Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Jadwal Neraka 10 Hari! Umuh Muchtar Murka ke PSSI: Ini Ancaman bagi Persib di Pentas Asia

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Jadwal Neraka 10 Hari! Umuh Muchtar Murka ke PSSI: Ini Ancaman bagi Persib di Pentas Asia
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Persib Bandung harus melakoni 3 laga berat dalam 10 hari, termasuk tandang ke Makassar, Jakarta, dan Korea Selatan.
  • Manajer Umuh Muchtar memprotes jadwal padat dan meminta PSSI memberi jeda minimal 2 hari antarpertandingan.
  • Kekhawatiran utama adalah kelelahan pemain dan risiko cedera, yang bisa mengancam performa Persib di Liga 1 dan ACL 2.

BANDUNG – Penggemar Persib Bandung pasti ikut gelisah mendengar keluhan manajer tim, Umuh Muchtar. Bagaimana tidak, Maung Bandung dipaksa menjalani jadwal yang bisa dibilang ‘neraka’ hanya dalam rentang 10 hari. Mulai dari menjamu PSM Makassar di kandang, terbang ke Jakarta untuk duel sengit melawan Persija, lalu langsung melesat ke Korea Selatan menghadapi FC Seoul di ajang AFC Champions League Two, dan ditutup dengan lawatan ke Jepara melawan Persijap. Padat, melelahkan, dan tanpa ampun!

Umuh, yang akrab disapa Wak Haji Umuh, dengan tegas menyuarakan kekecewaannya kepada PSSI. Menurutnya, jadwal seperti ini bukan hanya merugikan fisik pemain, tetapi juga bisa mencoreng citra Indonesia di kancah Asia. “Pulang dari Korea Selatan, kami langsung ke Jepara, tidak pulang dulu ke Bandung. Itu sangat capek, sangat lelah,” ujar Umuh dengan nada geram. Ia menilai seharusnya ada jeda minimal dua hari agar pemain bisa pulih, terlebih perjalanan ke Negeri Ginseng memakan waktu dan energi luar biasa.

Bayangkan, dalam 10 hari, skuad asuhan Igor Tolic harus menghadapi empat tim dengan karakter berbeda, dua di antaranya adalah laga tandang berat melawan rival abadi dan wakil Korea. Tanpa waktu istirahat yang cukup, performa Beckham Putra dan kawan-kawan bisa drop drastis. Yang lebih mengkhawatirkan, cedera otot dan kelelahan kronis mengintai setiap saat. Padahal, Persib sedang dalam misi besar membawa nama Indonesia di kompetisi antar klub Asia. Bukankah seharusnya PSSI memberi dukungan penuh, bukan malah menyusahkan?

Analisis Pakar

Sebagai pengamat yang mengikuti perkembangan sepak bola nasional sejak era Galatama, saya, Dimas Pratama, melihat masalah ini bukan sekadar keluhan manajer, melainkan cermin dari buruknya manajemen kompetisi di negeri kita. PSSI sering kali terjebak pada rutinitas membuat jadwal tanpa mempertimbangkan beban fisik klub yang berlaga di level internasional. Padahal, regulasi FIFA sudah jelas mengatur tentang periode istirahat minimum antarlaga. Mengabaikan hal ini sama saja dengan mengorbankan aset terbaik bangsa di mata dunia.

Persib bukan tim sembarangan; mereka adalah juara bertahan Liga 1 dan memiliki tanggung jawab moral untuk tampil maksimal di ACL 2. Ketika jadwal dipaksakan, yang terjadi adalah penurunan kualitas permainan—umpan menjadi hambar, pressing kehilangan intensitas, dan kreativitas pemain bintang seperti Ciro Alves atau David da Silva tumpul. Saya sudah berkali-kali menyaksikan tim Indonesia gagal di Asia karena kelelahan, bukan karena kalah kualitas. Ini adalah kesalahan sistemik yang harus segera diperbaiki.

Lebih dari itu, efek jangka panjangnya bisa merusak mental pemain. Mereka akan terbiasa dengan kondisi instabilitas, yang berujung pada performa inkonsisten sepanjang musim. Bukankah kita ingin melihat Persib sebagai raksasa yang disegani, bukan sebagai korban kebijakan birokratis? Saya mendesak PSSI untuk duduk bersama dengan PT LIB dan klub-klub peserta ACL, membuat kalender khusus yang memberi ruang bagi tim yang berkompetisi di Asia. Jangan sampai semangat juang Maung Bandung luntur hanya karena kesalahan administrasi yang sepele.

Terakhir, saya apresiasi keberanian Umuh Muchtar yang vokal menyuarakan ini. Dia bukan sekadar manajer, tapi juga pelindung pemain. Namun, protes saja tidak cukup. Diperlukan keputusan tegas dan revisi jadwal agar Persib bisa tampil garang di kandang lawan tanpa bayang-bayang kelelahan. Jika tidak, siap-siap saja melihat hasil pahit—bukan hanya bagi Persib, tetapi bagi seluruh sepak bola Indonesia yang ingin naik kelas di Asia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa jadwal Persib Bandung bisa sangat padat dalam 10 hari?
    A: Karena jadwal Liga 1 yang sudah ditetapkan bentrok dengan jadwal AFC Champions League Two, ditambah adanya laga tunda atau penyesuaian siaran televisi, tanpa mempertimbangkan jarak tempuh dan waktu pemulihan.
  • Q: Apa risiko terbesar dari jadwal padat bagi pemain Persib?
    A: Risiko utama adalah cedera otot akibat kelelahan, penurunan konsentrasi, dan performa fisik yang tidak optimal, yang bisa berdampak pada hasil pertandingan dan memperburuk rekor cedera tim.
  • Q: Bagaimana tanggapan PSSI terhadap protes Umuh Muchtar?
    A> Hingga berita ini diturunkan, PSSI belum memberikan pernyataan resmi. Namun, diharapkan ada rapat koordinasi untuk mencari solusi, seperti menggeser jadwal Liga 1 atau memberi dispensasi khusus bagi Persib.
Meow! Tanya Nesi!
😸