Riza Muhammad Buka Suara Soal Baju Gym: 'Aurat Pria Cuma Pusar ke Lutut, Kok!'

Selebriti
Ayu LestariAyu Lestari
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Riza Muhammad Buka Suara Soal Baju Gym: 'Aurat Pria Cuma Pusar ke Lutut, Kok!'
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Riza Muhammad menanggapi nyinyiran warganet soal penampilannya di gym yang dianggap terlalu terbuka.
  • Ia menjelaskan bahwa menurut pandangannya, aurat laki-laki hanya dari pusar hingga lutut, sehingga dada dan ketiak tidak masalah terlihat.
  • Sang istri, Indri Giana, mengaku kurang nyaman dengan gaya berpakaian Riza, meski memahami alasan suaminya ingin memantau progres otot.

Siapa sih yang nggak pernah kepoin Riza Muhammad saat lagi nge-gym? Baru-baru ini, aktor tampan itu jadi sorotan gara-gara outfit olahraganya yang dinilai agak 'berani' oleh sebagian warganet. Bukan diam saja, Riza langsung buka suara bareng istrinya, Indri Giana, di program Pagi-Pagi Ambyar TransTV pada Kamis (3/9/2026).

Jujur aja, Indri sempat curhat kalau dia sebenarnya kurang sreg lihat suami tercinta pakai baju yang terlalu terbuka, apalagi sampai bagian ketiaknya kelihatan. Tapi, sebagai istri yang suportif, dia paham banget kalau Riza butuh melihat progres tubuhnya setelah rutin angkat beban. "Kalau aku sebenarnya sih jujur aja kurang suka kalau pakai baju yang terlalu terbuka... Cuma suami itu mungkin maksudnya mau lihat progres kan," ujar Indri polos.

Nah, di sinilah Riza memberikan penjelasan yang bikin banyak orang manggut-manggut. Dia menegaskan bahwa batas aurat pria menurut pemahaman fikih yang ia pegang adalah dari pusar hingga lutut. Jadi, area dada atau bahu yang terekspos saat olahraga bukan hal yang melanggar syariat baginya. "Laki-laki auratnya adalah pusar hingga lutut. Ini pun hilafiah, ada sebabnya," jelas Riza dengan tenang.

Riza bahkan mengaitkan hal ini dengan praktik i'tiba' saat umrah, di mana separuh bahu harus ditunjukkan sebagai simbol kekuatan umat Islam kala itu. Menurutnya, konteks ini sering luput dari pemahaman publik. Selain itu, Riza juga membantah kalau dia selalu tampil 'minimalis'. "Ya kadang saya nggak selalu pakai yang kebuka. Kadang pakai ketutup. Netizen aja, yang ngambil yang terbuka," kilahnya sambil tertawa kecil.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat budaya pop, fenomena ini menarik karena menunjukkan pergeseran narasi tubuh maskulin di media sosial Indonesia. Dulu, pamer otot sering dikaitkan semata-mata dengan narsisme atau gaya hidup hedonis. Namun, kasus Riza Muhammad membawa dimensi teologis-fikih ke dalam diskusi sehari-hari tentang fashion gym. Dengan merujuk pada perbedaan pendapat ulama (hilafiyah) mengenai batasan aurat, Riza mencoba melegitimasi pilihan estetikanya bukan sekadar sebagai tren, tetapi sebagai ekspresi keyakinan pribadi yang terinformasi.

Dinamika antara Riza dan Indri juga mencerminkan realitas banyak pasangan modern di mana preferensi pribadi bertemu dengan ekspektasi publik. Ketidaknyamanan Indri terhadap keterbukaan pakaian Riza adalah respons manusiawi terhadap norma sosial konservatif yang masih kuat di Indonesia, sementara sikap Riza mewakili generasi yang lebih cair dalam menafsirkan aturan agama dalam konteks aktivitas spesifik seperti olahraga. Konflik kecil ini justru humanizing mereka, membuat audiens merasa relatable karena perdebatan 'baju gym' adalah isu domestik yang sangat umum.

Selain itu, strategi komunikasi Riza yang mengaitkan gym dengan ritual umrah (i'tiba') adalah langkah cerdas untuk meredam kritik moral. Dengan memberikan konteks historis dan religius, ia mengubah narasi dari 'pamer badan' menjadi 'pemahaman fikih'. Ini menunjukkan betapa selebriti kini harus semakin literat secara agama dan budaya untuk mempertahankan citra publik mereka di tengah masyarakat yang semakin kritis dan terhubung secara digital.

Kesimpulannya, debat ini bukan sekadar tentang sepotong kain tank top, melainkan tentang bagaimana identitas, agama, dan gaya hidup berinteraksi di ruang publik digital. Riza berhasil memanfaatkan momen ini untuk edukasi ringan sekaligus klarifikasi, membuktikan bahwa transparansi dan dasar argumen yang kuat bisa meredam nyinyiran netizen yang seringkali berbasis asumsi semata.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apa batas aurat laki-laki menurut Riza Muhammad?
A: Menurut Riza, aurat laki-laki adalah dari pusar hingga lutut.

Q: Mengapa Indri Giana kurang nyaman dengan baju gym Riza?
A: Indri merasa kurang nyaman jika pakaian Riza terlalu terbuka hingga memperlihatkan bagian ketiak, meskipun ia memahami alasan Riza ingin memantau progres otot.

Q: Apakah Riza Muhammad selalu memakai baju terbuka saat gym?
A: Tidak, Riza menyatakan bahwa ia tidak selalu memakai baju terbuka; banyak sesi latihannya menggunakan pakaian tertutup, namun unggahan yang viral cenderung menampilkan momen saat ia memakai baju lebih terbuka.

Meow! Tanya Nesi!
😸