Kebakaran Hutan di Kawasan Kawah Ijen Meluas 20 Hektare, Jalur Pendakian Ditutup Total
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Ringkasan Singkat
- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Merapi Ungup-Ungup, TWA Kawah Ijen, telah menghanguskan sekitar 20 hektare.
- Petugas kesulitan memadamkan api karena medan terjal, licin, dan berbahaya; posko siaga didirikan di Bumi Perkemahan Paltuding.
- BB KSDA Jatim menutup total TWA Kawah Ijen untuk pengunjung mulai 4 September 2026 hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Banyuwangi, 5 September 2026 ā Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, tepatnya di area Gunung Merapi Ungup-Ungup, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, telah mencapai luas sekitar 20 hektare. Api pertama kali terdeteksi pada Kamis (3/9) pukul 07.34 WIB, dengan titik api yang muncul di belakang Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, dalam laporannya Jumat (4/9) menyatakan bahwa total lahan terbakar diperkirakan mencapai 20 hektare. Beruntung, hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. "Korban nihil," tegas Satriyo.
Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala besar. Medan di kawasan perhutanan tersebut licin, terjal, dan berbahaya, sehingga petugas kesulitan menjangkau titik-titik api. Sebagai langkah darurat, BPBD Banyuwangi mendirikan posko siaga di Bumi Perkemahan Paltuding, yang berjarak tidak jauh dari lokasi kebakaran. "Lokasi titik api tidak dapat dijangkau karena medan menuju lokasi berupa kawasan terjal, licin, dan berbahaya," jelas Satriyo.
Koordinasi antara BPBD Jawa Timur, BPBD Banyuwangi, BKSDA Wilayah Banyuwangi, dan Perhutani terus dilakukan untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan optimal. Pemantauan intensif juga dilakukan di jalur pendakian Kawah Ijen sebagai antisipasi jika api merambat ke area wisata. Satriyo menambahkan, "Itu sebagai langkah antisipasi untuk mencegah potensi pergerakan titik api yang mengarah ke kawasan wisata dan jalur pendakian."
Menindaklanjuti situasi ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BB KSDA) Jawa Timur secara resmi menutup total kawasan TWA Kawah Ijen mulai Jumat (4/9). Penutupan tersebut tertuang dalam surat pengumuman Nomor PG.2245/K.2-BIDTEK/KSA.04.01/B/9/2026 yang ditandatangani oleh Kepala BB KSDA Jatim, Nur Patria Kurniawan. Dalam suratnya, dinyatakan bahwa penutupan berlaku mulai 4 September 2026 sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan, demi meminimalisir risiko terhadap pengunjung.
Analisis Pakar
Kebakaran hutan di kawasan konservasi seperti TWA Kawah Ijen bukan sekadar bencana ekologis, melainkan cerminan lemahnya sistem pencegahan dan kesiapsiagaan di wilayah yang seharusnya menjadi kawasan lindung. Luasan 20 hektare yang terbakar mungkin terdengar kecil, namun dampaknya terhadap keanekaragaman hayati, terutama vegetasi khas dataran tinggi dan habitat satwa langka, tidak bisa diremehkan. Api yang menjalar di lahan gambut dan lereng terjal berpotensi memicu longsor dan erosi pasca-kebakaran, yang mengancam stabilitas ekosistem dalam jangka panjang.
Yang lebih memprihatinkan adalah alasan klasik yang selalu muncul: medan sulit dijangkau. Ini bukan pertama kalinya petugas pemadam kebakaran hutan di Indonesia mengeluhkan akses terbatas. Pertanyaannya, mengapa tidak ada sistem deteksi dini berbasis teknologi, seperti drone termal atau satelit pemantauan titik panas, yang dioptimalkan di kawasan wisata berisiko tinggi? BPBD dan BKSDA seharusnya sudah memiliki peta kerawanan dan jalur evakuasi yang jelas, bukan hanya sekadar mendirikan tenda posko setelah api membesar. Penutupan total kawasan wisata adalah langkah reaktif, bukan solusi jangka panjang.
Lebih jauh, kejadian ini harus menjadi panggilan bagi pemerintah daerah dan pusat untuk mengkaji ulang tata kelola kawasan TWA Kawah Ijen. Apakah terdapat aktivitas ilegal seperti pembukaan lahan dengan cara dibakar? Apakah petugas kehutanan memiliki perlengkapan dan pelatihan yang memadai untuk menghadapi karhutla di musim kemarau? Tanpa investigasi mendalam dan sanksi tegas terhadap pelaku pembakaran, kebakaran serupa akan terus berulang. Saya mendesak BB KSDA untuk membuka data patroli rutin dan laporan kondisi hutan secara transparan, sehingga publik bisa ikut mengawasi. Ini bukan soal menutup akses wisata, tetapi melindungi warisan alam yang menjadi kebanggaan bangsa.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apakah Kawah Ijen masih bisa dikunjungi saat ini?
A: Tidak. BB KSDA Jawa Timur telah menutup total TWA Kawah Ijen untuk kegiatan kunjungan mulai 4 September 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan, karena kebakaran hutan yang meluas. - Q: Berapa luas lahan yang terbakar di Gunung Merapi Ungup-Ungup?
A: Hingga Jumat (4/9), luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 20 hektare, menurut data dari BPBD Jawa Timur. - Q: Apa kendala utama pemadaman kebakaran di kawasan tersebut?
A> Kendala utama adalah medan yang terjal, licin, dan berbahaya, sehingga petugas sulit menjangkau titik api secara langsung. BPBD mendirikan posko di Bumi Perkemahan Paltuding untuk memantau dan mengoordinasikan pemadaman.


