Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Persija Kehilangan Senjata Andalan: Arhan Cedera, Siapa Gantikan Lemparan Jauh Melawan Borneo?

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Persija Kehilangan Senjata Andalan: Arhan Cedera, Siapa Gantikan Lemparan Jauh Melawan Borneo?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Pratama Arhan mengalami patah tulang jari dan harus absen 4-6 pekan, termasuk laga perdana Super League melawan Borneo FC.
  • Lemparan jarak jauh Arhan yang menjadi senjata taktis Persija kini hilang, pelatih harus mencari alternatif kreatif.
  • Selain Arhan, empat pemain lain juga dalam pemulihan: Andritany, Eksel, Dony, dan Kwon, menambah daftar cedera Macan Kemayoran.

Badan Persija Jakarta mendadak limbung jelang bergulirnya Super League 2026/2027. Pratama Arhan, bek kiri andalan sekaligus eksekutor lemparan jarak jauh mematikan, harus menepi akibat cedera jari. Hasil pemeriksaan menunjukkan fraktur phalanx yang mengharuskannya menjalani operasi pada Selasa (1/9) dan waktu pemulihan mencapai empat hingga enam pekan. Kabar ini tentu menjadi pukulan telak bagi skuat Macan Kemayoran yang hanya berselang beberapa hari lagi menghadapi laga pembuka kontra Borneo FC di Jakarta International Stadium, Sabtu (5/9).

Dokter tim Muhammad Andeansah memastikan bahwa meski cedera, Arhan masih diizinkan berlatih dan bahkan bertanding, namun dengan risiko yang pasti dipertimbangkan. Namun, kehilangan senjata lemparan ke dalam yang selama ini menjadi andalan Persija di area pertahanan lawan tentu mengubah peta taktik tim besutan pelatih. Lemparan Arhan yang mampu menjangkau kotak penalti sering menjadi pembeda, terutama saat menghadapi tim yang bermain bertahan. Tanpa itu, Persija harus mengandalkan skema set-piece lain atau mengoptimalkan pergerakan pemain di sisi sayap.

Kondisi ini kian runyam karena selain Arhan, masih ada empat pemain lain yang tengah dalam proses pemulihan. Kiper utama Andritany Ardhiyasa masih bergulat dengan cedera otot betis (gastrocnemius strain) dan diperkirakan baru pulih satu hingga dua pekan lagi. Eksel Runtukahu (hamstring) ditargetkan kembali dalam satu pekan, Dony Tri Pamungkas (quadriceps strain) baru di awal pemulihan dengan waktu dua hingga tiga pekan, dan Kwon Chang-hoon (soleus strain) juga butuh satu hingga dua pekan. Bisa dibilang, lini belakang dan tengah Persija sedang dalam ujian berat di awal kompetisi.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat yang mengikuti perjalanan Persija dari musim ke musim, saya melihat ini bukan sekadar kehilangan satu pemain, melainkan kehilangan identitas permainan. Arhan bukanlah bek kiri biasa; ia adalah pembawa ancaman permanen dari sisi lapangan. Saat tim lawan tahu Persija memiliki pelempar jarak jauh sepertinya, mereka otomatis akan menarik pertahanan lebih dalam dan memberi ruang bagi gelandang untuk menekan. Tanpa kehadirannya, Borneo FC pasti akan lebih berani menekan tinggi dan mengurangi rasa takut terhadap lemparan ke dalam. Pelatih harus segera mencari solusi, mungkin dengan memanfaatkan Riko Simanjuntak atau Frengky Missa untuk mengambil alih peran itu, namun jarak dan akurasi mereka belum teruji sebanding.

Dari sisi taktis, saya menilai Persija harus mengubah pendekatan. Alih-alih mengandalkan lemparan, mereka bisa lebih memaksimalkan umpan silang dari sayap dan memanfaatkan postur pemain seperti Marko Simic di kotak penalti. Tapi pertanyaannya, siapa yang akan memberi umpan akurat? Dengan absennya Andritany, lini belakang juga kehilangan komandan yang biasa mengatur pertahanan dari belakang. Kombinasi cedera ini memaksa pelatih untuk meracik formasi yang lebih fleksibel, mungkin 4-4-2 dengan dua gelandang jangkar untuk melindungi pertahanan yang belum solid.

Yang juga menarik adalah kedalaman skuat Persija. Dalam beberapa musim terakhir, mereka sering dianggap memiliki tim dengan kualitas merata, tapi kini ujian nyata datang. Para pemain muda seperti Dony Tri Pamungkas yang juga cedera justru menjadi contoh bahwa beban fisik di awal musim sangat berat. Saya memprediksi pelatih akan lebih mengandalkan pemain senior yang fit, tapi itu berarti mengorbankan energi di laga-laga berikutnya. Borneo FC yang dikenal dengan serangan balik cepat bisa memanfaatkan kelengahan ini. Intinya, Persija tidak boleh panik, tapi harus segera menemukan formula baru. Jika tidak, mereka bisa kehilangan poin penting di pekan pertama yang sangat krusial untuk kepercayaan diri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Kapan Pratama Arhan diperkirakan kembali bermain untuk Persija?
A: Berdasarkan pernyataan dokter tim, Arhan membutuhkan waktu 4-6 pekan pemulihan, sehingga ia kemungkinan besar baru bisa tampil penuh pada akhir Oktober atau awal November 2026.

Q: Siapa yang bisa menggantikan peran lemparan jarak jauh Arhan di Persija?
A: Saat ini, pelatih memiliki opsi seperti Riko Simanjuntak atau Frengky Missa yang memiliki kemampuan lemparan cukup baik, namun belum seakurat dan sejauh Arhan. Bisa juga menggunakan skema tendangan bebas atau sudut sebagai alternatif.

Q: Bagaimana dampak cedera Arhan terhadap peluang Persija melawan Borneo FC?
A: Kehilangan senjata lemparan jauh sangat berarti karena Borneo dikenal tangguh di lini belakang. Tanpa ancaman itu, Persija harus lebih kreatif dalam membangun serangan, yang berpotensi membuat mereka kesulitan membobol pertahanan tim tamu.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ