Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gaji Martinelli di Al Hilal Tembus Rp409 Miliar! Arsenal Rela Dilepas demi Transfer Rp1,4 Triliun

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Gaji Martinelli di Al Hilal Tembus Rp409 Miliar! Arsenal Rela Dilepas demi Transfer Rp1,4 Triliun
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Gabriel Martinelli resmi pindah dari Arsenal ke Al Hilal dengan transfer €70 juta (Rp1,4 triliun).
  • Gaji tahunan Martinelli melonjak dua kali lipat menjadi €20 juta (Rp409 miliar), belum termasuk bonus performa.
  • Arsenal melepas pemain berusia 25 tahun ini karena tawaran menggiurkan dan sudah memiliki pengganti di posisi sayap kiri.

Gemparkan bursa transfer! Gabriel Martinelli resmi berseragam Al Hilal. Klub raksasa Saudi Pro League ini tak tanggung-tanggung menggelontorkan dana fantastis: biaya transfer mencapai 70 juta euro atau setara Rp1,4 triliun untuk memboyong pemain sayap asal Brasil tersebut.

Namun yang lebih mencengangkan adalah gaji tahunan yang diterima Martinelli. Di Al Hilal, ia meraup 20 juta euro per tahun—angka yang jika dirupiahkan tembus Rp409 miliar! Itu berarti pendapatannya melonjak dua kali lipat dibandingkan saat masih membela Arsenal di Premier League. Dan perlu diingat, nominal itu belum termasuk bonus-bonus tambahan jika performanya moncer di tanah Arab.

Kepindahan ini benar-benar kejutan, mengingat usia Martinelli baru 25 tahun—masih sangat muda dan kompetitif untuk bersaing di skuad Arsenal. Namun, The Gunners punya alasan kuat: mereka mendapat tawaran yang sulit ditolak. Selain itu, manajemen Arsenal sudah bergerak cepat dengan mendatangkan Christos Tzolis, yang bisa mengisi posisi sayap kiri—area yang biasa menjadi langganan Martinelli. Belum lagi kehadiran Kai Havertz dan Noni Madueke yang juga bisa beroperasi di sisi yang sama.

Fakta menarik: Saudi Pro League kini tidak hanya menjadi surga bagi pemain-pemain senior. Di sana, bintang-bintang muda seperti Joao Felix juga ikut meramaikan kompetisi. Martinelli pun akan menjadi salah satu nama muda yang menambah gengsi liga gurun pasir tersebut.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat olahraga yang sudah puluhan tahun mengikuti dinamika transfer pemain, saya melihat langkah Arsenal melepas Martinelli adalah keputusan yang sangat pragmatis dan cerdas secara finansial. Di usia emasnya, Martinelli memang memiliki kecepatan dan dribel mumpuni, namun konsistensinya di Premier League sering kali dipertanyakan. Cedera dan persaingan ketat di lini serang Arsenal membuatnya tidak lagi menjadi pilihan utama. Ketika tawaran €70 juta datang dari Al Hilal, ini adalah kesempatan emas yang tidak bisa disia-siakan oleh direktur teknis Arsenal.

Dari sisi Martinelli, ini adalah langkah karir yang berani. Banyak pemain Eropa yang enggan pindah ke Timur Tengah di usia produktif karena khawatir kehilangan panggung sepak bola tertinggi. Namun, dengan gaji Rp409 miliar per tahun, Martinelli sudah mengamankan masa depan finansialnya dan keluarganya. Ini adalah angka yang bahkan pemain sekelas Kevin De Bruyne atau Mohamed Salah pun hanya bisa bermimpi untuk mendapatkannya di Eropa. Yang menarik, Martinelli masih memiliki potensi berkembang—di liga yang tak seketat Premier League, ia justru bisa menjadi bintang mutlak dan meningkatkan kepercayaan dirinya.

Namun, saya perlu menyoroti risiko taktis. Saudi Pro League memang sedang naik daun, tetapi level persaingan internal sangat timpang. Al Hilal mendominasi, dan Martinelli harus beradaptasi dengan gaya permainan yang lebih fisik dan cuaca ekstrem. Bonus performa yang disebutkan bisa menjadi motivasi ekstra, tapi juga bisa menjadi tekanan jika ia tak segera mencetak gol atau assist. Arsenal, di sisi lain, sudah memiliki rencana cadangan dengan mendatangkan Tzolis dan masih ada Havertz serta Madueke. Menurut saya, ini justru menguntungkan Arsenal karena mereka mengurangi beban gaji dan mendapat dana segar untuk belanja pemain lain di bursa mendatang.

Saya juga menilai kepindahan ini menjadi sinyal bahwa dominasi finansial klub-klub Arab bukan lagi isapan jempol. Mereka mampu membajak pemain muda bertalenta dari Eropa dengan gaji yang tak masuk akal. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin kita akan melihat lebih banyak nama-nama top di bawah 27 tahun memilih Saudi Pro League sebagai destinasi utama. Ini adalah pergeseran besar dalam ekosistem sepak bola global, dan kita sebagai penggemar harus siap menyaksikan perubahan yang sangat menarik dalam beberapa tahun ke depan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa gaji Gabriel Martinelli di Al Hilal per tahun?
    A: Gaji Martinelli mencapai 20 juta euro atau sekitar Rp409 miliar per tahun, belum termasuk bonus tambahan dari performa.
  • Q: Mengapa Arsenal melepas Martinelli di usia 25 tahun?
    A: Arsenal menerima tawaran transfer €70 juta (Rp1,4 triliun) yang sangat menggiurkan, dan mereka sudah memiliki pengganti di posisi sayap kiri seperti Christos Tzolis serta opsi lain seperti Kai Havertz dan Noni Madueke.
  • Q: Apakah Martinelli termasuk pemain termuda di Saudi Pro League?
    A: Tidak, ada beberapa pemain muda lain seperti Joao Felix yang juga merumput di Saudi Pro League, namun Martinelli menjadi salah satu nama besar dengan usia di bawah 26 tahun yang pindah ke liga tersebut.
Meow! Tanya Nesi!
😸