⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Mahalini Geger! Kenapa Penyanyi Asal Cipta 'Percuma' Kembali Rilis Versi Sendiri?

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: KapanLagi
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Mahalini Geger! Kenapa Penyanyi Asal Cipta 'Percuma' Kembali Rilis Versi Sendiri?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Mahalini meluncurkan ulang lagu ‘Percuma’ pada 28 Agustus 2026, memicu perdebatan hangat di media sosial.
  • Versi sebelumnya sudah dipopulerkan oleh Anggis Devaki dan Bertrand Peto sejak Juni 2025.
  • Mahalini menegaskan bahwa rilis ulangnya sah secara legal dan sudah diatur dalam kontrak satu tahun dengan penyanyi pertama.

Setelah Mahalini mengumumkan rilis ulang ‘Percuma’ pada 28 Agustus 2026, netizen langsung berbondong‑bondong menilai langkahnya. Lagu yang ditulis bersama Mohammed Kamga dan Martinus Tintin ini sempat menjadi hits besar lewat duet Anggis Devaki‑Bertrand Peto pada 27 Juni 2025.

Versi duet itu memang sudah menancapkan ‘Percuma’ di telinga publik, bahkan Mahalini sempat menyanyikannya di panggung KOMA Live in Concert sebelum mengeluarkan versi resminya. Namun, jarak rilis yang terasa “dekat” membuat banyak netizen bertanya‑tanya: kenapa sang pencipta kembali mengeluarkan lagu yang sudah dibawakan orang lain?

Berbagai komentar muncul, mulai dari dukungan sampai spekulasi bahwa Mahalini ingin “menyusul” Anggis. Ada pula yang menuduhnya tidak meminta izin dulu. Anggis sendiri sempat mengungkap di Threads bahwa ia tidak tahu ada rencana rilis ulang.

Menanggapi semua itu, Mahalini menulis di kolom komentar TikTok: “Lagu ini kontraknya cuma satu tahun, semua legalitas sudah dibahas sebelum versi Anggis dirilis, dan penyanyi pertama juga sudah diberi tahu.” Ia menegaskan bahwa hak pencipta memberi dia kebebasan untuk merilis kembali karya yang ia tulis.

Selain itu, seorang insider yang tidak ingin disebutkan namanya menambahkan, “Menurut informasi yang kami pegang, tidak ada pelanggaran hukum atau kesepakatan yang dilanggar.” Jadi, apakah drama ini hanya soal ego artis atau memang ada hal legal yang belum dipahami publik?

Analisis Pakar

Sebagai editor hiburan yang selalu mengamati dinamika industri musik Indonesia, saya melihat fenomena ini sebagai contoh klasik “hak cipta vs. eksklusivitas artis”. Di era streaming, pencipta lagu memang memiliki kebebasan untuk menafsirkan ulang karyanya, asalkan tidak melanggar perjanjian eksklusif dengan pihak lain. Dalam kasus Mahalini, kontrak satu tahun yang disebutkan tampaknya memberi ruang bagi pencipta untuk merilis versi resmi setelah periode tertentu berakhir.

Namun, yang menjadi sorotan publik bukan sekadar legalitas, melainkan persepsi “kepemilikan emosional” terhadap lagu. Versi duet Anggis‑Bertrand sudah menancapkan ‘Percuma’ dalam ingatan pendengar, sehingga muncul rasa “kekagetan” ketika versi asli muncul kembali. Ini mengingatkan pada kasus serupa di industri K‑Pop, di mana produser sering merilis kembali lagu yang sudah dipopulerkan oleh grup lain, menimbulkan perdebatan antara fans.

Strategi Mahalini juga dapat dilihat sebagai langkah branding. Dengan menampilkan diri sebagai “penulis sekaligus penyanyi”, ia menegaskan posisi kreatifnya di luar sekadar “idol”. Ini penting di pasar yang semakin menuntut keaslian dan storytelling personal. Rilis ulang ini sekaligus menjadi ajang promosi ulang, memperpanjang siklus hidup lagu di playlist digital.

Terlepas dari kontroversi, saya rasa industri musik Indonesia masih perlu memperjelas standar kontrak antara pencipta dan penyanyi. Ketentuan yang lebih transparan akan mengurangi spekulasi dan melindungi semua pihak. Sementara itu, bagi para pendengar, mari nikmati dua versi ‘Percuma’ ini sebagai dua warna yang berbeda, bukan sebagai kompetisi yang harus dimenangkan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah Mahalini melanggar hak cipta Anggis Devaki dengan merilis versi ‘Percuma’?
  • A: Tidak. Berdasarkan pernyataan Mahalini, kontrak satu tahun sudah mengatur hak penggunaan kembali, dan semua legalitas telah dibicarakan sebelum rilis pertama.
  • Q: Kenapa versi Mahalini dirilis hampir setahun setelah versi duet?
  • A: Karena kontrak eksklusif dengan penyanyi pertama berakhir, memberi kesempatan bagi pencipta untuk merilis versi resmi mereka.
  • Q: Apakah pendengar harus memilih satu versi saja?
  • A: Tidak perlu. Kedua versi menawarkan interpretasi berbeda; pendengar bebas menikmati keduanya sesuai selera.
Meow! Tanya Nesi!
😸