Perburuan Sepatu Emas Super League 2026/2027: 5 Nama Ini Siap Mengguncang!
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Ringkasan Singkat
- Lima kandidat kuat top skor: Mariano Peralta (Persib), Alex Martins (Persebaya), Alexander Jeremejeff (Persija), David da Silva (Java United), dan Gustavo Henrique (Arema FC).
- Peralta adalah raja assist musim lalu (14 assist) dan sudah mencetak 2 gol di pramusim, termasuk di laga AFC Champions League Two.
- David da Silva menjadi top skor musim 2025/2026 dengan 23 gol, dan sebelumnya juga meraih sepatu emas 2023/2024 dengan 30 gol.
Para pecinta sepak bola Indonesia, bersiaplah! Musim Super League 2026/2027 akan segera bergulir, dan perburuan gelar top skor dipastikan berlangsung sengit. Setidaknya lima nama muncul sebagai kandidat terkuat untuk merebut sepatu emas. Siapa saja mereka? Mari kita bedah satu per satu!
Pertama, jangan lewatkan Mariano Peralta dari Persib Bandung. Pemain terbaik Super League musim lalu ini bukan sekadar pencetak gol, tapi juga mesin kreatif. Dengan 20 gol dan 14 assist, ia menjadi ancaman ganda. Tanda-tandanya sudah terlihat: dua gol di pramusim, termasuk saat play-off AFC Champions League Two. Dukungan dari rekannya seperti Uilliam Baros dan Balsa Sekulic membuat Peralta semakin nyaman. Saya yakin, jika tetap fit, ia bisa melampaui catatan musim lalu.
Kedua, ada Alex Martins yang kini berseragam Persebaya. Setelah dua musim di Dewa United dengan 19 gol pada 2025/2026 dan 29 gol pada 2024/2025, Martins pindah ke Bajul Ijo. Perpindahan ini bisa menjadi angin segar. Persebaya dikenal memiliki lini tengah yang suportif, dan saya prediksi Martins akan kembali menjadi juru gedor paling ditakuti. Ketajamannya di kotak penalti sulit diragukan.
Ketiga, striker anyar Persija, Alexander Jeremejeff. Pemain Swedia ini memang baru mencetak 10 gol di musim lalu bersama Panathinaikos dan PAOK, tapi jangan anggap remeh. Dua gol di uji coba melawan Brisbane Roar menunjukkan ia mulai beradaptasi. Kecepatan dan postur tubuhnya bisa menjadi mimpi buruk bagi bek lawan. Jangan kaget jika ia menjadi kejutan terbesar musim ini.
Keempat, nama yang tak asing: David da Silva dari Java United. Meski pindah dari Persib, ketajamannya tak luntur. Musim lalu ia meraih sepatu emas dengan 23 gol, dan sebelumnya 30 gol pada 2023/2024. David adalah predator sejati. Dengan pengalaman dan insting mencetak gol yang luar biasa, ia pasti menjadi incaran utama setiap lini pertahanan lawan.
Kelima, ada pendatang baru yang memikat: Gustavo Henrique dari Arema FC. Pemain Brasil ini menjadi top skor Piala Presiden 2026 dengan 4 gol. Meski turnamen pramusim tak sebanding dengan kompetisi resmi, aksi-aksinya mencuri perhatian. Arema membutuhkan mesin gol, dan Gustavo bisa menjadi jawaban. Saya menantikan bagaimana ia beradaptasi dengan ritme Super League yang lebih keras.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat yang telah mengikuti sepak bola Indonesia sejak era Galatama, saya melihat persaingan top skor musim ini lebih menarik dari sebelumnya. Bukan sekadar soal ketajaman individu, tapi juga strategi tim. Mariano Peralta, misalnya, mendapatkan keuntungan besar dari sistem permainan Persib yang dibangun untuk memaksimalkan pergerakannya. Dengan adanya Baros dan Sekulic, ia tak hanya jadi eksekutor, tapi juga pengatur serangan. Namun, risiko cedera dan beban bermain di ajang Asia bisa menjadi kendala.
Alex Martins adalah tipe striker yang bergantung pada umpan silang dan umpan terobosan. Di Persebaya, saya melihat ada kecocokan dengan gaya main cepat yang diterapkan pelatih. Namun, pertanyaannya: akankah ia mendapatkan suplai bola yang konsisten? Jika ya, ia bisa mencetak 25+ gol. Sementara itu, David da Silva adalah pemain yang paling berpengalaman dan terbukti di berbagai situasi. Kelemahannya mungkin terletak pada usia dan kebugaran, tapi jangan pernah meragukan naluri golnya.
Yang paling menarik adalah Alexander Jeremejeff dan Gustavo Henrique sebagai kuda hitam. Jeremejeff memiliki rekam jejak di Eropa yang cukup solid, dan jika ia cepat beradaptasi dengan cuaca dan gaya bermain Indonesia, ia bisa menjadi pengejut. Gustavo, meski baru, menunjukkan naluri pembunuh di kotak penalti. Saya menilai Arema telah membuat perekrutan cerdas. Namun, Super League bukan Piala Presiden; intensitas dan tekanan jauh lebih tinggi. Saya ingin melihat konsistensi mereka dalam jangka panjang.
Secara taktis, saya memprediksi bahwa top skor musim ini akan ditentukan oleh efektivitas tim dalam membangun serangan. Tim dengan lini tengah kreatif dan full-back yang rajin mengirim umpan silang akan memenangkan persaingan. Persib dan Persebaya unggul di sektor ini, tapi Java United juga punya potensi jika David mendapatkan dukungan. Jangan lupakan faktor mental: tekanan sebagai pencetak gol terbanyak bisa menghantui. Siapa yang paling tenang di momen kritis, itulah pemenangnya. Saya pribadi menjagokan Peralta karena dukungan tim dan pengalaman, tapi Martins dan David tidak boleh diabaikan. Ini akan menjadi duel yang menegangkan hingga pekan terakhir!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Siapa favorit utama top skor Super League 2026/2027?
A: Mariano Peralta (Persib) dianggap favorit karena catatan 20 gol dan 14 assist musim lalu, ditambah dukungan tim yang solid. - Q: Apakah David da Silva masih mampu bersaing setelah pindah ke Java United?
A: Sangat mampu. David adalah top skor dua musim terakhir (23 dan 30 gol). Pengalaman dan insting golnya tetap jadi aset berharga, meski perlu adaptasi dengan sistem baru. - Q: Siapa pemain baru yang paling berpotensi jadi top skor?
A: Gustavo Henrique (Arema) menjadi kandidat menarik setelah menjadi top skor Piala Presiden 2026. Namun, Alexander Jeremejeff (Persija) juga patut diwaspadai karena pengalaman Eropa dan start positif di uji coba.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Janice Tjen Diproyeksi Ulangi Kejayaan sebagai Unggulan Pertama Chennai Open 2026

Jokowi dan Shin Tae Yong Saksi Ijab Bahagia Pernikahan Asnawi & Yuriska

Toraja Academy Turunkan 100 Atlet untuk Tembus Prestasi di CNN Indonesia Taekwondo Championship
