Gubernur Kaltim Peringatkan Kepala Daerah: Penghargaan Bukan Tujuan, Kolaborasi Kunci Bangun Kalimantan
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Gubernur Kalimantan Timur Rudi Masaud menyatakan ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 adalah momentum untuk memperkuat komitmen bersama membangun regional Kalimantan, bukan sekadar seremoni penghargaan.
- Ia menekankan pentingnya sinergi antar lima provinsi di Kalimantan agar tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling memperkuat dan memberi manfaat.
- Sebanyak 32 daerah menerima penghargaan dalam kategori pengelolaan sampah dan lingkungan, akses dan kualitas layanan kesehatan, serta akses pendidikan.
BALIKPAPAN – Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Masaud, membuka secara resmi acara Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan di Balikpapan, Kamis (3/9). Dalam pidatonya, ia menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang seremonial pemberian piala, melainkan titik tolak penguatan kerja nyata antar pemerintah daerah di seluruh pulau Kalimantan.
"Kami berharap apresiasi pemerintah daerah berprestasi tahun 2026 ini tidak hanya menjadi bagian ajang pemberian penghargaan tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama di dalam membangun regional Kalimantan," ujar Rudi di hadapan para kepala daerah yang hadir.
Menurutnya, acara ini memiliki nilai strategis karena mempertemukan para pemimpin dari lima provinsi—Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara—yang memiliki karakteristik dan potensi masing-masing, namun terikat dalam satu bentang wilayah yang saling terhubung. "Kita memang terdiri dari lima provinsi dengan karakteristik dan potensi masing-masing tetapi berada dalam satu bentang wilayah yang saling terhubung," tegasnya.
Rudi mengingatkan bahwa pembangunan Kalimantan tidak boleh berjalan parsial. "Kalimantan ini kami harapkan tidak tumbuh sebagai daerah yang berjalan sendiri-sendiri, tetapi sebagai kawasan yang saling memperkuat dan saling memberikan manfaat," imbuh gubernur yang juga mantan birokrat itu.
Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri yang telah menunjuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai penyelenggara. Penghargaan, lanjut Rudi, bukanlah tujuan akhir dari prestasi. Ia berharap penghargaan ini menjadi pemantik bagi seluruh pemda untuk terus berinovasi, memperbaiki pelayanan publik, dan memastikan setiap kebijakan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, diberikan penghargaan kepada 32 daerah kabupaten/kota di Kalimantan untuk tiga kategori utama: pengelolaan sampah dan lingkungan, akses serta kualitas layanan kesehatan, dan akses penduduk terhadap layanan pendidikan. Namun, tidak dirinci lebih lanjut daerah mana saja yang meraih penghargaan dan bagaimana metodologi penilaian yang digunakan.
Analisis Pakar
Sebagai seorang jurnalis yang telah lama meliput dinamika pemerintahan daerah, saya memandang pernyataan Gubernur Rudi Masaud adalah sebuah pengakuan terselubung bahwa selama ini koordinasi antarpemda di Kalimantan masih lemah. Kata-kata "jangan berjalan sendiri-sendiri" bukan sekadar retorika, melainkan kritik halus terhadap praktik pembangunan yang kerap ego-sektoral. Penghargaan seperti ini memang baik untuk membangun citra positif, namun tanpa diikuti mekanisme evaluasi yang ketat dan transparan, ia berisiko menjadi ajang seremonial yang menghabiskan anggaran tanpa dampak terukur.
Yang patut dipertanyakan adalah kriteria penilaian. Mengapa hanya tiga kategori yang diangkat? Apakah itu mencerminkan prioritas pembangunan Kalimantan yang sesungguhnya, atau sekadar kategori yang mudah diukur secara administratif? Saya mencurigai ada kesenjangan antara indikator yang dinilai dengan realitas di lapangan, misalnya dalam hal pemerataan infrastruktur atau pengentasan kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di banyak kabupaten. Penunjukan IPDN sebagai penyelenggara juga perlu diawasi, mengingat institusi tersebut memiliki hubungan erat dengan birokrasi pusat—potensi konflik kepentingan dan bias penilaian tidak bisa diabaikan.
Lebih jauh, saya menilai gubernur seharusnya tidak berhenti pada ajakan moral. Ia perlu memastikan adanya rencana aksi konkret, misalnya pembentukan forum koordinasi rutin antarprovinsi, penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan sistem monitoring bersama. Penghargaan tanpa tindak lanjut hanya akan menjadi pajangan di ruang rapat bupati dan wali kota. Masyarakat Kalimantan tidak butuh seremoni; mereka butuh perbaikan nyata dalam layanan kesehatan, pendidikan, dan lingkungan yang selama ini timpang antar wilayah.
Terakhir, saya menyoroti pernyataan bahwa penghargaan harus menjadi motivasi. Motivasi memang penting, tetapi fondasi pembangunan adalah akuntabilitas. Jika tidak ada sanksi bagi daerah yang terus menerus berprestasi rendah, maka penghargaan kehilangan maknanya. Saya berharap Kemendagri dan IPDN dapat mempublikasikan secara terbuka data dan metode penilaian, serta memberikan ruang bagi partisipasi publik untuk mengawal tindak lanjut dari ajang ini. Kalimantan memiliki potensi luar biasa—tapi potensi hanya akan menjadi prestasi jika ada kemauan politik dan kerja keras kolektif yang terukur.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa itu Apresiasi Pemda Berprestasi 2026?
- A: Acara penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui IPDN, bertujuan memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah kabupaten/kota di Kalimantan yang dinilai berkinerja baik dalam tiga kategori: pengelolaan lingkungan dan sampah, layanan kesehatan, serta akses pendidikan.
- Q: Berapa banyak daerah yang menerima penghargaan di acara ini?
- A: Sebanyak 32 daerah dari lima provinsi di Kalimantan menerima penghargaan pada Batch II Regional Kalimantan tahun 2026. Namun, daftar lengkap nama daerah dan peringkatnya belum dipublikasikan secara rinci.
- Q: Apa pesan utama Gubernur Kaltim dalam pidatonya?
- A: Gubernur Rudi Masaud menekankan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi antarpemda se-Kalimantan, serta memotivasi inovasi dan perbaikan pelayanan publik yang berdampak nyata bagi masyarakat.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Wali Kota Jakut Dorong Pembiasaan Kerja Bakti untuk Cegah Banjir

Kepulauan Seribu Mendorong Wisata Bebas Sampah lewat Ekosistem Bahari dan Ekonomi Sirkular

200 Warga Pondok Bambu Ikuti Sosialisasi Jemput Bola Perlindungan Sosial dan Desil
