian Film Aksi dan Horor 2-8 November 2026

Angga Dwimas Sasongko Proyeksikan Krisis Industri Film: Produksi Melonjak, Penonton Anjlok

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA
