BMKG Peringatkan: El Nino Bakal Bertahan Hingga 2027, Ancaman bagi Ketahanan Pangan dan Inflasi

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

BMKG Peringatkan: El Nino Bakal Bertahan Hingga 2027, Ancaman bagi Ketahanan Pangan dan Inflasi
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • BMKG memprediksi El Nino berlangsung hingga awal 2027.
  • Fenomena ini berpotensi memicu kekeringan dan gagal panen di sejumlah wilayah Indonesia.
  • Dampak ekonominya bisa mendorong inflasi pangan dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi memprediksi bahwa fenomena El Nino akan berlangsung hingga awal tahun 2027. Pernyataan ini disampaikan dalam program Squawk Box CNBC Indonesia pada Rabu (02/09/2026). Dengan durasi yang lebih panjang dari siklus biasanya, dampaknya terhadap iklim dan perekonomian nasional diprediksi akan terasa lebih signifikan.

El Nino yang berkepanjangan biasanya menyebabkan curah hujan di bawah normal di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama di bagian tengah dan timur. Kondisi ini mengancam sektor pertanian, perkebunan, dan ketersediaan air bersih. Jika tidak diantisipasi dengan baik, risiko gagal panen komoditas seperti padi, jagung, dan kedelai akan meningkat, yang pada gilirannya memicu kenaikan harga pangan nasional.

Selain itu, kekeringan hidrologis juga dapat mengganggu pasokan listrik dari pembangkit tenaga air, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah daerah diimbau untuk segera menyiapkan langkah-langkah mitigasi, termasuk optimalisasi irigasi dan penyediaan cadangan pangan.

Analisis Pakar

Fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga 2027 bukan sekadar isu cuaca, melainkan sinyal peringatan dini bagi kebijakan makroekonomi Indonesia. Sebagai negara agraris dan maritim, ketergantungan kita terhadap musim sangat tinggi. Saya menilai, perpanjangan periode El Nino ini akan menekan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian yang berkontribusi sekitar 13-14 persen terhadap perekonomian nasional. Jika produksi pangan terganggu, maka inflasi dari komponen bahan makanan yang bersifat volatil akan melonjak, dan ini adalah pukulan telak bagi daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

Bank Indonesia dan pemerintah harus segera menyusun strategi kontra-siklikal. Langkah pertama, memperkuat program operasi pasar dan impor terkendali untuk menjaga stabilitas harga. Kedua, mempercepat realisasi bantuan sosial tunai dan subsidi pupuk agar petani tetap bisa berproduksi. Namun, kebijakan fiskal harus tetap prudent karena defisit anggaran sudah cukup tinggi. Saya khawatir, jika El Nino bersamaan dengan gejolak harga komoditas global, maka tekanan terhadap nilai tukar rupiah akan semakin berat.

Di sisi lain, pelaku usaha di sektor perkebunan, terutama sawit dan kakao, harus mengantisipasi penurunan produktivitas. Saya merekomendasikan agar perusahaan besar segera berinvestasi pada teknologi irigasi modern dan varietas tanaman tahan kekeringan. Pemerintah juga perlu mempercepat program asuransi pertanian yang selama ini belum optimal. Ini adalah saat yang tepat bagi Indonesia untuk bertransformasi menuju sistem pangan yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim, bukan sekadar reaktif terhadap bencana.

Yang paling mengkhawatirkan adalah dampak sosial. Jika harga beras naik 20 persen saja, maka angka kemiskinan bisa meningkat 0,5-1 persen. Ini akan menggerus hasil pembangunan yang sudah susah payah dicapai. Oleh karena itu, komunikasi risiko dari BMKG harus diikuti dengan aksi nyata di tingkat desa dan kecamatan. Saya menilai kolaborasi antara kementerian, BUMN, dan sektor swasta sangat krusial untuk menciptakan buffer stock yang memadai. Jangan sampai kita terjebak dalam siklus krisis yang sama setiap tahun.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah El Nino benar-benar akan berlangsung hingga 2027?
    A: Berdasarkan prediksi BMKG yang menggunakan model iklim global, fenomena ini diperkirakan bertahan hingga awal 2027, namun intensitasnya dapat bervariasi. Pemantauan terus dilakukan setiap bulan.
  • Q: Apa dampak El Nino terhadap harga pangan di Indonesia?
    A: El Nino menyebabkan kekeringan sehingga produksi padi dan komoditas pertanian turun, yang berpotensi menaikkan harga beras, cabai, bawang, dan bahan pokok lainnya.
  • Q: Apa yang harus dilakukan masyarakat untuk menghadapi El Nino panjang ini?
    A: Masyarakat diimbau menghemat air, menanam tanaman yang lebih tahan kekeringan, dan mengikuti arahan pemerintah terkait pola tanam. Pemerintah juga menyediakan bantuan sosial bagi yang terdampak.
Meow! Tanya Nesi!
😸