Mitsubishi Pajero Bangkit dari Kematian: Mesin Diesel 480 Nm dan S-AWC Siap Hajar Land Cruiser!
Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

Ringkasan Singkat
- Mitsubishi resmi meluncurkan generasi terbaru Pajero setelah vakum produksi selama lima tahun sejak 2021.
- SUV ikonik ini dibekali mesin diesel 2.4L VGT bertenaga 480 Nm dengan transmisi otomatis 8-percepatan dan sistem S-AWC.
- Kabin modern menawarkan layar 14,3 inci, peredaman suara maksimal, dan fitur keselamatan MI-PILOT tingkat lanjut.
Raja off-road telah kembali takhta! Setelah lima tahun mati suri, Mitsubishi akhirnya membuka tabir generasi terbaru Pajero pada Rabu (2/9). Bukan sekadar facelift, ini adalah reinkarnasi total mengusung konsep 'Grand Charisma' yang menggabungkan nostalgia desain klasik dengan teknologi masa depan yang agresif.
Secara dimensi, beast ini tumbuh signifikan dengan panjang 4.920 mm, lebar 1.925 mm, dan tinggi 1.910 mm. Jarak sumbu roda 2.870 mm menjamin stabilitas ekstrem. Desainnya adalah odesi kepada legenda; pilar C meniru roll bar asli generasi pertama, sementara aksen heksagonal di belakang adalah interpretasi modern dari ban serep gantung yang ikonik. Fender yang kekar dan grille depan yang dominan menegaskan niat Mitsubishi untuk mendominasi medan berat.
Masuk ke dalam kabin, Anda akan disambut oleh keheningan absolut berkat kaca akustik dan sistem peredaman udara menyeluruh. Pusat komando adalah layar sentuh horizontal 14,3 inci yang memanjakan mata. Namun, bagi pecinta teknis, layar Multi-Meter adalah surga data real-time: navigasi kompas, elevasi, suhu, sudut kemiringan bodi, hingga status sistem AYC terpantau jelas. Ini bukan sekadar mobil, ini adalah kokpit penjelajah.
Jantung pacunya adalah alasan utama mengapa kita menunggu. Mesin diesel 2.4 liter racikan khusus dengan Variable Geometry Turbocharger (VGT) mampu menyemburkan torsi monster sebesar 480 Nm. Tenaga ini disalurkan mulus melalui transmisi otomatis 8-percepatan baru dengan mode sport. Dipadukan dengan sistem penggerak empat roda Super-All Wheel Control (S-AWC), Pajero terbaru ini siap melahap jalur ekstrem yang membuat pesaingnya gemetar.
Keamanan tidak main-main. Sistem forward collision mitigation kini bisa mendeteksi pejalan kaki, pesepeda, hingga pengendara motor. Ditambah dengan predictive forward collision warning, emergency lane assist, dan teknologi otonom Level 2 via MI-PILOT yang terintegrasi dengan adaptive cruise control. Dengan perlindungan delapan titik airbag, Pajero membuktikan bahwa petualangan liar pun harus tetap aman.
Analisis Pakar
Sebagai Doni Surya, saya melihat langkah Mitsubishi ini bukan sekadar mengisi kekosongan lini produk, melainkan sebuah pernyataan perang terbuka terhadap dominasi Toyota Land Cruiser. Vakum lima tahun mungkin terlihat seperti kekalahan strategis di permukaan, namun ternyata itu adalah waktu yang digunakan untuk mematangkan arsitektur kendaraan secara fundamental. Penggunaan mesin 2.4L dengan torsi 480 Nm adalah pilihan yang sangat berani dan teknis; alih-alih mengejar kapasitas silinder besar yang boros, Mitsubishi mengandalkan efisiensi turbocharging dan manajemen torsi rendah yang krusial untuk manuver off-road teknis. Ini adalah bukti bahwa 'downsizing' tidak selalu berarti mengurangi jiwa petualang, asalkan rekayasa termal dan respons turbonya sempurna.
Yang paling membuat saya terkesan adalah integrasi data telemetri off-road langsung ke dasbor melalui layar Multi-Meter. Fitur seperti pemantauan sudut kemiringan bodi dan status AYC secara real-time mengubah pengemudi biasa menjadi navigator profesional. Ini menghilangkan dugaan-dugaan saat melewati tanjakan curam atau turunan licin. Kombinasi antara rigiditas sasis yang dipertahankan dengan elemen desain retro-modern (seperti pilar C ala roll bar) menunjukkan bahwa Mitsubishi memahami psikologi pembelinya: mereka ingin teknologi terkini tanpa kehilangan灵魂 (jiwa) kasar dari Pajero generasi awal. Ini adalah keseimbangan yang sulit dicapai pabrikan lain.
Namun, tantangan sebenarnya ada pada harga dan positioning pasar. Dengan segudang fitur keselamatan aktif dan kenyamanan kabin setara mobil mewah Eropa, Pajero baru ini berisiko terjebak di segmen harga yang terlalu tinggi untuk pasar massal, namun belum cukup prestisius untuk segmen ultra-luxury jika dibandingkan dengan rival abadinya. Keberhasilan model ini akan sangat bergantung pada bagaimana Mitsubishi memasarkan teknologi S-AWC dan MI-PILOT sebagai nilai tambah yang tak tergantikan, bukan sekadar daftar fitur di brosur. Jika eksekusi dinamika berkendara sesuai dengan spesifikasi di atas kertas, maka kita sedang menyaksikan kelahiran kembali raja jalanan yang sesungguhnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Kapan Mitsubishi Pajero terbaru resmi dijual di Indonesia?
A: Meskipun diluncurkan globally pada 2 September 2026, tanggal pasti penjualan di Indonesia biasanya mengikuti 3-6 bulan setelah peluncuran global, tergantung strategi impor atau perakitan lokal Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia.
Q: Apakah Pajero terbaru menggunakan mesin yang sama dengan Pajero Sport?
A: Tidak. Pajero terbaru menggunakan mesin diesel 2.4L VGT khusus dengan torsi 480 Nm dan sistem S-AWC full-time, yang secara teknis lebih canggih dan bertenaga dibandingkan unit yang dipasang pada Pajero Sport.
Q: Bagaimana kemampuan off-road Pajero terbaru dibandingkan Toyota Land Cruiser?
A: Dengan adanya sistem S-AWC, diferensial elektronik, dan data telemetri off-road real-time, Pajero terbaru diposisikan sebagai pesaing langsung yang sangat serius bagi Land Cruiser, terutama dalam hal kontrol traksi di medan ekstrem.
BERITA TERKAIT (Otomotif)

Karma Automotive Luncurkan Eximius 1: Mobil Sport Hybrid Bertenaga 1.195 HP dengan Desain Kustom

Bantah Keraguan, Yamaha GEAR ULTIMA Tuntaskan 2.740 Km Ekspedisi Lintas Alam Selebes

Kimi Antonelli Ukir Sejarah F1 2026: Gelar Juara Dunia Termuda di Balik Regimen Latihan Otot Leher 40 Kilogram
