Rotasi Bintang di Polda Metro Jaya: Sekadar Rutinitas Karir atau Sinyal Perubahan Pelayanan Publik?

Hukum
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Rotasi Bintang di Polda Metro Jaya: Sekadar Rutinitas Karir atau Sinyal Perubahan Pelayanan Publik?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono resmi menyandang pangkat Inspektur Jenderal (Irjen) atau bintang dua.
  • Tiga Pejabat Utama (PJU) Polda Metro Jaya turut naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) berdasarkan Keppres Nomor 82/POLRI/TAHUN 2026.
  • Kenaikan pangkat ini merespons penyesuaian struktur organisasi di mana posisi Kapolda Metro Jaya kini dijabat oleh Komjen Asep Edi Suheri.

Gerbong mutasi dan promosi jabatan di tubuh Polda Metro Jaya kembali bergerak. Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono secara resmi menyandang pangkat Inspektur Jenderal (Irjen) atau jenderal bintang dua. Langkah promosi ini secara resmi disahkan dalam upacara Korps Raport yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Gedung Rupattama Mabes Polri, Rabu (2/9/2026).

Penyesuaian pangkat ini termaktub dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 82/POLRI/TAHUN 2026 tertanggal 1 September 2026. Langkah ini menjadi konsekuensi logis dari dinamika eselonasi kepemimpinan di ibu kota, mengingat posisi Kapolda Metro Jaya saat ini diampu oleh Komjen Asep Edi Suheri yang berbintang tiga.

Tak hanya posisi Wakapolda, penguatan pangkat juga terjadi di jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Metro Jaya. Tiga perwira menengah resmi pecah bintang menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen), yakni Irwasda Polda Metro Jaya Brigjen Sri Satyatama, Karo Ops Polda Metro Jaya Brigjen Laode Aries El Fathar, serta Karo Rena Polda Metro Jaya Brigjen Teguh Tri Sasongko.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa kenaikan pangkat ini bukan sekadar seremoni periodik, melainkan bagian dari pembinaan karier dan upaya peningkatan mutu pelayanan publik. Para pejabat tersebut dipastikan tetap menjalankan tugas pokok dan fungsinya guna memperkuat soliditas institusi dalam mengayomi masyarakat.

Analisis Pakar

Kenaikan pangkat di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya di wilayah krusial seperti Polda Metro Jaya, sering kali dianggap publik sebagai rutinitas birokrasi semata. Namun, dari kacamata jurnalistik investigatif, kenaikan pangkat Wakapolda menjadi Irjen dan jajaran PJU menjadi Brigjen harus dibaca lebih jauh: apakah promosi ini berbanding lurus dengan peningkatan kualitas penegakan hukum dan transparansi di lapangan? Wilayah hukum Jakarta dan sekitarnya adalah barometer keamanan nasional yang menghadapi kompleksitas kejahatan luar biasa, mulai dari kejahatan jalanan, kejahatan kerah putih, hingga isu netralitas aparat.

Penyesuaian struktur pangkat—di mana Kapolda kini diisi bintang tiga dan Wakapolda bintang dua—menunjukkan betapa strategisnya kedudukan Polda Metro Jaya. Namun, pembengkakan struktur perwira tinggi ini membawa konsekuensi berupa tanggung jawab moral yang jauh lebih besar terhadap publik. Masyarakat tidak membutuhkan deretan bintang berkilau di pundak pejabat kepolisian jika penanganan kasus-kasus mangkrak, dugaan penyalahgunaan wewenang, dan praktik pungli masih membayangi koridor-koridor pelayanan kepolisian.

Kunci utama pengawasan internal kini berada di tangan Irwasda Brigjen Sri Satyatama. Fungsi pengawasan tidak boleh sekadar formalitas stempel atau pelindung korporatisme korps, melainkan harus berani menindak tegas anggota yang melanggar etik maupun pidana. Tanpa pengawasan internal yang tajam dan independen, promosi pangkat hanya akan menjadi panggung rotasi jabatan tanpa dampak nyata bagi rasa aman masyarakat bawah.

Sebagai jurnalis senior, saya mendesak agar momentum kenaikan pangkat berdasarkan Keppres ini dijadikan tolok ukur pembuktian janji reformasi institusi. Dekananto Eko Purwono beserta jajaran PJU baru harus membuktikan bahwa kenaikan pangkat ini bukan sekadar penghargaan atas loyalitas hirarkis, melainkan komitmen konkret dalam membersihkan polda paling strategis di Indonesia ini dari segala bentuk penyimpangan. Kualitas institusi Polri tidak diukur dari seberapa banyak bintang yang disematkan di Rupattama, melainkan dari seberapa adil warga merasakan kehadiran hukum di jalanan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Siapa pejabat Polda Metro Jaya yang resmi naik pangkat menjadi Irjen?
A: Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono resmi naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) bintang dua.

Q: Mengapa pangkat Wakapolda Metro Jaya disesuaikan menjadi bintang dua?
A: Penyesuaian ini mengikuti struktur kepemimpinan Polda Metro Jaya yang saat ini dipimpin oleh Kapolda berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen) bintang tiga.

Q: Siapa saja pejabat utama Polda Metro Jaya yang naik pangkat menjadi Brigjen?
A: Pejabat utama yang resmi menyandang pangkat Brigjen adalah Irwasda Brigjen Sri Satyatama, Karo Ops Brigjen Laode Aries El Fathar, dan Karo Rena Brigjen Teguh Tri Sasongko.

Meow! Tanya Nesi!
😾