Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Siapa Berani Menggoyang Singgasana Persib? Bom Skuad Maung Bandung Siap Menggila di Super League 2026!

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Siapa Berani Menggoyang Singgasana Persib? Bom Skuad Maung Bandung Siap Menggila di Super League 2026!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Persib Bandung datang dengan skuad super dalam dan diperkuat 5 pemain naturalisasi anyar plus Ragnar Oratmangoen & Sandy Walsh.
  • Pelatih baru Igor Tolic menggantikan Bojan Hodak, tapi performa pramusim masih belum meyakinkan, termasuk saat susah payah lawan Manila Digger.
  • Persebaya dan Persija disebut penantang serius, tapi konsistensi 34 laga jadi kunci jika ingin menghentikan dominasi Maung.

Persib Bandung sedang berada di puncak kejayaan. Tiga gelar juara berturut-turut di bawah asuhan Bojan Hodak membuat siapapun gemas. Tapi musim ini, tak ada lagi Hodak di tepi lapangan. Igor Tolic, sang asisten, naik pangkat. Filosofi permainan mungkin sama, tapi sentuhan tangan baru belum tentu seampuh pendahulunya.

Buktinya, masa persiapan menuju Super League 2026 masih penuh tanda tanya. Di Piala Presiden 2026, permainan Persib belum greget. Bahkan saat melawan Manila Digger di play-off AFC Champions League Two, Maung Bandung kepayahan. Dominasi bola memang milik mereka, tapi lini depan tumpul. Gol susah datang.

Namun, jangan salah! Skuad Persib Bandung musim ini lebih dalam dari samudra. Dari 11 pemain asing, 5 di antaranya muka lama, 6 wajah baru: Mariano Peralta, Luka Menalo, Daniel Loncar, Gabriel Mutombo, Gakuto Notsuda, dan Balsa Sekulic. Tapi yang bikin 'merinding' adalah deretan pemain naturalisasi. Setelah Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Dion Markx (kini dipinjamkan ke Persita), kini hadir Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh. Ditambah Marc Klok yang masih kapten, total lima pemain naturalisasi siap menggerogoti lini tengah dan belakang lawan.

Belum lagi pemain lokal bertabur bintang: Beckham Putra, Saddil Ramdani, Kakang Rudianto, Adam Alis, Dedi Kusnandar, hingga Teja Paku Alam. Komposisi ini jelas lebih solid dari musim lalu. Pertanyaannya, siapa yang bisa menghentikan mesin raksasa ini?

Dua nama besar, Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta, disebut-sebut sebagai penantang terkuat. Faktor ulang tahun klub dan euforia kota bisa jadi amunisi mental. Sementara itu, Borneo FC, Dewa United, Bhayangkara FC, hingga Arema FC punya potensi kejutan. Tapi semua tergantung konsistensi di 34 pertandingan. Jika tidak stabil, mimpi menghentikan Persib hanya ilusi belaka.

Analisis Pakar

Saya, Dimas Pratama, melihat ini lebih dari sekadar kekuatan skuad. Ada dua sisi yang harus dicermati. Pertama, transisi kepelatihan. Bojan Hodak adalah arsitek yang punya naluri pembunuh dalam membaca pertandingan. Igor Tolic mungkin tahu sistem, tapi mampukah dia mengambil keputusan panas di menit-menit krusial? Saat melawan Manila Digger, kita melihat kebimbangan. Persib mendominasi penguasaan bola tapi gagal menciptakan peluang bersih. Itu sinyal bahaya. Jika Tolic tidak cepat menemukan 'sentuhan emas'nya, dominasi bisa berantakan di momen-momen genting.

Kedua, banjir pemain naturalisasi. Ini bukan sekadar tambahan kualitas, tapi juga dilema. Memadukan lima pemain dengan gaya Eropa dan pemain lokal yang lebih cerewet membutuhkan chemistry yang instan. Marc Klok sudah menjadi jembatan, tapi bagaimana dengan Menalo, Notsuda, atau Loncar? Mereka butuh waktu adaptasi. Super League tidak memberi waktu lama. Lawan akan memanfaatkan momen ketidaksolidan ini untuk menyerang balik cepat. Saya menilai, kelemahan terbesar Persib justru di lini depan yang masih tumpul dan lini belakang yang kadang kelabakan saat diserang balik.

Namun, saya tidak bisa menutup mata bahwa kedalaman skuad Persib luar biasa. Cedera satu pemain, masih ada pengganti setara. Itu kemewahan yang tidak dimiliki klub lain. Persebaya dan Persija harus bekerja ekstra keras membangun mental juara dan taktik antisipatif. Jangan lupakan faktor finansial โ€“ mengakuisisi pemain top butuh dana besar, dan hanya sedikit klub yang mampu. Jadi, bagi saya, menghentikan Persib bukan hal mustahil, tapi butuh performa sempurna dan sedikit keberuntungan. Jika lawan tidak bisa menjaga stabilitas selama 34 laga, maka dominasi Persib akan berlanjut. Ini akan menjadi musim yang paling seru dan menegangkan!

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah Igor Tolic lebih baik dari Bojan Hodak untuk Persib?
    A: Belum tentu. Tolic mengenal sistem Hodak, tetapi gaya kepelatihan dan pengambilan keputusan di lapangan masih perlu diuji. Hasil pramusim yang kurang meyakinkan jadi catatan penting.
  • Q: Siapa pemain naturalisasi paling berbahaya di skuad Persib musim ini?
    A: Semua punya kualitas, namun Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh adalah tambahan segar yang bisa memberi kecepatan dan kreativitas. Marc Klok tetap menjadi jangkar di lini tengah.
  • Q: Klub mana yang paling berpotensi mengalahkan Persib di Super League 2026?
    A: Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta adalah kandidat terkuat, tetapi Borneo FC dan Dewa United juga bisa jadi kuda hitam. Kuncinya adalah konsistensi dan kemampuan memanfaatkan kelemahan transisi Persib.
Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ