Srondeng Tembus Semifinal! Putra Tri Siap Ukir Sejarah di World Climbing Series Koper 2026
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- Putra Tri Ramadan (Srondeng) lolos ke semifinal lead World Climbing Series Koper 2026 setelah meraih peringkat 7 kualifikasi dengan skor 5,1.
- Manajer timnas dan pelatih optimistis Srondeng bisa terus melaju hingga final dan naik podium.
- Atlet putri Alma Ariella Tsany terhenti di peringkat 33, sementara kualifikasi didominasi oleh Dohyun Lee (Korsel) dan Sam Avezou (Prancis).
Kabar gembira datang dari dunia panjat tebing Indonesia! Putra Tri Ramadan, atlet disiplin lead andalan Merah Putih, berhasil memastikan tiket ke babak semifinal World Climbing Series Koper 2026 di Slovenia, Jumat (4/9). Dengan penampilan penuh perhitungan dan tenaga eksplosif, pria yang akrab disapa Srondeng ini mengamankan posisi ketujuh di babak kualifikasi dengan torehan skor 5,1.
Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Aries Susanti Rahayu, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. "Srondeng sudah tampil maksimal dan saya yakin performanya akan semakin moncer di semifinal," ujar Aries. Optimisme serupa juga dilontarkan oleh pelatih disiplin lead, Amri, yang menegaskan bahwa perjuangan Putra Tri belum usai. "Dia sudah berjuang keras, tapi kami targetkan lebih dari ini. Semifinal adalah panggung untuk menunjukkan kelas sebenarnya," tegas Amri.
Lolosnya Srondeng ke semifinal sejalan dengan target awal yang dipasang pengurus pusat. Aries menambahkan bahwa harapan besar kini tertuju pada kemampuan Putra Tri untuk melanjutkan langkah ke final dan bahkan merebut podium. Namun, di sisi lain, atlet putri Alma Ariella Tsany harus mengakhiri perjuangan lebih awal. Alma hanya mampu finis di peringkat 33 dengan skor 28,93, sehingga langkahnya terhenti di kualifikasi.
Persaingan di puncak klasemen kualifikasi sangat sengit. Posisi pertama ditempati oleh Dohyun Lee dari Korea Selatan dengan skor gemilang 3,0, disusul Sam Avezou (Prancis) di posisi kedua dengan skor 3,74. Neo Suzuki, Sorato Anraku, Alberto Ginez Lopez, dan Satone Yoshida mengisi posisi ketiga hingga keenam dengan selisih skor yang sangat tipis. Ini menandakan bahwa semifinal nanti akan berlangsung sengit, dan setiap gerakan akan menentukan nasib.
Babak semifinal akan digelar pada Jumat malam waktu Slovenia, sedangkan final dijadwalkan pada Sabtu (5/9) sore waktu setempat. Indonesia tentu berharap Srondeng bisa menembus lawan-lawan tangguh dan membawa pulang hasil terbaik dari seri Koper yang hanya mempertandingkan disiplin lead untuk putra dan putri.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat olahraga yang sudah puluhan tahun mengikuti perkembangan panjat tebing nasional, saya tidak bisa menahan rasa kagum atas konsistensi yang ditunjukkan Putra Tri Ramadan. Skor 5,1 di kualifikasi mungkin terlihat sederhana, namun jika kita bedah lebih dalam, itu adalah buah dari taktik cerdas dan pengelolaan energi yang matang. Di jalur lead, setiap pegangan dan posisi tubuh sangat krusial—dan Srondeng berhasil membaca rute dengan sangat efisien, tidak terburu-buru, namun tetap agresif di bagian-bagian kunci. Ini adalah sinyal bahwa ia telah belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya dan kini tampil lebih dewasa secara mental.
Yang membuat saya optimistis adalah komentar dari pelatih Amri dan manajer Aries. Mereka tidak sekadar memuji, tetapi juga menyiratkan bahwa masih ada peningkatan yang direncanakan untuk semifinal. Saya menduga, Amri telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi gaya pemanjatan Dohyun Lee yang sangat robotik dan Sam Avezou yang eksplosif. Kelemahan Srondeng sebelumnya kerap terjadi di bagian overhang, tetapi jika melihat replay kualifikasi, ia melewati bagian itu dengan gerakan mulus. Jika ia mampu mempertahankan ritme dan menambah kecepatan di segmen slab, bukan tidak mungkin ia bisa menembus posisi lima besar, bahkan mengancam podium.
Namun, kita juga harus realistis. Lawan-lawannya adalah para bintang dunia dengan jam terbang tinggi. Dohyun Lee adalah mesin pemanjat dengan kekuatan jari luar biasa, sementara Sorato Anraku dan Neo Suzuki adalah generasi muda Jepang yang sudah terbiasa dengan tekanan. Putra Tri harus bisa memanfaatkan kesalahan kecil mereka, karena di level ini, beda antara juara dan tersingkir sering kali hanya sepersekian detik atau satu pegangan yang salah. Saya berharap dukungan moral dari tanah air bisa menjadi booster tambahan. Indonesia sudah lama haus prestasi di cabang panjat tebing, dan momen ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa atlet kita bisa bersaing di kancah elit dunia.
Terakhir, saya ingin menyoroti perjuangan Alma Ariella Tsany. Meski gugur di kualifikasi, ini adalah pengalaman berharga baginya. Seri Koper hanya diikuti atlet-atlet terbaik, dan berada di peringkat 33 bukanlah hasil yang memalukan. Yang terpenting adalah proses evaluasi dan pembenahan untuk seri berikutnya. Untuk Putra Tri, fokus sekarang adalah semifinal. Saya yakin ia tidak ingin berhenti di sini. Jika ia bisa melewati babak semifinal dengan tenang, maka final adalah panggung yang sudah ia rindukan. Mari kita doakan yang terbaik!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan jadwal semifinal World Climbing Series Koper 2026 untuk Putra Tri Ramadan?
A: Semifinal berlangsung pada Jumat malam waktu Slovenia (sekitar Sabtu dini hari WIB), sedangkan final dijadwalkan pada Sabtu (5/9) sore waktu Slovenia. - Q: Siapa saja pesaing utama Putra Tri di semifinal?
A: Pesaing utama adalah Dohyun Lee (Korea Selatan) yang menjadi peringkat 1 kualifikasi, Sam Avezou (Prancis), serta para atlet Jepang seperti Neo Suzuki dan Sorato Anraku yang semuanya berada di posisi 6 besar. - Q: Apa target Indonesia di World Climbing Series Koper 2026?
A: Target utama adalah menembus final dan meraih podium, terutama untuk Putra Tri di disiplin lead. Sementara untuk atlet putri, Alma Ariella Tsany, targetnya adalah pengalaman dan perbaikan peringkat di seri berikutnya.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Janice Tjen Diproyeksi Ulangi Kejayaan sebagai Unggulan Pertama Chennai Open 2026

Jokowi dan Shin Tae Yong Saksi Ijab Bahagia Pernikahan Asnawi & Yuriska

Toraja Academy Turunkan 100 Atlet untuk Tembus Prestasi di CNN Indonesia Taekwondo Championship
