Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gen Z & AI Jadi 'Teman Kerja'? IdeaFest 2026 Ajak Kita Rehumanize Diri!

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: KapanLagi
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Gen Z & AI Jadi 'Teman Kerja'? IdeaFest 2026 Ajak Kita Rehumanize Diri!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • IdeaFest 2026 digelar di JICC Jakarta (4-6 September) dengan tema 'Rehumanize'.
  • Tema ini merespons fenomena Gen Z yang menjadikan AI sebagai bagian dari tim kerja mereka.
  • Festival menghadirkan 500+ pembicara dan ratusan tenant untuk mendorong penggunaan teknologi secara bijak.

Halo, Sobat Kreatif! Kalau kamu merasa dunia semakin cepat dan kadang bikin pusing karena dominasi kecerdasan buatan, kamu nggak sendirian. Festival kreatif terbesar di Indonesia, IdeaFest, kembali hadir tahun ini dengan pendekatan yang sangat relevan: Rehumanize. Acara seru ini berlangsung selama tiga hari penuh di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, mulai Jumat (4/9) hingga Minggu (6/9/2026).

Bukan sekadar bazar biasa, IdeaFest 2026 adalah ruang diskusi raksasa. Bayangkan saja, ada lebih dari 500 pembicara dalam 160+ sesi IdeaTalks yang siap memanjakan otak kita. Selain itu, ratusan tenant dari kategori Food and Beverage, fashion, beauty, hingga produk preloved juga siap meramaikan suasana. Tapi, apa sih sebenarnya maksud dari tema 'Rehumanize' ini?

Menurut Co-chair IdeaFest, Ben Soebiakto, tema ini lahir dari refleksi mendalam tentang bagaimana kita berinteraksi dengan teknologi saat ini. Khususnya bagi generasi terbaru seperti Gen-Z, yang tumbuh berdampingan dengan kemajuan digital. Bagi mereka, AI bukan lagi alat asing, melainkan sudah dianggap sebagai bagian dari tim kerja sehari-hari.

"Dan bisa dibilang, twenties ini memang cara kerja kita bekerjanya di kantor udah sangat berubah gitu ya. Dan mereka sangat AI, mereka udah buka social media, jadi cara mereka berinteraksi itu, eh timnya mereka adalah AI gitu," ungkap Ben. Fenomena ini menarik, namun juga memunculkan tantangan baru berupa social awkwardness dan kesenjangan antargenerasi di lingkungan profesional.

Generasi senior seringkali kesulitan beradaptasi dengan kecepatan teknologi yang dikuasai anak muda. Oleh karena itu, IdeaFest mengajak kita semua untuk jeda sejenak. Mari duduk bersama, melihat kembali core identity kita sebagai manusia, dan belajar mengelola kolaborasi dengan teknologi secara lebih bijak. Jangan sampai kita kehilangan esensi kemanusiaan di tengah gempuran algoritma.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat langkah IdeaFest mengangkat tema 'Rehumanize' bukan hanya sebagai strategi marketing yang cerdas, tetapi sebagai respons sosiologis yang sangat tepat waktu. Di era di mana efisiensi sering kali dikorbankan demi kecepatan, kita lupa bahwa kreativitas sejati berasal dari empati, intuisi, dan pengalaman manusia yang tidak dapat direplikasi oleh mesin. Tema ini menjadi pengingat penting bahwa teknologi seharusnya menjadi enabler, bukan pengganti interaksi manusia yang autentik.

Kesenjangan generasi yang disebutkan oleh Ben Soebiakto adalah isu nyata yang sering diabaikan dalam diskusi korporat modern. Ketika Gen Z menganggap AI sebagai rekan tim, sementara generasi sebelumnya masih berjuang memahami dasar-dasarnya, terjadi friksi komunikasi yang signifikan. Ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan masalah budaya kerja. IdeaFest berperan sebagai jembatan dialogis yang memungkinkan kedua kubu ini bertemu, saling memahami, dan menemukan titik temu dalam ekosistem kerja hibrida masa depan.

Selain itu, kehadiran ratusan tenant dan sesi talks menunjukkan bahwa 'Rehumanize' tidak berarti menolak teknologi, melainkan mengintegrasikannya dengan kesadaran penuh. Dengan membahas topik-topik seperti etika AI, keseimbangan kehidupan kerja, dan kesehatan mental di era digital, festival ini memberikan alat praktis bagi peserta untuk menavigasi kompleksitas zaman sekarang. Ini adalah bentuk edukasi publik yang masif dan berdampak langsung pada pola pikir industri kreatif Indonesia.

Kesimpulannya, IdeaFest 2026 bukan sekadar acara tahunan, melainkan gerakan kultural. Ia mengajak kita untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk notifikasi dan layar, lalu bertanya: "Siapa saya tanpa gadget ini?" Jawaban atas pertanyaan itulah yang akan menentukan seberapa bijak kita menggunakan teknologi ke depannya. Sebuah undangan yang sangat menggugah dan wajib dihadiri oleh siapa pun yang peduli pada masa depan industri kreatif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Kapan dan di mana IdeaFest 2026 berlangsung?
A: IdeaFest 2026 berlangsung dari 4 hingga 6 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Q: Apa tema utama IdeaFest 2026?
A: Tema utamanya adalah 'Rehumanize', yang mengajak manusia untuk menggunakan teknologi dan AI secara bijak serta mengembalikan fokus pada identitas manusia.

Q: Siapa saja yang bisa hadir di IdeaFest 2026?
A: Acara ini terbuka untuk umum, termasuk pelaku industri kreatif, mahasiswa, profesional, dan masyarakat luas yang tertarik dengan perkembangan teknologi dan budaya pop.

BERITA TERKAIT (Selebriti)

Meow! Tanya Nesi!
😸