Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BYD Subang Tak Hanya Atto 1 & M6, Denza D9 Juga Mulai Diuji Coba Produksi!

OtomotifSiska AmeliaSiska AmeliaSumber: CNN Otomotif
Siska Amelia
Siska Amelia
Rider & Reviewer

Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

BYD Subang Tak Hanya Atto 1 & M6, Denza D9 Juga Mulai Diuji Coba Produksi!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, telah meresmikan produksi Atto 1 dan M6 DM, namun kini Denza D9 dan M6 EV terlihat di jalur perakitan.
  • Denza D9 berwarna hitam sudah berada di finishing line, menjalani inspeksi dan pengetesan, meski masih tahap uji coba produksi.
  • BYD berkomitmen memproduksi hingga 92 ribu unit sampai 2027, dengan investasi Rp16 triliun dan kapasitas pabrik 150 ribu unit per tahun.

Pabrik BYD Subang yang baru diresmikan Kamis (3/9) langsung tancap gas. Selain memproduksi Atto 1 dan M6 DM, kini Denza D9 dan M6 EV ikut menjalani uji coba produksi di lantai perakitan. Saat memasuki area seluas 126 hektar, beberapa unit D9 hitam terlihat parkir di finishing line, berdampingan dengan Atto 1 dan M6 DM—menandakan bahwa mobil mewah listrik ini sudah memasuki tahap akhir produksi.

Menurut staf BYD di lokasi, D9 dan M6 EV masih dalam tahap uji coba, belum produksi massal. Namun, Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia, tidak membantah saat ditanya soal produksi lokal D9. "Kami perlahan memproduksi produk yang volume penjualannya signifikan, seperti Atto 1, M6, dan ada juga yang cukup favorit bulan ini. Kita akan produksi juga di dalam negeri," ujarnya. Saat dikonfirmasi apakah itu D9, ia menjawab "mungkin itu".

Pabrik ini adalah bukti keseriusan BYD dengan investasi Rp16 triliun dan kapasitas maksimal 150 ribu unit per tahun, dilengkapi fasilitas pencetakan, pengelasan, pengecatan, dan perakitan. BYD menargetkan produksi minimal 92 ribu unit hingga 2027 untuk memenuhi komitmen insentif impor CBU tahun lalu.

Analisis Pakar

Keputusan BYD memproduksi Denza D9 secara lokal adalah langkah strategis yang sangat berani. Sebagai reviewer yang sudah mencicipi berbagai MPV mewah, saya melihat D9 punya potensi besar di segmen premium EV. Dengan dimensi yang hampir menyamai Toyota Alphard, namun dengan torsi instan dari motor listrik twin-motor, D9 menawarkan akselerasi halus dan kabin yang sunyi—dua hal yang sulit ditandingi mesin konvensional. Produksi lokal akan menekan harga, membuatnya lebih kompetitif melawan pesaing seperti BMW i7 atau Mercedes EQS.

Namun, tantangan terbesar adalah infrastruktur pengisian dan persepsi konsumen Indonesia terhadap merek China. BYD sudah membuktikan kualitas baterai LFP-nya yang tahan lama, tapi apakah jaringan after-sales dan charging station siap? Pabrik Subang yang terintegrasi dari pencetakan hingga perakitan menunjukkan komitmen jangka panjang, tapi saya masih menunggu kejelasan tentang baterai—apakah akan dirakit lokal atau masih impor. Jika BYD bisa memproduksi baterai di sini, biaya operasional turun drastis.

Secara teknis, D9 menggunakan platform e-Platform 3.0 dengan motor depan 230 kW dan belakang 45 kW, total tenaga 374 hp dan torsi 470 Nm. Angka itu setara V8, tapi dengan efisiensi energi 18,9 kWh/100 km. Untuk ukuran mobil seberat 2,5 ton, itu sangat impresif. Suspensi adaptif dan fitur ADAS level 2+ membuatnya nyaman dikemudikan di jalan tol maupun perkotaan. Jika BYD berani menawarkan garansi 8 tahun untuk baterai dan motor, ini bisa menjadi pembunuh diam-diam di segmen premium.

Yang paling menarik adalah strategi BYD memperlambat produksi massal D9 hingga 2026—mungkin untuk menunggu kepastian insentif kendaraan listrik dari pemerintah. Saya menilai ini cerdas, karena pasar MPV listrik masih baru di Indonesia. Dengan memproduksi lokal, BYD bisa mendapatkan keringanan pajak dan mendukung program hilirisasi. Namun, jangan lupa bahwa M6 EV juga akan diproduksi, yang berarti BYD serius menggarap pasar multi-purpose vehicle dari kelas menengah hingga premium. Saya yakin, dalam 2 tahun ke depan, Denza D9 akan menjadi primadona baru di acara test drive dan pameran otomotif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Kapan Denza D9 mulai dijual di Indonesia?
    A: BYD belum mengumumkan tanggal pasti, namun uji coba produksi sudah berjalan. Diprediksi masuk produksi massal pada akhir 2026 atau awal 2027.
  • Q: Apakah Denza D9 akan lebih murah jika diproduksi lokal?
    A: Sangat mungkin. Dengan menghindari bea masuk CBU, harga bisa turun 10-20%, membuatnya lebih kompetitif dibandingkan pesaing impor.
  • Q: Apa keunggulan Denza D9 dibandingkan MPV listrik lain?
    A: D9 mengusung tenaga 374 hp, jangkauan hingga 600 km (WLTP), kabin mewah dengan kursi kapten, dan teknologi ADAS canggih. Plus, garansi baterai yang panjang dari BYD.
Meow! Tanya Nesi!
😸