Marshel dan Chairul Tanjung Siap Guncang Lampung: Festival Keuangan 2026 Bisa Jadi Momentum Literasi atau Sekadar Hiburan?

- Ringkasan Singkat LPS Financial Festival 2026 digelar 5-6 September di Lampung, menghadirkan komika Marshel Widianto, musisi Setia Band, dan King Nassar.
- Chairul Tanjung akan memberikan inspirational talk tentang perjalanan finansial, sementara Marshel bagi-bagi hadiah biaya kos untuk mahasiswa.
- Acara ini merupakan upaya LPS meningkatkan literasi keuangan, mengingat masih ada 15 juta penduduk usia produktif tanpa rekening bank.
Ringkasan Singkat
- LPS Financial Festival 2026 digelar 5-6 September di Lampung, menghadirkan komika Marshel Widianto, musisi Setia Band, dan King Nassar.
- Chairul Tanjung akan memberikan inspirational talk tentang perjalanan finansial, sementara Marshel bagi-bagi hadiah biaya kos untuk mahasiswa.
- Acara ini merupakan upaya LPS meningkatkan literasi keuangan, mengingat masih ada 15 juta penduduk usia produktif tanpa rekening bank.
LPS kembali menggelar festival tahunan yang kali ini menyasar masyarakat Lampung. Financial Festival 2026 yang berlangsung 5โ6 September di Novotel Lampung tidak hanya menghadirkan edukasi keuangan, tetapi juga hiburan kelas atas. Komika Marshel Widianto dipastikan tampil untuk mengocok perut peserta, sekaligus berbagi pengalaman pribadi seputar pengelolaan uang. Tak ketinggalan, grup musik Setia Band dengan vokalis Charly van Houten dan penyanyi dangdut King Nassar akan meramaikan panggung di hari berbeda.
Yang menarik, di tengah gelak tawa, Marshel akan memberikan hadiah nyata: biaya kos selama empat bulan dan dua bulan bagi dua mahasiswa yang mengaku menunggak sewa. Langkah ini terkesan simbolis, namun cukup cerdas untuk menyentuh isu riil anak muda di kota besar. Sesi yang lebih serius hadir dari Chairul Tanjung dalam sesi Inspirational Talk bertajuk "Dari Uang Pertama hingga Financial Freedom" pada Sabtu, 5 September pukul 17.00โ18.00 WIB. Acara ini menjadi penutup hari pertama, sebelum hiburan malam dari Setia Band.
LPS sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Kemenkeu, BI, dan OJK, mengusung misi literasi keuangan yang lebih luas. Data menunjukkan masih ada lebih dari 15 juta penduduk usia produktif yang belum memiliki rekening simpanan di bank. Festival ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan itu melalui business talks, educational class, dan pendekatan populer seperti stand up comedy dan konser. Namun, pertanyaan besarnya: apakah kemasan hiburan cukup efektif mendorong masyarakat benar-benar membuka rekening dan mengelola keuangan, atau hanya sekadar atraksi sesaat?
Analisis Pakar
Sebagai pengamat ekonomi makro, saya melihat langkah LPS menggandeng selebriti dan komika adalah strategi komunikasi yang tepat sasaran, tetapi perlu diuji dampak jangka panjangnya. Literasi keuangan bukanlah urusan satu atau dua hari festival. Jika merujuk pada indeks literasi keuangan nasional yang masih di kisaran 50% (OJK, 2024), pendekatan konvensional melalui seminar dan brosur terbukti lambat. Festival seperti ini bisa menjadi pintu masuk, namun tanpa tindak lanjut berupa akses produk simpanan yang mudah dan murah, efeknya akan menguap begitu lampu panggung padam.
Saya mengapresiasi hadiah biaya kos dari Marshel karena menyentuh kebutuhan dasar mahasiswa, tetapi ini juga menyiratkan ironi: banyak anak muda kesulitan membayar sewa, sementara literasi keuangan yang ditawarkan belum tentu menyentuh akar masalah โ yaitu ketimpangan pendapatan dan kurangnya lapangan kerja formal. LPS dan KSSK seharusnya mendorong kebijakan yang lebih struktural, seperti perluasan program kepemilikan rekening (misalnya melalui program Kejar Rekening) dan integrasi dengan ekosistem fintech yang lebih inklusif. Festival semacam ini baik untuk membangun kesadaran, tapi jangan sampai menjadi pengganti dari reformasi sistemik yang justru lebih mendesak.
Kehadiran Chairul Tanjung sebagai narasumber memberikan bobot tersendiri, karena ia adalah contoh nyata pengusaha sukses yang memulai dari nol. Namun, cerita sukses individu tidak selalu dapat direplikasi oleh masyarakat akar rumput. Saya berharap sesi talk tidak hanya berisi motivasi, tetapi juga penyampaian strategi konkret tentang manajemen risiko, investasi awal, dan perlindungan konsumen keuangan. Yang juga perlu diawasi adalah potensi mis-selling produk keuangan di sela-sela acara, mengingat festival ini disponsori oleh bank dan lembaga jasa keuangan. OJK dan LPS harus memastikan bahwa edukasi tetap bersih dari kepentingan komersial yang sempit.
Terakhir, saya menilai target 15 juta penduduk tanpa rekening masih bisa dikejar, tetapi dengan syarat ada sinergi antara festival ini dengan program door-to-door dan digital onboarding. Lampung sebagai provinsi dengan tingkat inklusi keuangan di bawah rata-rata nasional (per 2025) menjadi lokasi yang strategis. Saya mendorong LPS untuk mengukur secara kuantitatif: berapa peserta yang membuka rekening baru setelah acara, berapa yang mengikuti kelas lanjutan, dan seberapa besar peningkatan pengetahuan keuangan mereka. Tanpa data dampak, festival hanyalah pesta tahunan yang menghabiskan anggaran publik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa itu LPS Financial Festival 2026 dan siapa yang bisa menghadiri?
A: Festival keuangan tahunan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), terbuka untuk masyarakat umum secara gratis. Acara digelar di Novotel Lampung pada 5-6 September 2026, dengan sesi edukasi, talk show, dan hiburan. - Q: Bagaimana cara mendaftar LPS Financial Festival 2026?
A: Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi LPS atau kanal yang telah ditentukan. Karena kapasitas terbatas, calon peserta disarankan mendaftar cepat melalui tautan yang diumumkan di media sosial LPS. - Q: Siapa saja pengisi acara utama di festival ini?
A: Pengisi acara meliputi komika Marshel Widianto, grup musik Setia Band, penyanyi King Nassar, dan tokoh bisnis Chairul Tanjung yang memberikan inspirational talk. Ada pula sesi business talks dan educational class dari praktisi keuangan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

KSPI Tekan Pemerintah: Naikkan Batas Bebas Pajak JHT ke Rp400 Juta, Ajukan Dasar Emas

LPS Ungkap 14 BPR dan BPRS Tumbang di 2026: Lemahnya Tata Kelola Jadi Biang Kerok Utama

Respons Emiten Affiliates Salim & Sinar Mas: Nyalakan Lampu Kuning Pasca Pemanggilan Bos Sawit oleh Singapura
