Dua Gol Dianulir, Tetap Ganas! Bali United Bungkam PSS Sleman 2-1 di Pembuka Super League 2026/2027
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Ringkasan Singkat
- Bali United memulai Super League 2026/2027 dengan kemenangan 2-1 atas PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Jumat (4/9).
- Dua gol tambahan Serdadu Tridatu dianulir karena offside, namun keunggulan 2-0 dari penalti Teppei Yachida dan gol Queven da Silva cukup untuk mengamankan tiga poin.
- PSS hanya mampu memperkecil lewat sundulan Melvyn Lorenzen di masa injury time, sementara Bali United tampil dominan sepanjang laga.
Pesta sepak bola bergulir di Pulau Dewata! Bali United sukses menaklukkan PSS Sleman dengan skor 2-1 dalam laga perdana Super League 2026/2027 yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat malam (4/9). Sejak seremoni pembukaan yang melibatkan perwakilan PSSI, operator kompetisi, dan sponsor, atmosfer stadion langsung membara.
Bertindak sebagai tuan rumah, Serdadu Tridatu langsung tancap gas. Mengenakan seragam merah menyala, anak asuh Stefano Cugurra langsung menguasai penguasaan bola dan menekan pertahanan PSS yang berpakaian serba putih. Sementara itu, Elang Jawa memilih taktik pragmatis, mengandalkan serangan balik cepat yang berbahaya. Peluang pertama lahir di menit ke-11 lewat aksi Tim Henri, disusul percobaan Ricky Jafrin, Thijmen Goppel, Teppei Yachida, Remco Balk, dan Queven da Silva. Namun, hingga setengah jam pertama, puluhan peluang gagal dikonversi karena ketenangan yang masih kurang di kotak penalti.
Di sisi lain, PSS nyaris mencuri gol melalui striker jangkung Matheus Fornazari, tetapi kiper Mike Hauptmeijer sigap mengamankan gawang. Titik balik terjadi pada menit ke-40, ketika wasit Thariq Alkatiri menunjuk titik putih setelah berkonsultasi dengan VAR. Yachida yang dilanggar Claudio Mutzi dengan tegas dieksekusi sendiri oleh gelandang Jepang itu. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua semakin sengit. Bali United terus menggempur, dan Rahmat Arjuna nyaris menambah gol pada menit ke-60 setelah melewati kiper Ega Ruzky Pramana, namun blok dari belakang menyelamatkan PSS. Akhirnya, pada menit ke-67, blunder Christophe Nduwarugira saat menerima umpan dimanfaatkan oleh Remco Balk yang kemudian menyodorkan bola kepada Queven da Silva untuk mencetak gol kedua. Keunggulan 2-0 terasa aman, meski dua gol tambahan dari Irfan Jaya (menit 77) dan satu lagi di menit 80 harus dianulir karena offside. Di injury time, tepatnya menit 90+5, PSS memperkecil lewat sundulan Melvyn Lorenzen, tetapi tak cukup untuk membalikkan keadaan. Laga berakhir 2-1 untuk kejayaan Bali United.
Analisis Pakar
Oleh: Dimas Pratama – Pengamat dan Jurnalis Olahraga Senior
Laga pembuka ini menjadi cermin dominasi Bali United yang hampir sempurna, kecuali penyelesaian akhir yang boros. Saya kritis melihat bahwa meski menguasai permainan, Serdadu Tridatu masih kehilangan sentuhan klinis di depan gawang. Tercatat lebih dari 15 peluang tercipta, tapi hanya dua yang berbuah gol. Jika lawan lebih tangguh, seperti tim papan atas Asia, kemungkinan besar hasilnya akan berbeda. Keunggulan taktik Stefano Cugurra dalam membangun serangan dari lini belakang patut diacungi jempol, namun ketenangan di sepertiga akhir harus terus diasah.
Dari sisi PSS Sleman, strategi bertahan dan serangan balik sebenarnya cukup efektif untuk meredam agresivitas tuan rumah. Namun, kesalahan individu seperti blunder Nduwarugira menjadi titik lemah yang fatal. Lini tengah yang dikapteni oleh Dominikus Dion dan Kim Jeffery Kurniawan kurang mampu memutus aliran bola Bali United, sehingga para pemain depan seperti Matheus Fornazari dan Moussa Bagayoko kekurangan suplai. Saya menilai pelatih PSS perlu mengevaluasi transisi dari bertahan ke menyerang agar lebih cepat, karena kali ini mereka seringkali terlambat dan hanya mengandalkan umpan panjang.
Yang menarik adalah penggunaan VAR yang sudah terintegrasi dengan baik. Penalti Yachida adalah keputusan tepat, dan dua gol yang dianulir juga sudah sesuai dengan aturan offside. Namun, saya menggarisbawahi bahwa wasit Thariq Alkatiri terlihat terlalu sering menghentikan permainan, sehingga ritme laga sedikit terganggu. Di era modern ini, VAR memang harus menjadi alat bantu, bukan penghambat. Saya berharap ke depan, asisten wasit dan teknologi bisa bekerja lebih sinkron agar pertandingan tetap mengalir deras.
Secara keseluruhan, kemenangan ini adalah modal besar bagi Bali United untuk mempertahankan gelar juara. Tapi jangan cepat berpuas diri. Lini belakang yang dikomandoi Kadek Arel dan Tim Geypens masih sesekali kecolongan, seperti gol Lorenzen yang tercipta dari kemelut. Bagi PSS, ini adalah pelajaran berharga: di kompetisi sekelas Super League, setiap kesalahan kecil akan dibayar mahal. Saya yakin kedua tim akan terus berkembang dan menyuguhkan pertarungan menarik di pekan-pekan berikutnya. Mari kita nantikan!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Siapa pencetak gol dalam pertandingan Bali United vs PSS Sleman?
A: Gol Bali United dicetak oleh Teppei Yachida (penalti menit 40) dan Queven da Silva (menit 67). Satu gol hiburan PSS disundul Melvyn Lorenzen pada menit 90+5. - Q: Mengapa dua gol Bali United dianulir?
A: Kedua gol yang dianulir terjadi karena posisi pemain Bali United sudah berada dalam posisi offside saat bola diterima atau saat sundulan Irfan Jaya. Wasit memutuskan setelah memantau VAR dan asisten wasit. - Q: Bagaimana performa VAR dalam laga ini?
A: VAR digunakan untuk mengecek penalti yang diberikan kepada Bali United dan juga untuk mengonfirmasi dua gol offside. Secara umum, keputusan wasit dinilai tepat, meskipun ada sedikit gangguan ritme permainan karena pengecekan yang agak lama.


