Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Lifter Indonesia Siap Terbang Lebih Awal ke Jepang demi Emas Asian Games 2026!

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Lifter Indonesia Siap Terbang Lebih Awal ke Jepang demi Emas Asian Games 2026!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Tim angkat besi Indonesia bertolak ke Jepang pada 16 September, lebih cepat dari jadwal pertandingan 23 September.
  • Pelatih Samsuri fokus pada fase tapering akhir untuk menjaga performa puncak atlet.
  • Delapan lifter (4 putra, 4 putri) dalam kondisi siap tempur setelah latihan intensif di Pelatnas PABSI.

Semangat juang membara! Tim angkat besi Indonesia memutuskan untuk berangkat lebih awal ke Jepang pada 16 September guna mematangkan persiapan akhir menjelang Asian Games 2026. Keputusan strategis ini diambil agar para lifter memiliki waktu sekitar satu pekan untuk beradaptasi dengan venue dan kondisi lokal sebelum hari pertandingan yang dijadwalkan pada 23 September.

Pelatih kepala, Samsuri, menyatakan bahwa saat ini atlet berada dalam periode krusial. “Khususnya yang kami tangani di [kelas] 49 ini sudah minggu-minggu krusial. Kami sifatnya menjaga performa yang sudah kami miliki. Yang sudah kami persiapkan ini kita jaga,” ujarnya dengan nada optimistis di Pelatnas PABSI, Jakarta, Rabu (2/9).

Menurut Samsuri, satu pekan di Jepang bukan untuk latihan beban penuh, melainkan untuk pengondisian akhir atau tapering. “Masih ada waktu. Kalau kami kan main tanggal 23, itu masih kurang lebih satu minggu. Nah, pengondisian itu sudah tapering terakhir,” jelasnya. Pola tapering diatur secara bergantian antara latihan dan istirahat: “Sudah latihan, off, latihan, off, off, latihan, tanding, off, tanding.” Pendekatan ini diyakini mampu menjaga kebugaran dan kesiapan mental atlet saat tampil di arena.

Dengan kekuatan delapan atlet andalan—empat putra dan empat putri—tim angkat besi Indonesia datang dengan tekad membawa pulang medali. Kondisi para lifter disebut sudah matang dan siap bertempur melawan lawan-lawan berat dari Asia.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat olahraga yang telah mengikuti perjalanan angkat besi nasional selama bertahun-tahun, saya menilai langkah berangkat lebih awal ini adalah keputusan taktis yang patut diapresiasi. Bukan sekadar soal waktu, melainkan soal manajemen adaptasi. Jepang memiliki iklim, fasilitas, dan ritme waktu yang berbeda dengan Indonesia. Dengan memberi jeda satu pekan, para lifter dapat mengatasi jet lag, mencoba peralatan di tempat latihan, dan menyelaraskan jam biologis mereka dengan jadwal kompetisi. Ini sering diabaikan oleh tim lain, namun Samsuri dan staf pelatih menunjukkan kematangan perencanaan.

Yang lebih krusial adalah fase tapering yang mereka terapkan. Banyak atlet gagal di ajang besar karena overtraining di detik-detik akhir. Samsuri justru membalik logika itu dengan mengurangi volume latihan dan meningkatkan kualitas pemulihan. Pola latihan-off yang teratur menandakan bahwa tim pelatih memahami fisiologi olahraga modern. Saya melihat ini sebagai sinyal positif bahwa program pelatnas tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga pendekatan ilmiah. Namun, tantangan terbesar adalah konsistensi mental. Tekanan pertandingan di Asian Games berbeda dengan kejuaraan biasa. Saya berharap tim psikolog juga dilibatkan dalam masa tapering ini, karena ketenangan pikiran sama pentingnya dengan kekuatan otot.

Dari sisi teknis, kelas 49 kg putri dan putra menjadi sorotan utama. Indonesia memiliki sejarah medali di kelas ini, dan persaingan diprediksi sengit dari China, Thailand, dan Korea Utara. Satu minggu di Jepang harus dimanfaatkan tidak hanya untuk adaptasi, tetapi juga untuk memata-matai kekuatan lawan secara tidak langsung. Saya mendorong tim untuk melakukan simulasi pertandingan dengan wasit lokal agar tidak kaget dengan aturan atau sistem panggilan. Keberhasilan di angkat besi sering ditentukan oleh selisih satu kilogram atau bahkan satu sentakan. Detil kecil seperti pemanasan, pengaturan napas, dan koordinasi dengan pelatih di pinggir lapangan akan menjadi pembeda. Jika semua aspek ini dijalankan dengan baik, saya yakin Indonesia bisa meraih lebih dari satu medali emas di cabang ini.

Terakhir, saya menaruh harapan besar pada kepemimpinan Samsuri. Beliau adalah sosok yang tenang tapi tegas. Dari pernyataannya, terlihat ia tidak ingin terburu-buru. Fase tapering ini ibarat memasak hidangan bintang lima—api kecil yang dijaga justru menghasilkan cita rasa sempurna. Saya optimis, dengan keberangkatan lebih awal dan strategi yang matang, angkat besi Indonesia akan menjadi salah satu andalan perolehan medali di Asian Games 2026. Kuncinya ada di eksekusi di hari-H. Semoga para lifter tetap sehat, fokus, dan mampu memberikan kejutan!

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Kapan tim angkat besi Indonesia berangkat ke Asian Games 2026?
    A: Tim berangkat pada 16 September ke Jepang, sekitar satu pekan sebelum pertandingan dimulai pada 23 September.
  • Q: Apa itu tapering dan mengapa penting bagi lifter?
    A: Tapering adalah pengurangan intensitas latihan secara bertahap menjelang kompetisi untuk memulihkan tenaga dan menjaga performa puncak, sehingga atlet tidak kelelahan saat bertanding.
  • Q: Berapa jumlah atlet yang dikirim Indonesia untuk angkat besi di Asian Games 2026?
    A: Indonesia mengirimkan delapan atlet, terdiri dari empat lifter putra dan empat lifter putri, yang semuanya sudah dinyatakan siap bertempur.

BERITA TERKAIT (Olahraga)

Meow! Tanya Nesi!
😸