Siapa Sangka? Para Dewa Abadi China Itu Dulu Manusia Biasa yang Nekat!

Selebriti
Ayu LestariAyu Lestari
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Siapa Sangka? Para Dewa Abadi China Itu Dulu Manusia Biasa yang Nekat!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Film All Wishes Come True mengangkat legenda Delapan Dewa Abadi (Ba Xian) dari sudut pandang baru: saat mereka masih manusia.
  • Alih-alih langsung sakti, mereka menyamar sebagai dewa untuk mengelabui kekuatan ilahi—sebuah tipu daya rakyat jelata.
  • Susunan delapan dewa yang kita kenal baru terbentuk ratusan tahun kemudian, melalui berbagai era dan karya sastra klasik China.

Film animasi terbaru asal China, All Wishes Come True, sukses mencuri perhatian dengan pendekatan segar pada mitologi klasik. Bukan menampilkan kemegahan para dewa dari awal, film ini justru mundur ke masa ketika Delapan Dewa Abadi masih berupa manusia biasa—yang nekat menyamar sebagai makhluk abadi demi menjalankan tipu daya besar. Ya, mereka bukan langsung sakti, melainkan rakyat jelata yang mengandalkan kecerdikan dan keberanian untuk berdiri sejajar dengan para dewa.

Sosok yang kita kenal sebagai Ba Xian—LĂŒ Dongbin, Zhongli Quan, He Xiangu, Li Tieguai, Han Xiangzi, Cao Guojiu, Lan Caihe, dan Zhang Guolao—dalam film ini digambarkan sebagai pemberani yang mampu mengelabui langit. Pesan yang diusung sangat kuat: rakyat biasa pun punya kuasa ketika bersatu dan cerdik.

Secara historis, istilah "Delapan Dewa Abadi" sendiri sudah muncul sejak Dinasti Han Timur, tapi formasi tokohnya belum tetap. Baru pada era Dinasti Ming, tepatnya masa pemerintahan Jiajing, susunan delapan nama itu dikunci. Penetapan ini semakin kokoh setelah dibakukan lewat novel klasik Journey to the East pada zaman Wanli. Menariknya, sebutan "delapan dewa" pernah disematkan pada kelompok cendekiawan di Dinasti Han, bahkan kepada delapan peminum berat termasuk penyair Li Bai di Dinasti Tang—bayangkan, dewa versi mabuk!

Film ini juga tak lupa menampilkan benda-benda pusaka ikonis masing-masing dewa. Li Tieguai dengan labu ajaibnya, Zhongli Quan dengan kipas daun palem pembangkit kehidupan, dan Zhang Guolao dengan drum ikan peramal nasib. Ada pula pedang LĂŒ Dongbin, bunga teratai He Xiangu, keranjang bunga Lan Caihe, seruling ungu Han Xiangzi, dan papan giok Cao Guojiu. Semua simbol ini muncul dalam adegan-adegan kunci, termasuk pertarungan epik jelang akhir film.

Kisah seru ini sudah bisa disaksikan di bioskop Indonesia sejak 2 September. Jangan lewatkan!

Analisis Pakar

Sebagai pengamat budaya pop, saya merasa All Wishes Come True bukan sekadar tontonan animasi biasa. Film ini melakukan dekonstruksi menarik terhadap mitologi yang sudah mengakar. Dengan menyoroti sisi kemanusiaan para dewa, film ini membawa pesan bahwa kehebatan tidak datang instan—melainkan dari perjuangan dan akal bulus. Ini selaras dengan tren global yang menginginkan cerita superhero dengan latar belakang yang lebih relatabel.

Yang paling menggugah adalah bagaimana film ini mengangkat nilai kolektivisme dan kecerdikan rakyat kecil. Di tengah budaya pop yang sering memuja kekuatan super, pendekatan ini terasa menyegarkan. Adegan-adegan tipu daya yang dilakukan oleh delapan tokoh utama mengingatkan kita pada kisah-kisah rakyat Nusantara yang juga penuh dengan siasat, seperti cerita Panji atau bahkan tokoh pewayangan. Ada semacam kesamaan arketipe yang membuat film ini bisa dinikmati lintas budaya.

Dari sisi produksi, animasi China memang semakin matang. Detail visual pada pusaka-pusaka dan latar belakang istana serta alam diperlihatkan dengan apik. Namun, yang membuat saya terkesan adalah keberanian sutradara untuk tidak terpaku pada narasi heroik yang klise. Alih-alih, mereka memilih sudut pandang bawah-ke-atas yang justru memperkuat daya tarik emosional. Saya prediksi film ini akan membuka jalan bagi lebih banyak adaptasi mitologi dengan perspektif alternatif di masa depan.

Sayangnya, durasi film mungkin terasa padat bagi yang belum familiar dengan latar sejarah China. Tapi justru itulah tantangan—film ini mengajak penonton untuk belajar sambil terhibur. Secara keseluruhan, All Wishes Come True adalah angin segar bagi genre animasi mitologi, dan saya merekomendasikan untuk ditonton, terutama bagi penggemar cerita petualangan dengan bumbu sejarah dan humor.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa itu Delapan Dewa Abadi (Ba Xian) dalam mitologi China?
    A: Delapan Dewa Abadi adalah kelompok dewa populer dalam tradisi rakyat China, masing-masing memiliki kekuatan dan benda pusaka simbolis. Mereka sering muncul dalam cerita rakyat, seni, dan opera.
  • Q: Kapan film All Wishes Come True tayang di Indonesia?
    A: Film ini sudah tayang di bioskop Indonesia mulai 2 September 2026.
  • Q: Apakah film ini cocok untuk anak-anak?
    A: Sangat cocok, karena mengusung tema petualangan, persahabatan, dan nilai-nilai positif tanpa adegan kekerasan berlebihan. Namun, ada beberapa adegan pertarungan ringan yang tetap aman untuk keluarga.
Meow! Tanya Nesi!
😾