Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Darurat Asap di Kalimantan: Doa Massal Warga Tak Cukup, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Darurat Asap di Kalimantan: Doa Massal Warga Tak Cukup, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Ratusan warga Kalimantan menggelar salat istisqa untuk memohon hujan guna meredam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas.
  • Luas kebakaran mencapai 200 ribu hektare, dengan 107.465 hektare terbakar sejak Januari hingga Juli menurut Kementerian Kehutanan.
  • Kabut asap tidak hanya mengancam Indonesia, tetapi juga menyebar hingga Malaysia dan Filipina, memperparah krisis regional.

Kalimantan kembali menjadi sorotan nasional setelah ratusan warga di sejumlah daerah menggelar salat istisqa, ritual doa massal untuk memohon turunnya hujan. Aksi ini dilakukan sebagai respons atas meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah menghanguskan sekitar 200 ribu hektare lahan sejak awal tahun. Data dari Kementerian Kehutanan mencatat, sepanjang Januari hingga Juli 2024, luas kebakaran telah mencapai 107.465 hektare, sebuah angka yang mengkhawatirkan dan menunjukkan kegagalan sistematis dalam pencegahan.

Kabut asap yang menyelimuti Kalimantan bukan hanya ancaman lokal. Dampaknya telah merambah hingga ke negara tetangga, Malaysia dan Filipina, memicu protes diplomatik dan kekhawatiran akan kesehatan masyarakat. Pemerintah pusat dan daerah dituntut untuk tidak hanya mengandalkan doa, tetapi juga tindakan nyata—mulai dari penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran hingga revitalisasi sistem pemantauan karhutla yang selama ini terbukti lemah.

Sementara itu, warga yang terdampak terus berjuang melawan polusi udara yang kian parah. Masker menjadi barang langka, aktivitas ekonomi terhambat, dan sekolah-sekolah terpaksa diliburkan. Ironisnya, di tengah krisis ini, koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat penegak hukum masih terlihat minim. Apakah doa massal ini akan cukup tanpa diiringi langkah konkret?

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis investigasi yang telah meliput karhutla selama lebih dari dua dekade, saya melihat pola yang berulang setiap tahun: kebakaran terjadi, pemerintah bereaksi dengan retorika, dan masyarakat yang menjadi korban. Tahun ini tidak berbeda. Salat istisqa yang digelar warga Kalimantan adalah simbol keputusasaan sekaligus kritik tajam terhadap kegagalan negara dalam melindungi rakyatnya. Namun, doa tanpa tindakan adalah omong kosong.

Data Kementerian Kehutanan menunjukkan bahwa kebakaran tahun ini lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini bukan sekadar bencana alam, melainkan bencana buatan manusia yang dipicu oleh kelalaian, keserakahan, dan lemahnya penegakan hukum. Pelaku pembakaran lahan, baik korporasi maupun individu, masih leluasa beroperasi karena aparat hukum lebih sibuk mengejar kasus-kasus kecil ketimbang menindak mafia lahan yang sesungguhnya. Di mana keberanian KPK, Polri, dan Kejaksaan untuk menjerat para pelaku?

Lebih mengkhawatirkan lagi, dampak kabut asap kini telah menjadi isu regional. Malaysia dan Filipina mulai melontarkan protes, dan ini bisa berujung pada sanksi ekonomi atau diplomatik. Pemerintah Indonesia seharusnya malu—negara yang mengklaim sebagai pemimpin ASEAN justru menjadi sumber polusi lintas batas. Apakah kita akan terus membiarkan citra Indonesia sebagai negara yang tidak mampu mengelola lingkungannya sendiri?

Solusi untuk karhutla sebenarnya sudah jelas: penegakan hukum yang tegas, pengawasan ketat terhadap korporasi perkebunan, dan investasi dalam teknologi pemantauan kebakaran. Namun, selama pemerintah masih terjebak dalam birokrasi yang lamban dan korupsi, bencana ini akan terus berulang. Warga Kalimantan tidak butuh doa semata—mereka butuh tindakan nyata, sekarang juga.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa itu salat istisqa? A: Salat istisqa adalah salat sunnah yang dilakukan umat Muslim untuk memohon turunnya hujan, biasanya digelar saat terjadi kekeringan atau bencana seperti kebakaran hutan.
  • Q: Berapa luas kebakaran hutan di Kalimantan tahun ini? A: Hingga Juli 2024, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan telah mencapai 107.465 hektare, dengan total estimasi kerusakan sekitar 200 ribu hektare.
  • Q: Apa dampak kabut asap dari karhutla di Indonesia? A: Kabut asap menyebabkan polusi udara parah, gangguan kesehatan (ISPA, iritasi mata), penutupan sekolah, terhambatnya transportasi, dan dampak ekonomi negatif. Selain itu, asap juga menyebar hingga ke Malaysia dan Filipina, memicu ketegangan diplomatik.
Meow! Tanya Nesi!
😸