Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kimi Antonelli Buat Sejarah: Kunci Gelar Juara Dunia F1 2026 Paling Muda di Usia 20 Tahun

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Kimi Antonelli Buat Sejarah: Kunci Gelar Juara Dunia F1 2026 Paling Muda di Usia 20 Tahun
BAGIKAN:

Kimi Antonelli mengukir nama di sejarah Formula 1 dengan memastikan gelar juara dunia 2026 setelah finis ketiga di Grand Prix Meksiko pada Senin (2/11) dini hari WIB. Pembalap muda Mercedes ini mengunci gelar tersebut saat musim masih menyisakan tiga seri, berkat koleksi total 380 poin yang membuat rival utamanya, Max Verstappen, tidak mungkin lagi mengejar ketertinggalan 119 poin. Pencapaian ini menjadikannya juara dunia termuda dalam sejarah ajang balap paling bergengsi itu, melampaui rekor lama yang bertahan selama 16 tahun.

Antonelli, yang baru menjalani musim keduanya di Formula 1, memecahkan rekor milik Sebastian Vettel. Vettel meraih gelar pertama pada 2010 saat berumur 23 tahun 134 hari, sedangkan Antonelli mengunci gelar saat usianya baru 20 tahun 68 hari. Lahir di Bologna, Italia, pada 25 Agustus 2006, Antonelli adalah putra Marco Antonelli, seorang pembalap mobil sport. Bakatnya terlihat sejak kecil melalui karting, menarik perhatian Mercedes yang sejak dini memantaunya dan memasukkannya ke program junior tim tersebut.

Karier Cerdas: Melompati Kelas Menuju Panggung Utama

Jalur karier Antonelli ditandai dengan promosi cepat yang luar biasa. Ia meraih juara di tingkat junior dengan memenangkan Formula 4 Italia dan Jerman pada 2022, disusul gelar Formula Regional Middle East dan European pada tahun berikutnya. Prestasi ini meyakinkan Mercedes untuk melompati tahap Formula 3 dan langsung mempromosikannya ke Formula 2 pada 2024. Di level Formula 2, ia menampilkan performa kompetitif dengan meraih kemenangan sprint race di Silverstone dan feature race di Hungaroring.

Momen penentu datang setelah Lewis Hamilton hengkang ke Ferrari pada 2025. Mercedes memberi kesempatan debut F1 kepada Antonelli untuk mendampingi George Russell. Meski musim debutnya ditandai dengan tiga podium sekaligus tantangan adaptasi di balapan-balanpan Eropa, tahun 2026 menjadi momen kebangkitan total. Ia mengawali musim dengan finis kedua di Australia dan meraih kemenangan pertamanya di Grand Prix China.

Menjaga Warisan, Meraih Puncak Baru

Performa Antonelli di musim 2026 benar-benar mendominasi. Ia berhasil merangkum sembilan kemenangan balapan, termasuk di Jepang, Miami, Kanada, Monaco, Belgia, Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat. Kemampuan konsistensinya untuk mengunci poin menjadi fondasi utama gelar juara dunia yang diraihnya. Keberhasilan ini juga menjadikan Antonelli pembalap Italia ketiga yang meraih gelar tertinggi di F1.

  • Pembalap Italia peraih gelar: Giuseppe Farina (1950), Alberto Ascari (1952 dan 1953), dan kini Kimi Antonelli.
  • Pencapaian Musim 2026: Sembilan kemenangan Grand Prix, total 380 poin, dan gelar juara dunia di usia 20 tahun.

Dengan gelar tersebut, Antonelli resmi ditabiskan sebagai salah satu talenta termuda dalam sejarah olahraga berkecepatan tinggi. Berbekal pengalaman dan mental juara di usia muda, ia kini memulai babak baru dalam karier bersama Mercedes, dengan prospek untuk mempertahankan gelar di musim-musim berikutnya.

Meow! Tanya Nesi!
😸